Palu, Bernas.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah menjadi momentum strategis untuk memperkuat persatuan dan mendorong kebangkitan ekonomi daerah. Semangat “bersatu dalam nawacita, berani menuju Sulteng” digaungkan sebagai arah pembangunan yang berfokus pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPW PEKNAS Sulawesi Tengah, Irsam Said Lolo, menilai usia ke-62 mencerminkan perjalanan panjang provinsi dalam menghadapi dinamika pembangunan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mempercepat transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.
“Sulteng memiliki kekuatan besar pada sumber daya alam, budaya, dan masyarakatnya. Dengan sinergi yang kuat, kebangkitan ekonomi dan kemajuan daerah dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat.
Dalam pernyataannya, Irsam yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi provinsi tersebut.
“Saya Irsam Said Lolo, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Penguatan Ekonomi Kerajaan Nasional (DPW PEKNAS) Provinsi Sulawesi Tengah, sekaligus Ketua PW APRI Provinsi Sulawesi Tengah, mengucapkan selamat dan berkah hari jadi Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, daerah tersebut terus mengalami pertumbuhan yang positif. “Semoga Provinsi Sulawesi Tengah terus mengalir keberkahannya, serta semakin meningkat kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” lanjutnya.
Peringatan HUT ke-62 ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari festival budaya, pameran UMKM, hingga forum pembangunan daerah yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong inovasi.
Menutup pernyataannya, Irsam menyampaikan pesan persatuan lintas keberagaman. “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam Om Santi Santi Om. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan,” tutupnya.
Peringatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk mendorong Sulawesi Tengah menjadi provinsi yang maju, inklusif, dan berdaya saing nasional.
