HarianBernas.com ? Pada hari ini, Sabtu (1/7/2017), Indonesian Diaspora Network (IDN) akan kembali melakukan Kongres Dispora Indonesia di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta. Di tahun ini, terdapat Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama yang menjadi pembicara utama dalam pembukaan Kongres Diaspora Indonesia yang ke-4.
Ini adalah sebuah event akbar yang diperuntukkan untuk dapat memberikan inpirasi bagi komunitas diaspora Indonesia agar bisa menghubungakan serta menyatukan mereka sebagai sebuah komunitas besar demi menciptakan Indonesia untuk jadi lebih baik.
Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia telah menyerukan supaya para diaspora Indonesia untuk pulang kampung dan dapat memajukan Indonesia. Setidaknnya ada 85 persen professional Indonesia yang masih bekerja di luar negeri sangat tertarik untuk dapat kembali ke tanah air dan memajukan negaranya.
Konsultan Sumber Daya Manusia Internasional, Robert Walters di dalam laporannya mengatakan jika berbagai sector yang dituju oleh para diaspora Indonesia untuk berkarya di tanah air seperti akutansi dan keuangan, perbankan serta jasa keuangan dan teknologi informasi.
Terdapat 3 alasan mengapa diaspora ingin dapat pulang ke tanah air, yakni:
- Dapat merawat orangtua yang telah berusia lanjut,
- Adanya keyakinan mendapatkan gaji yang lebih baik setelah mampu bekerja di luar negeri,
- Terdapat berbagai aspek budaya.
Berdasarkan penuturan Dr Dino Patti Djalal, penggagas IDN, diaspora Indonesia mempunyai makna jika warga negara Indonesia yang sekarang tinggal di luar negeri dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yakni:
- Warga Negara Indonesia yang sudah tinggal di luar negeri dan masih mempunyai paspor Indonesia yang sah
- Warga Negara Indonesia yang sudah menjadi warga negara asing karena adanya proses naturalisasi dan tak mempunyai paspor Indonesia
- Warga Negara Asing yang mempunyai orang tua atau leluhur yang asalnya dari Indonesia
- Warga Negara Asing yang tak mempunyai pertalian leluhur dengan Indonesia namun sangat mencintai Indonesia.
Untuk contoh diaspora kelompok 4 adalah Pau Wolfowitz yang merupakan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang sangat lancar berbahasa Indonesia dan memahami budaya tanah air.
Dalam situs resmi diaspora Indonesia, Dino Patti Djalal menuturkan, ?Paradigma baru untuk para diaspora Indonesia ialah mereka harus mau untuk mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia yang berada dan tinggal di luar negeri dapat menjadi sebuah aset ekonomi serta sosial yang besar bagi negara Indonesia. Mereka juga dapat memainkan peran penting di dalam membentuk masa depan bangsa ini.?
Diaspora Indonesia Sebagai Pemerkuat Jaringan
Dengan adanya kecanggihan perkembangan situs jejaring sosial dan teknologi yang semakin cepat, Dino Patti Djalal sangat meyakini jika kita mempunyao jaringan yang kuat diaspora Indonesia bisa semakin memperkuat rasa laing menghargai, menghormati, pengertian serta mempromosikan perdagangan dan juga investasi di antara Indonesia dan berbagai negara dimana mereka tinggal dan bekerja.
Pada intinya, Dino Patti Djalal memberikan kesimpulan jika diaspora Indonesia adalah sebuah jembatan untuk Indonesia semakin dekat dengan dunia dan sebaliknya, jadikan diaspora sebagai jembatan dunia ke Indonesia.
Dino Patti Djalal pun sangat meyakini jika gagasan, perspektif dan keterampilan yang dimiliki oleh para diaspora akan bisa memegang peranan yang penting untuk semakin suksesnya Indonesia di abad ke-21. Dengan adanya Kongres Diaspora Indonesia ke-4 ini diharapkan jaringan komunitas diaspora dapat terjalin semakin kuat dengan berbagai kegiatan ke depan yang lebih memajukan tanah air.
