Bernas.id- Society 5.0 adalah konsep society yang lebih berpusat pada manusia (human centered) untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi. Sejarah peradaban manusia memang berkembang pesat.
Untuk memahami apa itu society 5.0, kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana peradaban manusia berkembang. Namun untuk memahami fase perkembangan manusia, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat dan makna dari society.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup terikat oleh suatu kebudayaan tertentu. Sementara itu, society adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris. Kata tersebut memiliki terjemahan “masyarakat” , “perkumpulan”, “perhimpunan”, atau “lembaga” dalam Bahasa Indonesia.
Ketika mempelajari sejarah peradaban manusia, kita juga akan menemui istilah civil society atau masyarakat madani. Masyarakat madani adalah jaringan atau komunitas yang berdiri di antara individu dan negara modern. Karakteristik masyarakat madani adalah menjamin adanya kebebasan individu dan kestabilan yang ada di dalam masyarakat. Setelah memahami istilah tersebut, kini tiba saatnya kita mempelajari bagaimana sejarah peradaban manusia.
Tahap Perkembangan Masyarakat
Dalam sebuah acara Mahakarya International Webinar yang diadakan oleh Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), dijelaskan bahwa ada beberapa fase yang terjadi dalam evolusi manusia. Berikut fase tersebut:
1. Society 0.1
Pada masa society 0.1, manusia sebagai makhluk individu yang hidup dengan berburu dan berpindah-pindah tempat. Di fase ini, manusia adalah makhluk yang dapat membuat peralatan sederhana dan memanfaatkan kekuatan alam untuk memasak dan mengusir predator. Manusia juga belum menjadi makhluk sosial yang hidup dengan sistem kompleks.
2. Society 2.0
Di masa ini, manusia adalah makhluk yang mulai hidup di satu tempat dan membangun peradaban yang lebih kompleks. Masa ini juga disebut revolusi agrikultur di mana manusia mulai menjadi makhluk sosial dengan sistem yang lebih kompleks.
3. Society 3.0
Pada masa ini manusia telah mengenal teknologi informasi. Manusia mulai bekerja di pabrik dengan sistem upah dan kapitalisme pun menjadi akar kemajuan zaman. Sayangnya, kapitalis telah memicu ketimpangan sosial dan pencemaran lingkungan.
4. Society 4.0
Di masa society 4.0, kegiatan manusia telah berbasis internet dan komputer. Manusia menggunakan teknologi digital, mulai dari digitalisasi pendidikan sampai digital marketing.
5. Society 5.0
Nah, fase inilah yang saat ini sedang kita hadapi. Fase society 5.0 adalah fase dimana semua yang terjadi di dunia berpusat pada manusia. Jadi, semua teknologi yang ada digunakan untuk memudahkan kehidupan manusia. Society 5.0 adalah gagasan dari Jepang yang digunakan untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat dengan berlandaskan pada prinsip human centered.
Baca juga: Mengenal Design Thinking: Definisi, Asal-Mula, dan Tahapan Pengaplikasiannya
Bagaimana cara manusia bertahan di era society 5.0?
Dihubungi secara terpisah, rektor UNMAHA Ferro Ferizka, juga mengatakan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan manusia bisa survive di era society 5.0 ini. Menurutnya, kunci utama agar manusia bisa survive di era society 5.0 adalah relevansi.
“Relevansi bisa dibangun dari belajar tekun dan menciptakan karya yang berguna untuk bangsa dan dunia,” ucapnya.
Selain itu, Ferro juga menyarankan agar kita terus membangun jejaring agar bisa survive di era society 5.0 ini. Menurutnya, kita harus memiliki jejaring , baik internasional dan nasional, agar tidak menjadi katak dalam tempurung.
“Dengan membangun jejaring, kita juga bisa belajar atau memanfaatkan kemajuan dari negara lain yang sudah lebih mau agar kita bisa melompat dari segi kualitas,” tambahnya.
Hal yang tak kalah penting agar bisa survive di era society 5.0 ini adalah kemampuan untuk mendengar dan kerendahan hati untuk melihat perubahan.
Menurut Ferro, perubahan selalu terjadi lebih cepat. Oleh karena itu, kita tidak bisa menganggap diri kita sebagai orang yang paling tahu.
“Kita harus sebanyak mungkin belajar dari yang lain dan belajar mengadopsi hal-hal baru dari skala kecil dahulu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, UNMAHA mengadakan “Mahakarya International Webinar” bertajuk Opportunities and Challenges for Entrepreneur in the field of Information Technology in the Industrial era 5.0.
Acara tersebut menjabarkan kesempatan dan tantangan yang akan dihadapi para entrepreneur di era society 5.0. Rektor UNMAHA, Ferro Ferrizka, yang merupakan lulusan Macquarie University menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut.
“Acara tersebut bertujuan untuk menginspirasi dan membuka UNMAHA para akademisi di lingkungan UNMAHA dan luar UNMAHA agar bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi era society 5.0,” ungkapnya.
Menurut Ferro, event ini berbeda dari acara lainnya karena menghadirkan pembicara dari luar Indonesia, yaitu Belanda, Amerika, dan Jerman.
“Negara-negara tersebut sudah jauh lebih baik dari Indonesia dalam menghadapi revolusi Industri. Jadi, kita bisa belajar dari mereka,” ucapnya.
Baca juga: Perjalanan Kaprodi Arsitektur UNMAHA Raih Beasiswa di Inggris
Pentingnya jiwa wirausaha atau Entrepreneurship
Dalam kesempatan tersebut, Ferro juga menekankan bahwa jiwa wirausaha atau entrepreneurship wajib dimiliki oleh mahasiswa. Karena itu, kewirausahaan menjadi program unggulan yang ada di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA).
“Profesi masa depan adalah entrepreneurship. Apapun profesimu, entrepreneurship adalah caramu,” ucapnya.
Entrepreneurship adalah tindakan menciptakan bisnis sembarimembangun dan meningkatkannya untuk menghasilkan keuntungan. Hal ini bisa kita lakukan dengan menciptakan produk atau karya inovatif agar menghasilkan perubahan sosial.
Entrepreneurship adalah tentang membangun kehidupan dengan cara kita sendiri tanpa intervensi orang lain. Ekonomi didukung oleh inovasi. Banyak dari inovasi itu berasal dari individu berpikiran maju yang memiliki dorongan, keterampilan, dan latar belakang untuk mengubah visi bisnis menjadi kenyataan.
Entrepreneurship yang diaplikasikan dengan baik bisa berdampak positif pada masyarakat luas hingga dunia. Selain membantu mendorong inovasi, entrepreneurship juga membantu mendorong pembangunan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja.
Membangun Jiwa Entrepreneurship
Untuk membangun jiwa entrepreneurship, hal utama yang harus kita miliki adalah jiwa kepemimpinan atau leadership. Pengusaha harus bisa ide menjadi produk atau layanan yang memiliki nilai bagi pelanggan.
Setiap langkah dalam proses, mulai dari membuat rencana bisnis hingga mencapai profitabilitas, membutuhkan berbagai keterampilan organisasi dan interpersonal, yang semuanya bergantung pada kepemimpinan.
Setelah itu, hal berikutnya yang kita butuhkan untuk membangun jiwa entrepreneurship adalah komunikasi interpersonal (interpersonal communication) dan pemahaman akan perilaku dalam organisasi.
Komunikasi sangat penting bagi pengusaha karena membuat agar semua hal berjalan lebih efektif. Keterampilan komunikasi digunakan untuk menutup penjualan, meningkatkan moral karyawan, menyelesaikan konflik, dan negosiasi kontrak.
Sementara itu, kemampuan akan memahami perilaku manusia juga diperlukan agar kita bisa mengelola SDM di dalam perusahaan sehingga strategi bisnis berjalan lancar.
Semua skill tersebut perlu kita pupuk sedini mungkin agar jiwa entrepreneurship bisa mengakar dalam diri kita. Dengan begitu, kita bisa siap menghadapi apapun tantangan yang terjadi dalam dunia kerja.
Untuk membangun jiwa entrepreneurship kita juga bisa memilih perguruan tinggi berbasis kewirausahaan sebagai tempat menimba ilmu, salah satunya UNMAHA.
Mata kuliah di UNMAHA telah didesain khusus untuk melatih jiwa entrepreneurship mahasiswa di dalamnya. Kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan UNMAHA juga selalu berupaya untuk meningkatkan skill para akademisi di lingkungannya.
“UNMAHA merupakan kampus pencetak pengusaha. Jadi, seluruh prodi dan mata kuliah yang ada di susun dengan kurikulum khusus agar lulusannya bisa menjadi pribadi mandiri. Apapun profesi yang mereka jalani, nantinya mereka sudah siap terjun langsung ke dunia kerja,” ucapnya.
Bagi Anda yang ingin kerja sambil kuliah, UNMAHA juga menyediakan kelas karyawan yang dilaksanakan setiap malam. Bagi Anda yang ingin tahu manfaat dan tips kuliah sambil kerja, cek saja di artikel ini Kuliah Sambil Kerja: Manfaat, Tips, dan Kelas Karyawan Terbaik.
