Bernas.id – Tidak dapat dipungkiri bahwa kita semua adalah calon pendidik. Entah nanti menjadi seorang Ayah, Ibu, Guru, Dosen, Pemimpin, Ketua maupun pendidik-pendidik yang lainnya. Menjadi pendidik memang tidak mudah karena setiap pendidik harus memiliki berbagai sifat tertentu untuk dapat memengaruhi anak didiknya. Sebagaimana kepribadian Rasulullah SAW dalam mendidik, berikut ini akan dipaparkan sifat-sifat Rasulullah SAW yang menjadikan beliau sebagai pendidik utama. Apabila sifat-sifat ini tidak dimiliki oleh seorang pendidik, maka proses pendidikan tersebut kemungkinan akan gagal.
1. Kasih Sayang
Sifat kasih sayang harus ada pada setiap pendidik. Orang yang hatinya keras tidak akan cocok menjadi pendidik karena kasih sayang adalah gerakan hati. Seperti ketika Rasulullah SAW mengalami penyiksaan dari kaum Quraisy di Mekkah dan Thaif. Ketika malaikat menawarkan bantuan untuk menghancurkan mereka, Rasulullah SAW malah berdoa untuk mereka. ?Semoga Allah SWT mengeluarkan dari keturunan mereka orang yang menyembah Allah SWT?.
2. Sabar
Sabar merupakan bekal setiap pendidik. Bisa jadi pendidik telah mengeluarkan banyak tenaga, tetapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dari anak didiknya. Jika hal ini terjadi, pendidik harus bersabar karena tabiat pendidikan tidak menghasilkan buahnya secara cepat dan singkat. Apabila merujuk kepada sejarah Sang Pendidik (Rasulullah SAW), kita dapat menemukan bahwa beliau adalah tokoh dengan kesabaran yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabar atas penyiksaan jasmani dan jiwa oleh kaumnya. Beliau bersabar hingga segala masalah dan maksud Rasulullah SAW menjadi terang. Akhirnya kebencian berubah menjadi cinta dan penyiksaan berubah menjadi penghormatan.
3. Cerdas
Seorang pendidik harus cerdas dan pintar. Pendidik juga harus memerhatikan setiap masalah secara detail dalam diri anak didiknya. Apabila anak didiknya adalah orang-orang terpilih, maka dia akan memilih arah yang paling baik dalam mendidiknya dan menumbuhkannya. Bila anak didiknya nakal, dia akan memilih cara yang paling tepat dan cocok untuk menyembuhkannya. Seorang pendidik bisa mempertimbangkan segala perkara yang cocok dan tidak cocok untuk para anak didiknya. Sebagaimana utusan Allah SWT, Allah SWT telah menanamkan dalam diri Rasulullah sifat cerdas, begitu juga dengan para rasul lainnya.
4. Rendah Hati
Seorang pendidik harus memiliki sifat rendah hati (tawadhu?) terhadap para anak didiknya. Hal ini karena kesombongan dan tinggi hati akan membuat jurang pemisah antara dirinya dan anak didiknya. Bila jurang terlalu jauh, tidak akan ada pengaruh yang berarti dalam pendidikannya. Seperti dalam sebuah hadits dikatakan, “Rasulullah SAW sebagai pendidik adalah orang yang paling rendah hati. Sampai-sampai beliau mengucapkan salam kepada anak-anak” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits lain pun ada yang menjelaskan tentang betapa rendah hatinya Rasul yaitu pada hadits yang berbunyi, “Apabila seseorang menyalami Rasulullah SAW, beliau tidak akan menarik tangannya dahulu sebelum orang tersebut melepas tangannya, dan tidak akan memalingkan mukanya sebelum orang tersebut memalingkan mukanya” (HR. Abu Daud).
5. Lembut
Seorang pendidik juga harus berlapang dada dan lembut. Kesalahan dan kekurangajaran tidak boleh membangkitkan emosinya. Seorang pendidik harus mampu mencegah amarahnya hingga dapat berpikir dengan jernih guna mencari solusi atas sebab-sebab kesalahan dan kekurang-ajaran tersebut. Seperti diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA. Anas bin Malik berkata, ?Aku berjalan bersama Rasulullah SAW dan beliau memakai jubah Najran yang kasar pinggirnya. Seorang Arab badui bertemu dengan beliau dan menarik selendang beliau dengan keras hingga aku melihat leher Rasulullah SAW berbekas karena tarikan yang sangat keras. Badui itu berkata, ?Wahai Muhammad, perintahkanlah agar harta milik Allah SWT yang ada padamu untuk diberikan kepadaku.? (Dalam sebuah riwayat lain disebutkan, ?karena kamu tidak membawa kepadaku dari hartamu dan harta bapakmu?). Rasulullah SAW menoleh kepadanya, kemudian tertawa, lalu memerintahkan untuk memberinya sesuatu.?
6. Pemaaf
Sifat lembut Rasulullah SAW ketika diperlakukan dengan buruk oleh orang lain, selalu disertai dengan sifat pemaaf dan berlapang dada atas orang yang berbuat jahat dan keji. Bila kita menelisik sirah nabawiyah, bisa dipastikan kalian tidak akan mampu mengitung peristiwa pemberian maaf Rasulullah SAW. Rasulullah SAW telah memaafkan orang Yahudi yang menyihirnya. Rasulullah SAW telah memaafkan Ghaurat yang ingin membunuhnya. Rasulullah SAW telah memaafkan penduduk Mekkah yang telah menyiksa dan mengusirnya dari negerinya sendiri. Mereka telah memerangi Rasulullah SAW di setiap tempat dan waktu. Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, ?Tidak ada dendam atas kalian hari ini, pergilah karena kalian bebas.?
7. Mempunyai Kepribadian yang Kuat
Seorang pendidik harus memiliki kepribadian yang kuat dan tidak ragu-ragu supaya bisa memberikan pengaruh ke anak didiknya. Rasulullah SAW dengan dengan kepribadian yang kuat mampu menanamkan kepuasan dalam jiwa para musuhnya ketika pertama kali bertemu dengan mereka. Dalam gambaran kewibawaan Rasulullah SAW disebutkan bahwa, ?Siapapun yang melihat Rasulullah SAW, maka dia pasti mengaguminya.?
Itulah sifat-sifat yang perlu ada dalam diri pendidik. Yuk, kita latih agar mampu menjadi pendidik teladan.
