Bernas.id – Kelangsungan sebuah organisasi ataupun perusahaan bergantung kepada personel yang menggerakkan roda operasional. Segala cara diupayakan oleh organisasi untuk membuat kebijakan retensi karyawan yang optimal untuk memastikan seluruh operasional berjalan normal. Namun, dengan komposisi karyawan yang saat ini didominasi oleh generasi millenial, organisasi tetap dibayangi oleh angka turnover karyawan yang tinggi. Berikut adalah penyebab mengapa karyawan generasi millenial memutuskan tidak melanjutkan bekerja di suatu organisasi.
1. Beban Kerja
Beban kerja menjadi satu tolak ukur generasi millenial dalam menentukan untuk meneruskan tetap atau hengkang dari sebuah organisasi. Generasi millenial memiliki falsafah hiduo ?work hard, play hard? sehingga mereka akan memilih pekerjaan yang memberikan kebebasan dalam mengatur waktu kerja, termasuk dengan penentuan cuti.
2. Kompensasi
Variasi kompensasi juga menjadi pertimbangan saat menentukan pilihan untuk bertahan atau mengundurkan diri dari satu organisasi. Kompensasi terkait upah tetap tinggi tetap menjadi penarik generasi millenial. Apalagi bila ada organisasi lain yang menawarkan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi dan beban kerja lebih ringan. Generasi millenial pun akan melihat variasi bentuk kompensasi yang diberikan organisasi selain upah.
3. Rekan Kerja
Pergaulan rekan kerja yang tidak kondusif juga membuat generasi millenial memutuskan untuk berhenti dari sebuah organisasi. Terlebih bila kondisi lingkungan dan pergaulan di tempat kerja sering merundung, mengucilkan dan menggosipkan karyawan. Apalagi bila karyawan merasa dirinya tidak diterima, tidak bisa saling sinkronisasi opini dan tidak bisa bersinergi baik dengan rekan kerja
4. Pengaruh Orang Tua
Yang menarik adalah sebagai pribadi yang seharusnya bisa memutuskan sendiri, ternyata banyak keputusan generasi millenial yang dipengaruhi oleh keinginan dan ambisi orang tua. Baik yang berkaitan dengan karir maupun kompensasi yang didapat dari hasil kerjanya. Orang tua yang menentukan apakah gaji cukup atau tidak, apakah karir yang tersedia bisa menaikkan derajad keluarga atau tidak.
5. Fasilitas
Generasi millenial sangat memperhatikan fasilitas yang diberikan oleh organisasi. Yang paling dicari apakah perusahaan menyediakan fasilitas Internet gratis atau memberikan tunjangan kuota internet. Mereka akan melihat apakah ada ruang untuk bisa bersantai, dengan fasilitas ruang santai yang dilengkapi televisi, sofa, mesin kopi dan stok kudapan yang cukup. Bila organisasi tidak menyediakan fasilitas tersebut, retensi karyawan akan sulit dilaksanakan.
Upaya organisasi atau perusahaan dalam mendongkrak tingkat retensi karyawan menjadi tantangan yang harus segera dipecahkan. Mengingat keahlian, pengetahuan, dan pengalaman karyawan menjadi aset penting dalam menjalankan operasional organisasi. Sehingga, dengan mengetahui faktor penyebab karyawan demotivasi kerja ini, organisasi bisa berbenah dan mengurangi angka karyawan yang mengundurkan diri dan membuat tim kerja yang lebih solid.
