YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemda DIY bakal memberikan obat-obatan gratis bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Upaya ini dilakukan akibat banyaknya pasien isolasi mandiri (isoman) yang meninggal dunia akibat penuhnya rumah sakit dan shelter.
Berdasarkan data dari Posko Dukungan Operasi Satuan Tugas COVID-19 DIY sejak 1 Juni sampai 9 Juli 2021 tercatat jumlah pemakaman dengan protokol kesehatan sebanyak 1.002 jenazah. Dari jumlah tersebut yang meninggal dunia di rumah sakit sebanyak 856 orang dan meninggal di rumah saat isolasi mandiri sebanyak 147 orang.
Khusus pada 9 Juli 2021 atau dalam sehari total yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol kesehatan ada 92 pasien. Dari jumlah tersebut yang meninggal di rumah sakit sebanyak 59 orang dan yang meninggal di rumah saat menjalani isolasi mandiri sebanyak 33 pasien.
Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Wahyu Pristiawan Buntoro mengungkapkan, jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan tidak semuanya terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada juga yang suspect dan probable,” ungkapnya, Selasa (13/7/2021).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, kadarmanta Baskara Aji mengakui banyak pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri terutama yang tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan karena keterbatasan rumah sakit dan shelter. Menurut dia bisa jadi yang meninggal karena isoman kurang terkontrol oleh petugas kesehatan.
Karena itu dalam waktu dekat ini Pemda DIY menurutnya akan menyalurkan obat-obatan khusus bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri dan layanan kesehatan. Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara daring pada Senin (12/7/2021) malam.
Baca juga: Pemda DIY Akui Belum Alokasikan Bantuan untuk Yang Isolasi Mandiri
Dalam pertemuan tersebut membahas rencana pembagian obat bagi para isoman. Pola penyaluran obat bagi pasien isoman nantinya mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) membuat laporan ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat. Nantinya puskesmas akan melapor lewat Kodim karena obat dari Kimia Farma disalurkan lewat Korem dan Kodim untuk Jawa dan Bali.
“Jogja sudah punya pengalaman bagi vitamin mekanisme sama, dulu dari Dinas Kesehatan DIY, kalau ini dari Kodim dan Korem,” ungkap Aji.
Walau demikian, dia tidak menyebutkan jumlah pasien COVID-19 saat ini yang menjalani isolasi mandiri karena data fluktuatif ada yang sudah sembuh dan ada yang belum.
Baskara Aji lantas meminta kepada warga yang menjalani isoman untuk melapor ke puskesmas agar petugas bisa mendata dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala. Ia juga berharap agar Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW untuk berpartisipasi mendampingi pasien isoman. (den)
