BERNAS.ID – Sejak Pemerintah RI mengumumkan adanya 2 orang yang positif terjangkit virus corona atau 2019 Novel Coronavirus, Senin (2/03/2020) lalu, masyarakat Indonesia panik. Salah satunya, terkait kenaikan harga masker hingga ketersediaan masker di Indonesia.
Adanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab malah meresahkan masyarakat Indonesia. Harga masker pun dibandrol dengan harga yang tak masuk akal, dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Pemerintah RI melalui BUMN farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pun bertindak tegas menangani masalah stok dan harga masker.
Pantauan Bernas.id, Kamis (5/03/2020), hingga pukul 11.20 WIB, #HargaMasker2000 masih menjadi Trending Topic Twitter. Apotek Kimia Farma membandrol Rp 2.000 per masker. Begini Cuitan para netizen di Twitter:
?Alhamdulillah kita sekarang ga perlu panik soal harga masker yang melambung tinggi, di Apotik Kimia Farma seluruh Indonesia #HargaMasker2000 rupiah aja. Ga perlu panik lawan Corona, tapi jangan abai 🙂 stay healthy kawan2 NKRI,? cuit pemilik akun @DarijFarah.
?PT Kimia Farma sendiri juga sudah memiliki pasokan masker sebanyak 4.000 dus #HargaMasker2000,? tulis @haizalayf
?Lalu guys Kata Erick, Kimia Farma telah menyediakan Coronavirus corner untuk deteksi dini. #HargaMasker2000,? cuit @AKhulfi
?Tapi guys, Kimia Farma membatasi penjualan masker hanya dua pcs per transaksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan barang. #HargaMasker2000,? tulis @renaalasyifa1
Pembatasan jumlah masker yang dibeli masyarakat ini dimaksudkan untuk menghindari tindakan penimbunan masker. Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengungkapkan, pasokan masker di Kimia Farma sebanyak 215.000 pcs. Selain itu, Kimia Farma masih akan mendatangkan masker untuk memenuhi kebutuhan masker masyarakat Indonesia. Pihaknya juga memastikan harga alat-alat kesehatan lainnya tidak mengalami kenaikan signifikan akibat kabar wabah virus corona di Indonesia. (mta)
