Bernas.id – Sebelum melakukan projek atau bisnis maka sebaiknya Anda paham apa saja aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis yang perlu dianalisis guna mendapatkan hasil yang baik dalam membangun usaha.
Sebelum ke aspek-aspek studi kelayakan, alangkah baiknya untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai definisi studi kelayakan bisnis.
Urgensi studi kelayakan bisnis memang harus diprioritaskan untuk mencegah kegagalan usaha. Kegagalan tersebut dapat dicegah apabila Anda menerapkan langkah-langkah studi kelayakan bisnis dengan benar.
Agar dapat membangun bisnis yang tumbuh dan berkembang, beberapa penjelasan terkait informasi studi kelayakan bisnis berikut ini sangat berguna bagi keberlangsungan usaha Anda.
Baca juga: Tips Memulai Bisnis Properti bagi Pemula tapi Sering Diabaikan
Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis merupakan suatu penelitian terkait layak atau tidaknya rencana bisnis guna dijalankan dengan tetap mempertimbangkan resiko yang bisa terjadi yang akan ditimbulkan serta laba yang akan diperoleh. Studi kelayakan bisnis menyelidiki seberapa sukses atau berhasilkah suatu rencana bisnis dijalankan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi misalnya faktor teknologi, ekonomi, hukum serta penjadwalan.
Di bawah ini merupakan definisi studi kelayakan bisnis menurut para ahli yang dapat Anda simak :
1. Studi Kelayakan Bisnis Menurut Rengkuti
Menurutnya, studi kelayakan bisnis dan investasi yaitu kegiatan untuk menganalisis apakah suatu proyek dapat dilaksanakan atau tidak. Adapun proyek bisnis yang dianalisis meliputi proyek bisnis dan proyek invetasi yang bertujuan sebagian bisnis dan sebagian sosial misalnya proyek investasi terkait pembangunan jalan tol, terminal, kawasan industri, dan beberapa proyek investasi lainnya.
2. Studi Kelayakan Bisnis Menurut Ibrahim
Menurut Ibrahim, studi kelayakan binis merupakan aktivitas guna mengukur seberapa manfaat yang bisa dihasilkan dalam melakukan suatu kegiatan proyek atau bisnis. Studi kelayakan bisnis yaitu pengkajian terkait bisa atau tidaknya suatu bisnis. Dengan adanya keberhasilan dianalisis memberi manfaat ekonomis.
3. Studi Kelayakan Bisnis Menurut Suliyanto
Studi kelayakan bisnis merupakan suatu riset yang memiliki tujuan untuk pengambilan keputusan terkait suatu ide bisnis yang layak untuk dilakukan atau tidak. Suatu ide disebutkan layak untuk dilakukan apabila menghasilkan manfaat yang besar untuk semua pihak (stakeholder) dibandingkan dampak buruk yang diciptakan.
4. Studi Kelayakan Bisnis Menurut Jumingan
Studi kelayakan bisnis yaitu suatu penelitian mengenai dapat atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan secara berhasil. Sebuah proyek memiliki makna suatu pendirian atau pengenalan barang/jasa yang baru ke dalam suatu produk yang telah ada pada saat ini.
5. Studi Kelayakan Bisnis Menurut Sunyoto
Studi kelayakan bisnis merupakan riset terhadap projek yang tidak hanya untuk menilai layak atau tidaknya suatu bisnis (project) dibangun, akan tetapi juga dioperasikan secara rutin guna untuk pencapaian keuntungan yang banyak untuk waktu yang tidak ditentukan.
Baca juga: Inilah Bisnis Franchise yang Paling Menguntungkan
Pengertian Bisnis

Kata “bisnis” berasal dari bahasa inggris yaitu busy yang mempunyai arti sibuk, dan untuk business memiliki arti kesibukan. Menurut Suliyanto (2010) pengertian bisnis adalah semua aktivitas yang telah direncanakan serta dijalankan oleh perorangan ataupun kelompok dengan cara menciptakan, melakukan pemasaran barang atau jasa yang mempunyai tujuan mencari keuntungan ataupun tidak.
Bisnis Berdasarkan Tujuan
Bisnis umumnya bergerak untuk mencapai banyak tujuan, baik yang berbentuk usaha ataupun proyek, hal tersebut dengan melihat tujuan bisnis yang akan dilakukan.
Menurut Suliyanto (2010) bisnis dilihat dari tujuannya dapat digolongkan menjadi beberapa bagian :
1. Bisnis yang Bertujuan untuk Mencari Keuntungan
Bisnis ini dijalankan atau didirikan guna untuk mnecari keuntungan guna untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik bisnis/ usaha serta karyawan yang bekerja. Dengan mendapatkan keuntungan dapat mengembangkan usaha di masa lebih lanjut. Contoh : perusahaan rokok, perusahaan bimbingan belajar, perusahaan pembuat sepatu, tas dan lain sebagainya.
2. Bisnis yang Tidak Bertujuan untuk Mencari Keuntungan
Bisnis yang dijalankan ataudidirikan dengan tujuan untuk kepentingan sosial, misalnya yayasan sosial yatim piatu, yayasan sosial untuk orang jompo serta yayasan sosial untuk penyandang cacat.
Baca juga: Halo Pengusaha, Mulailah Digitalisasi Bisnis agar Tidak Ditinggal Pelanggan
Bisnis Berdasarkan Jenis Kegiatan
Menurut Suliyanto (2010) bisnis bergerak dengan berbagai kegiatan baik yang bersifat mencari keutungan (profit), sosial, atau yang mempunyai sifat keduanya (profit dan sosial). Bisnis berdasarkan jenis kegiatannya dapat diklasifikasikan menjadi 4 golongan yaitu :
1. Bisnis Ekstraktif
Bisnis ekstraktif merupakan bisnis yang bergerak dalam melakukan penggalian barang- barang tambang. Contoh : perusahaan pertambangan emas, perusahaan pertambangan minyak dan perusahaan pertambangan kapur dan lain sebagainya.
2. Bisnis Agraris
Pengertian dari Bisnis Agraris merupakan bisnis yang bergerak dalam bidang pertanian yang meliputi peternakan, perikanan,perkebunan, kehutanan, dan yang lainnya. Contoh : perkebunan teh, perkebunan tembakau, peternakan sapi, ayam, tambak udang, dan yang lain sebagainya.
3. Bisnis Industri
Pengertian Bisnis Industri yaitu bisnis yang bergerak dalam bidang pengolahan atau manufaktur. Bisnis ini memiliki tujuan mengubah barang- barang yang tidak berguna menjadi barang yang lebih berguna. Contoh : pabrik pakaian, pabrik baja, pabrik sepeda motor, pabrik kerajinan rumah tangga, pabrik makanan, dan yang lainnya.
4. Bisnis Jasa
Bisnis jasa yaitu bisnis yang bergerak dalam hal penyediaan produk yang tidak berwujud misalnya jassa dalam bidang kesehatan, jasa dalam bidang pendidikan,biro perjalanan, lembaga pendidikan dan yang lain sebagainya.
Baca juga: Menciptakan Peluang Bisnis, Bisa Dilakukan Sekarang Juga
Beberapa Aspek Studi Kelayakan Bisnis

Dalam melakukan studi kelayakan bisnis, terdapat beberapa aspek yang wajib untuk diteliti. Berikut ini merupakan aspek-aspek yang akan diteliti saat melakukan studi kelayakan bisnis yaitu antara lain :
1. Aspek Hukum Atau Legalitas
Legal merupakan salah satu aspek yang tentunya diteliti pada saat melakukan studi kelayakan bisnis. Aspek ini berhubungan terhadap semua hal yang berkaitan dengan ketentuan hukum atau legalitas pada saat mendirikan perusahaan.
Adapun poin- poin yang dianalisis dalam aspek hukum yaitu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), izin lokasi, surat tanda daftar perusahaan, akte pendirian notaries, SUP (Surat Izin Usaha) dan sebagainya.
2. Aspek Ekonomi dan Budaya
Dalam aspek ekonomi dan budaya, studi kelayakan mengkaji dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan di kondisi sekitar. Sedangkan dari sisi budaya, studi kelayakan bisnis akan mengkaji atau menilai bagaimana sutu perusahan mempengaruhi adat istiadat di daerah sekitar. Dan untuk sisi ekonomi, analisis yang dilaksanakan yaitu bagaimana perusahaan berdampak terhadap tingkat pendapatan di suatu wilayah tempat dimana perusahaan didirikan/dibangun.
3. Aspek Pasar dan Pemasaran
Saat melakukan studi kelayakan aspek pasar dan pemasaran merupakan aspek dasar yang wajib diteliti. Tujuan analisis aspek pasar dan pemasaran supaya mampu untuk menjawab pertanyaan apakah produk yang diproduksi perusahaan mempunyai peluang yang besar atau tidak.
Guna menjawab pertanyaan tersebut, terdapat beberapa hal yang wajib dipertimbangkan yaitu kemampuan pasar, daya beli masyarakat, jumlah konsumen, segmentasi, kondisi persaingan atas industri tersebut dan yang lain.
Baca juga: Ingin Bisnis Ekspor Modal Kecil Anti Gagal? Ini Strateginya!
4. Aspek Manajemen
Ini merupakan aspek dasar yang wajib untuk dianalisis dalam melakukan studi kelayakan. Aspek manajemen berhubungan erat dengan operasional perusahaan baik itu pembangunan ataupun pengembangan. Dari aspek yang sebelumnya telah dibahas, aspek manajemen adalah aspek yang mempunyai jangkauan yang luas.
Hal tersebut disebakan karena seluruh hal yang berhubungan dengan operasional perusahaan ikut dalam bagian aspek manajemen, yaitu dari manajemen sumber daya sampai financial perusahaan.
5. Aspek Keuangan
Hal utama yang wajib dimiliki sebelum membangun usaha bisnis yaitu modal. Dengan demikian, aspek keuangan merupakan faktor penentu bisnis anda, , apakah bisnis anda akan berjalan dengan lancar atau tidak untuk masa kedepannya. Dengan demikian, lakukan proses penganggaran guna untuk melaksanakan perencanaan bisnis yang siap untuk dibangun.
Baca juga: Alasan Pentingnya Membuat Website untuk Bisnis di Tahun 2022
Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Tentunya seorang pebisnis memiliki tujuan dalam melakukan studi kelayakan. Adapun tujuan utamanya yaitu untuk menilai apakah sebuah bisnis memiliki peluang untuk tetap lanjut atau bisa berhenti pada waktu tertentu.
Seperti yang kita ketahui seseorang yang ingin membangun usaha tentunya mempunyai cita-cita usahanya sukses, lancar dan berhasil. Akan tetapi seorang pebisnis tanpa melakukan studi kelayakan maka bagaikan menerjang medan yang tidak diketahui dan tidak mempunyai petunjuk apapun.
Hal seperti itu pastinya akan berdampak buruk bagi seorang pebisnis sehingga projek atau usahanya gagal. Tapi, dengan pebisnis melakukan studi kelayakan maka seorang pebisnis mejadi tahu apakah usaha yang didirikan atau dibangun akan bisa berlanjut atau tidak. Hal tersebut dapat membantu seorang pebisnis untuk melakukan pengambilan keputusan.
Baca juga: Beasiswa Calon Pengusaha Terbaru di Unviersitas Mahakarya Asia
Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

Banyak manfaat yang diperoleh dari pebisnis yang melakukan studi kelayakan sebelum membangun usaha dan hal ini sebaliknya bagi pebisnis yang tidak melakukan studi kelayakan sebelum membangun usaha.
Adapun manfaat studi kelayakan bisnis yaitu antara lain :
1. Memperkecil Risiko Kerugian
Saat melakukan suatu bisnis, terdapat banyak hal yang tidak diprediksi. Dengan begitu, pebisnis wajib untuk menyiapkan seluruh hal untuk menanggulangi seluruh hal yang bisa terjadi di masa yang akan datang.
Pebisnis yang melakukan studi kelayakan, maka sudah meminimalisir risiko yang mungkin bisa terjadi pada perusahaan, entah itu risiko yang bisa dikendalikan ataupun resiko yang tidak bisa dikendalikan. Sehingga misalkan perusahaan mengalami kerugian maka kerugian yang diterima tidak terlalu besar.
2. Mempermudah Perencanaan Bisnis
Pebisnis saat melakukan kelayakan bisnis maka akan memperoleh banyak informasi yang berkaitan dengan bisnis yang akan dibangun baik itu informasi terkait kelebihan ataupun kekurangan bisnis.
Dengan melakukan analisis maka pebisnis dapat lebih mudah dalam melaksanakan perencanaan di masa yang akan datang. Selain itu, dengan melakukan studi kelayakan maka pebisnis mampu untuk melakukan perencanaan kegiatan yang dapat memberikan suatu keuntungan atau laba bagi perusahaan.
Baca juga: Kampus Pengusaha Ada di Jogja, Begini Kata Pengusaha tentang UNMAHA
3. Melancarkan Pelaksanaan Bisnis
Program- program yang sebelumnya direncanakan dengan melalui analisis kelayakan bisnis maka program tersebut dapat dilakukan lebih mudah serta akurat. Dengan adanya analisis maka pebisnis bisa mengukur serta mengevaluasi program dan kebijakan mana saja yang mampu untuk memberikan keutungan serta kerugian bagi perusahaan.
Sehingga, dalam pelaksanaan bisnis menjadi lebih mudah untuk diwujudkan dan seluruh program atau rencana akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Dengan dilakukan analisis kelayakan bisnis, projek- projek yang sebelumnya sudah direncanakan dapat diselesaikan lebih cepat dan mudah. Selain itu, dengan mengetahui hasil analisis maka pebisnis dapat untuk mengukur/menilai serta melakukan evaluasi program mana saja dan kebijakan yang menghasilkan keuntungan/ laba serta kerugian untuk perusahaan.
4. Mempermudah dalam Melakukan Pengawasan
Saat melakukan studi kelayakan bisnis, terdapat beberapa aspek yang dianalisis. Dari hasil laporan yang telah dianalisis maka beberapa aspek tersebut bisa digunakan bagi pebisnis untuk melaksanakan suatu pengawasan.
Tidak hanya pengawasan dari internal, suatu perusahaan harus mendapat pengawasan dari eksternal juga. Dengan melalui analisis studi kelayakan, pihak yang memiliki kewenangan akan lebih mudah dalam melaksanakan pengawasan yang berdasarkan dari hasil analisis tersebut.
5. Mempermudah Dalam Pengendalian
Pada kenyataan nya seorang pebisnis dalam menjalankan bisnis sering sekali menjumpai adanya masalah dan penyimpangan. Supaya masalah tidak menjadi lebih besar maka pebisnis wajib untuk bisa mengendalikan masalah yang dialami dengan cepat serta tepat.
Pengendalian masalah ini bisa dilakukan dengan benar apabila pebisnis melakukan studi kelayakan bisnis. Laporan serta hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menetapkan aspek mana yang menjadi masalah. Dengan begitu, pebisnis dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Stock Opname Gratis untuk Manajemen Bisnismu
Langkah-langkah Studi Kelayakan
Langkah-langkah dalam melakukan studi kelayakan bisnis menurut Suliyanto (2010) yaitu sebagai berikut :
1. Penemuan Sebuah Ide Bisnis
Tahap pertama yaitu tahap penemuan ide. Tahap ini merupakan tahap dimana seseorang telah menemukan ide baru dalam bisnis. Munculnya ide bisnis karena bisnis dianggap mempunyai prospek yang bagus dan baik. Sumber ditemukannya ide yaitu dari hasil bacaan, dari adanya pengamatan terhadap pihak lain, dari media masa ataupun berdasarkan dari pengalaman.
2. Melakukan Studi Pendahuluan
Tujuan melakukan studi pendahuluan yaitu guna mendapatkan suatu gambaran umum adanya peluang dalam bisnis dari ide bisnis yang telah ditemukan. Hal ini juga termasuk prospek dan kendala yang bisa terjadi saat menjalankan bisnis.
3. Membuat Perancangan/Desain Studi Kelayakan
Setelah menemukan gambaran mengenai peluang bisnis dari ide bisnis. Langkah berikutnya yaitu dengan membuat desain studi kelayakan yang terdiri dari aspek apa yag akan diteliti, responden, teknik dalam melakukan pengumpulan data, pembuatan kuesioner, alat analisis data, membuat anggran untuk studi kelayakan hingga desain laporan akhir.
Baca juga: Daftar Startup Terbesar Berbagai Bidang di Indonesia 2021
4. Pengumpulan Data
Dalam melakukan pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan observasi, interview/wawancara, atau kuesioner. Sedangkan untuk sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder.
5. Analisis serta Interprestasi Data
Dalam melakukan analis data dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif atapun analisis kuantitatif.
6. Membuat Kesimpulan dan Rekomendasi
Dalam mmebuat kesimpulan didasarkan atas hasil analisis yang telah dilakukan guna untuk mengambil keputusan ide mana saja yang layak dan tidak layak berdsarkan aspek-aspek yang telah diteliti.
7. Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis
Format dalam penyusunan laporan studi kelayakan bisnis harus sesuai dengan pihak- pihak berkepentingan dengan studi kelayakan bisnis.
Baca juga: Mengenal Skala Ekonomis, Efisiensi Bisnis Untuk Tingkatkan Keuntungan
Pihak yang Membutuhkan Studi Kelayakan Bisnis
Adanya studi kelayakan bisnis sebelum memulai usaha memang tidak sekedar dibutuhkan oleh pebisnis. Berikut ini adalah beberapa pihak yang juga membutuhkan studi kelayakan usaha :
1. Investor
Apabila hasil studi kelayakan bisnis yang sudah disusun/dibuat layak untuk dijalankan maka pendanaannya bisa dimulai untuk dicari. Sebagai contoh dengan mencari investor yang mau untuk berinvestasi terhadap proyek yang akan dijalankan/dikerjakan.
2. Kreditor
Dalam melakukan bisnis, pendanaan bisa juga diperoleh melalui bank. Disini pihak bank akan melakukan pengkajian ulang terhadap studi kelayakannya yang sudah dibuat serta mempertimbangkan hal- hal lain, misalnya kejujuran serta kemampuannya dan perusahaan memiliki jaminan yang pasti sebelum pihak bank memberikan kredit kepada perusahaan.
3. Pihak Manajemen Perusahaan
Penyusunan/pembuatan studi kelayakan ini bisa dibuat oleh pihak eksternal perusahaan. Manajemen perusahaan merupakan project leader, maka dari itu manajemen harus mempelajari studi kelayakan, hal ini guna untuk melakukan pengalokasian dana misalnya berapa yang harus dialokasikan dari modal sendiri, investor serta dari kreditor.
Baca juga: Investasi Kavling Menguntungkan Jonggol – Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan
4. Pemerintah dan Masyarakat
Dalam penyusunan studi kelayakan ini perlu memperhatikan beberapa kebijakan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Hal ini karena mau bagaimanapun pemerintah baik secara langsung ataupun tidak langsung sangat mempengaruhi kebijakan perusahaan.
Demikan informasi menganai pentingnya melakukan studi kelayakan sebelum menjalankan sebuah bisnis sehingga para pebisnis mampu untuk meminimalisir terjadinya kerugian saat menjalankan usaha.
