Bernas.id – Bermain musik telah terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak. Jessica Grahn, seorang ilmuwan kognitif asal Western University of London, Ontario, menyatakan bahwa anak yang mengikuti setahun pelajaran piano dan dikombinasikan degan praktek dapat meningkatkan IQ sampai 3 poin. Lantas apa keunggulan dari bermain instrumen biola?
Biola merupakan alat musik yang menyatukan koordinasi gerak tangan, kekuatan gesekan pada senar, dan ketepatan penekanan nada. Ketiga hal ini merupakan suatu kombinasi yang tidak mudah dikuasai. Namun, begitu seorang anak menguasainya, dia akan mampu memainkannya dengan sangat baik. Koordinasi ini akan mengasah kemampuan motorik halus pada anak. Kemampuan motorik halus akan mendukung anak dalam kemampuan menulis dan berkreasi.
Bermain biola mengembangkan fungsi otak di bagian Eksekutif. Bagian ini terletak pada bagian atas dari otak (Frontal Cortex). Fungsinya untuk memproses informasi yang masuk, memecahkan masalah, dan pengambilan keputusan. Bermain biola akan meningkatkan kapasitas memori anak.
Untuk menghasilkan nada yang tepat, anak harus duduk atau berdiri dengan posisi yang tepat. Anak yang berdiri memegang biola terlatih berdiri tegap dengan dagu sedikit terangkat dan posisi kaki menapak lantai. Kalaupun dilakukan sambil duduk, seorang pemain biola harus duduk tegak. Pembiasaan posisi ini akan melatih postur tubuh sehingga lebih siap untuk mengikuti pelajaran. Posisi duduk tegak adalah posisi yang terbaik ketika seorang anak mendengarkan pelajaran. Posisi ini akan mengurangi keletihan duduk atau mengerjakan tugas.
Dalam dunia psikologi pendidikan kita mengenal istilah konatif. Konatif adalah kemauan dan energi seorang anak dalam menyelesaikan sebuah tugas. Anak yang bermain biola dibiasakan menguasai gerakan tangan, ketepatan gesekan, dan perpindahan nada dari satu string ke string yang lain dengan tepat. Pembiasaan latihan ini akan mengasah anak mempunyai kemampuan konatif yang baik. Ketika menghadapi tugas sekolah, otak anak akan memprosesnya seperti layaknya bermain biola. Bahwa segala sesuatunya harus dapat diselesaikan dengan baik.
Kepekaan dalam memainkan nada pada biola akan mengasah emosi anak. Pada awalnya biasanya sang anak akan kelelahan bermain karena otot tangan akan terasa pegal dan jari akan terasa sakit. Anak belajar menggesek dengan tepat. Tepat disini berarti tidak terlalu menekan sehingga suara menjadi sumbang dan tidak terlalu pelan sehingga suara tidak mendengar. Menggesek biolapun dapat dikombinasikan dengan pengaturan irama dengan menggoyang-goyangkan jari sehingga ada efek timbre di dalam suara. Seiring dengan perkembangan bermain biola, anak akan semakin terasah mengendalikan emosinya. Mengasah emosi dimulai dengan kemampuan mengendalikan suara pada biola yang dimainkan.
Bermain musik tidak hanya mengasah kecerdasan namun juga megasah emosi anak. Bermain musik akan menyeimbangkan perkembangan otak kanan dan kiri pada anak.
Referensi: http://consordini.com/
https://www.quora.com/
