Bernas.id – Menentukan jurusan di perguruan tinggi nyatanya banyak yang kesulitan. Sebagian besar calon mahasiswa tidak mengenali potensi diri. Mereka pun mengambil jurusan yang tidak sesuai passion dan hasilnya bisa jadi kurang memuaskan. Oleh sebab itu sebelum memutuskan mengambil jurusan, pahami terlebih dulu minat dan potensi dalam diri Anda. Sehingga dalam proses belajarnya, kendala akan terminimalisir.
Jika Anda memiliki hobi di ranah design bangunan, itu merupakan salah satu point dalam teknik arsitektur, loh. Jadi, Anda bisa mempertimbangkan untuk masuk jurusan ini. Teknik Arsitektur merupakan cabang seni dan ilmu yang mengajarkan tentang cara men-design bangunan, sehingga bangunan tersebut mempunyai nilai estesis di dalamnya. Mahasiswa di program studi ini akan mempelajari design dan rancangan konstruksi bangunan. Arsitektur lebih cenderung menuangkan ide, konsep, dan design di atas kertas. Dalam Teknik Arsitektur mahasiswa akan mempelajari kekuatan bangunan (firmitasi), estetika atau keindahan bangunan (venustasi), dan fungsi bangunan (utilitas).
Pada umumnya, Arsitektur merupakan bagian dari Fakultas Teknik. Namun, jurusan ini tidak hanya mempelajari hal-hal teknik, tetapi juga seni dan estetika. Anda pernah melihat bangunan-bangunan indah? Bangunan tersebut adalah hasil tangan dingin para arsitek hebat yang bisa menggabungkan fungsi, keindahan, dan kekuatan bangunan. Jurusan Arsitektur sangat cocok bagi Anda yang memiliki ketertarikan pada design dan bangunan, apalagi prospek kerjanya luas, loh. Berikut beberapa prospek kerja lulusan Teknik Arsitektur:
1. Arsitek
Ini adalah profesi yang populer di dunia arsitektur yaitu seorang arsitek, bahkan sangat identik dengan jurusan ini. Karena profesi arsitek sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup pembangunan. Arsitek biasanya bekerja dengan cara membuat design bangunan yang hendak dibangun sesuai permintaan klien. Design dari seorang arsitek menjadi pedoman terbentuknya suatu bangunan. Profesi ini banyak diminati seiring perkembangan pembangunan yang akan terus terjadi inovasi.
2. Kontraktor
Sekilas kontraktor dan arsitek sering disamakan, padahal mereka berbeda. Seorang arsitek hanya bertugas membuat design bangunan. Sementara seorang kontraktor bertugas menterjemahkan design dari seorang arsitek dalam sebuah bangunan. Sama halnya dengan arsitek yang melakukan pekerjaan sesuai permintaan klien, kontraktor biasanya juga melakukan perjanjian atau kontrak dengan klien. Kontrak tersebut mencakup rancangan anggran dana pembangunan, durasi waktu pembangunan, dan lain sebagainya. Kontrak yang terjalin antara kontraktor dengan klien biasanya terikat hukum. Sehingga kontraktor yang melanggar perjanjian dapat dibawa ke ranah hukum.
3. Developer
Adalah instansi perorangan atau perusahaan yang bertugas membuat sebuah perumahan. Developer terbagi menjadi dua jenis, yaitu developer bersubsidi dan developer non subsidi. Developer bersubsidi merupakan developer yang diberi subsidi oleh pihak tertentu untuk membuat perumahan yang terjangkau dan diperuntukkan untuk kalangan menengah ke bawah. Sementara developer non subsidi adalah kebalikannya.
4. Guru atau Dosen Arsitektur
Jangan kira seorang arsitektur hanya berhubungan dengan pembangunan, ya. Jika Anda memiliki keahlian di ranah akademik, menjadi guru atau dosen lebih cocok untuk Anda.
Nah, sudah minat masuk jurusan Teknik Arsitektur? Universitas Mahakarya Asia memiliki program studi Sarjana Teknik Arsitektur. Segera daftarkan diri Anda di Universitas Mahakarya Asia!
