Bernas.id – Inflasi adalah salah satu efek yang terjadi di masa pandemi Covid-19 saat ini. Inflasi merupakan keadaan perekonomian suatu negara mengalami kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang. Namun , jangan panik dulu ! Yuk, kenali lebih dekat apa itu Inflasi.
Apa Yang Dimaksud Dengan Inflasi ?
Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang terjadi di suatu negara di mana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang. Jika Inflasi terjadi maka akan sangat berpengaruh karena akan menentukan harga pasar dari semua yang Anda butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Inflasi juga sangat berpengaruh bagi para pengusaha karena berkaitan dengan operasional perusahaan.
Apa Yang Menyebabkan Terjadinya Inflasi ?
Inflasi yang terjadi di masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya :
Peningkatan Jumlah Permintaan
Saat permintaan atau Demand meningkat pada suatu jenis produk atau jasa tertentu namun stok barang yang tersedia di pasaran tidak memadai maka otomatis harga menjadi naik. Kenaikan yang terus menerus inilah yang menyebabkan terjadinya Inflasi.
Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Mengendalikan Inflasi
Peningkatan Biaya Produksi
Biaya produksi akan naik jika terjadi kenaikan bahan baku, biaya listrik dan juga upah pegawai. Inflasi ditakutkan akan terjadi ketika semua bahan baku yang diperlukan mengalami kelangkaan, sedangkan upah tenaga kerja terus naik mengikuti UMR yang ditetapkan pemerintah.
Peredaran Uang
Hal lainnya adalah karena naiknya harga beli masyarakat sedangkan stok di pasaran tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan. Kemudian menyebabkan jumlah uang yang beredar di masyarakat menjadi banyak maka hal tersebut dapat memicu terjadinya Inflasi.

Apa Saja Jenis – Jenis Inflasi?
Jika Inflasi terjadi maka akan menimbulkan dampak bagi perekonomian suatu negara, di antaranya inflasi bisa menggerus daya beli masyarakat. Masyarakat menjadi irit dan mengurangi kegiatan berbelanja. Sehingga, jika masyarakat mengurangi belanja, otomatis pertumbuhan ekonomi akan bergerak lambat atau stagnan. Karena itu, pahami jenis – jenis Inflasi yang dapat terjadi berikut ini :
Inflasi Berdasarkan Dampak Ekonomi
Inflasi ringan dimana inflasi masih dapat dikendalikan dan belum begitu mengganggu perekonomian suatu negara. Kenaikan harga barang/jasa secara umum terjadi di bawah 10% per tahun dan dapat dikendalikan.
Inflasi sedang, kondisi ini dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan tetap, tetapi belum membahayakan aktivitas perekonomian negara. Inflasi sedang berada di kisaran kenaikan harga 10%–30% per tahun.
Inflasi berat di mana dapat mengakibatkan kekacauan perekonomian di suatu negara. Masyarakat akan lebih memilih menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunganya jauh lebih rendah ketimbang nilai inflasi. Kenaikan harga sebab inflasi ini ada di besaran 30%–100% per tahun.
Inflasi sangat berat akan membuat perekonomian suatu negara kacau dan sangat sulit untuk dikendalikan. Pemerintah akan melakukan kebijakan moneter dan fiskal untuk mencegah inflasi ini berada di kisaran 100% ke atas per tahun.
Baca juga: Kendalikan Bahan Pangan, Kunci Untuk Menjaga Inflasi

Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
Demand pull inflation: Inflasi jenis ini terjadi karena permintaan akan barang atau jasa jauh lebih tinggi dari ketersediaan produk.
Cost push inflation: Keadaan ini terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik.
Bottle neck inflation: Sementara untuk inflasi jenis ini merupakan campuran yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan
Inflasi Berdasarkan Sumbernya
Inflasi Berasal dari Domestik: Bersumber dari dalam negeri dan terjadi saat jumlah uang di masyarakat jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
Inflasi Berasal dari Luar Negeri: Inflasi ini terjadi karena disebabkan karena harga barang-barang impor atau yang berasal dari luar negeri semakin mahal karena adanya kenaikan harga di negara asal barang itu diproduksi
