YOGYA, BERNAS.ID – Mbah Lindu, penjual gudeg di Kota Yogyakarta meninggal dunia pada hari Minggu, 12 Juli 2020 di rumahnya sekitar pukul 17:45 WIB. Wanita bernama asli Biyem Setyo Utama itu meninggal dunia dalam usia 100 tahun.
Samasa hidupnya, Mbah Lindu adalah sosok legenda yang berjualan nasi gudeg di Jalan Sosrowijayan, Kecamatan Gedong Tengen, tak jauh dari kawasan Malioboro.
Mbah Lindu dikenal sudah berjualan gudeg sejak zaman Belanda sejak masih remaja. Ia terus berjualan gudeg hingga menjelang akhir hayatnya.
Berita mengenai meninggalnya Mbah Lindu langsung menyebar di berbagai media sosial. Rumah duka di Klebengan, Caturtunggal, E-6, Catur Tunggal, Depok, Kabupaten Sleman pun sudah didatangi pelayat.
Rencananya, Almarhumah akan dikebumikan di Makam Klebengan Caturtunggal Depok Senin (12/7/2020) besok siang pukul 11:00 WIB.
Dalam berita lelayu yang disebarkan oleh dusun tempat tinggalnya, Mbah Lindu dikatakan mempunyai tiga anak yakni Walidjo, Lahono dan Ratiyah. Lalu adik Musiyem dan Jumiyem.
Menurut kabar yang beredar, sekitar 3 tahun lalu tahun 2017, Mbah Lindu sempat menjalani perawatan di RS Panti Rapih Yogyakarta. Setelah sehat Mbah Lindu kembali berjualan dibantu anggota keluarganya di dekat gang di Jalan Sosrowijayan sejak pukul 05:00 hingga habis.
Saking terkenalnya, tiap pagi banyak warga yang rela antri untuk membeli nasi gudeg Mbah Lindu untuk dibawa pulang atau makan di tempat. Profil Mbah Lindu yang legendaris juga pernah ditampilkan dalam serial dokumenter Street Food: Asia yang tayang di Netflix. (den)
