Bernas.id – Lingkungan di sekitar kita tanpa kita sadari banyak terdapat sampah yang berasal dari kardus bekas kemasan, seperti kemasan makanan, susu, obat-obatan, ataupun kosmetik. Apabila kita manfaatkan denga baik tentu saja barang-barang bekas tersebut menjadi lebih berguna dan lebih bernilai.
Mengajari anak untuk memanfaatkan barang bekas yang sudah tak terpakai merupakan salah satu cara untuk mengajarkan rasa cinta dan peduli pada lingkungan. Selain itu membuat mainan sendiri dari barang bekas juga dapat menghemat pengeluaran. Seperti kita ketahui harga mainan semakin hari semakin mahal. Apalagi mainan dengan merk asli impor dari luar negeri.
Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Jadi mereka selalu menginginkan hal yang serba baru. Begitu pula dengan mainannya. Setelah mencoba dan puas memainkan salah satu mainan, mereka pasti akan merasa bosan dan berganti ke mainan yang lain. Apabila kita turuti untuk terus membeli mainan baru, tentu saja akan sangat menguras keuangan.
Solusi untuk menghemat pengeluaran yaitu membuat mainan sendiri dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita. Seperti kardus bekas kemasan obat atau kosmetik. Yaitu dengan cara menyusunnya menjadi bentuk rumah, jembatan, jalan atau sungai. Jadi seperti maket atau miniatur rumah-rumahan.
Mainan seperti ini sangat penting bagi anak. Main pembangunan dengan bahan yang aman, murah, dan mudah didapat, tapi memiliki banyak manfaat. Menstimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak yang terdiri dari 7 aspek berikut ini:
1. Mengasah kemampuan fisik motorik halus anak. Dengan menyusun kardus-kardus kecil bekas kemasan obat atau kosmetik, maka dapat melatih kekuatan dan keterampilan otot motorik halus anak. Sehingga otot jari tangan anak akan semakin kuat dan terampil untuk belajar menulis, menggambar, atau mewarnai.
2. Melatih cita rasa seni dan daya kreativitas anak. Anak bisa mengasah daya imajinasinya untuk menciptakan suatu bangunan atau rumah-rumahan sesuai dengan keinginannya dan dapat meningkatkan aktivitas otak kanan.
3. Melatih kemampuan kognitif anak dengan menghitung, mengurutkan ukuran benda, mengenal warna, dan mengenal bentuk, sehingga meningkatkan aktivitas otak kiri atau kemampuan akademis anak.
4. Melatih kemampuan bahasa. Dengan bermain membentuk bangunan atau rumah-rumahan, anak-anak dapat sambil bercerita tentang apa yang dibangunnya, sehingga kemampuan bahasanya semakin lancar.
5. Melatih kemampuan sosial emosional anak. Misalnya bermain dengan saudaranya atau teman sebaya. Mereka akan belajar untuk bekerjasama, gotong royong, dan saling berbagi. Sehingga tidak menjadi anak yang pelit, egois, dan bisa bekerja dalam suatu tim.
6. Menanamkan moral dan nilai-nilai agama. Bahwa kita bisa memanfaatkan barang-barang yang tak terpakai sebagai mainan, sehingga tidak boros dan berlebihan dalam membeli mainan.
7. Melatih tanggung jawab dan kemandirian anak. Dengan bermain rumah-rumahan maka anak-anak akan terbiasa untuk menyelesaikan tugas dan membereskan mainan setelah selesai. Sehingga melatih tanggung jawab dan kemandirian anak.
Jadi tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan kardus-kardus bekas kemasan yang tak terpakai untuk mainan anak, karena banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan mereka.
