YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto merasa, dalam perjalanan penanganannya sejak Maret 2020, tren positif Covid-19 di DIY terus naik. Menurutnya ini sungguh mengkhawatirkan karena sistem pelayanan dan kesehatan di DIY terbatas.
“Yang dikhawatirkan sistem kesehatan turun. Kalau itu terjadi, pelayanan akan collapse dan tidak bisa dikendalikan,” kata Eko, Rabu (25/11/2020).
Pemda DIY menurutnya harus meningkatkan sistem kesehatan, dengan cara bekerja sama dengan perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan. Karena tenaga kesehatan terbatas, Pemda DIY diminta segera mengangkat relawan atau tenaga bantu dari RS pendidikan atau universitas dengan Fakultas Kedokteran.
“Namun Pemda juga harus memberikan insentif yang cukup. Status honorer atau relawannya lebih baik, tidak seperti sekarang,” katanya.
Ia menambahkan, di DIY hanya ada 27 rumah sakit rujukan Covid-19. Karena itu Pemda DIY harus memperkuat puskesmas menjadi tempat penanganan Covid-19.
“Pemda DIY juga harus melakukan kontrol terhadap yang masuk ke Jogja, karena saat ini hampir tidak diawasi,” katanya.
Pihaknya juga meminta pengawasan ketat pilkada di tiga kabupaten, agar tidak menjadi klaster baru. Selain itu, keamanan dan keselamatan momen liburan akhir tahun menurutnya harus dipikirkan bersama.
“Pemda harus terus memikirkan ketersediaan pangan pada mereka yang terdampak, terutama yang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya. (den)
