SLEMAN, BERNAS.ID- Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mengalokasikan anggaran besar tahun 2026, mencapai Rp108 miliar. Anggaran ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2025 sebesar Rp57 miliar di tengah lonjakan harga aspal akibat gejolak global.
Anggaran miliaran tersebut akan menyasar perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, gorong-gorong.Tahun 2026 ini, pembangunan akan difokuskan pada 11 ruas jalan sepanjang 11,8 km dengan nilai Rp45,4 miliar. Titik prioritas perbaikan antara lain Jalan Krapyak–Wonosari, Ngawen–Kenteng, serta jalur evakuasi Sentukan yang akan diganti konstruksi beton karena sering dilalui truk bermuatan berat.
Selain itu, Pemkab Sleman juga memberi perhatian khusus pada jalan desa. Dengan payung hukum baru, Perbub No. 16 Tahun 2026, Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan desa. Rata-rata tiap desa akan menerima Rp100 juta.
Data terkini menunjukkan total panjang jalan kabupaten Sleman mencapai 733 km dengan tingkat kemantapan 68 persen.
Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin mengatakan kebijakan perbaikan ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati. Dikatakannya, anggaran perbaikan meningkat dua kali lipat daripada tahun 2025.
“Jalan yang halus, mobilitas barang, jasa, hingga pariwisata akan lebih lancar. Ekonomi daerah pun ikut bergerak,” terangnya dalam konferensi pers, Selasa (12/5).
Ia mengatakan kenaikan anggaran memang signifikan dibanding tahun sebelumnya sebagai komitmen Bupati dan Wakil Bupati karena berdampak pada peningkatan pelayanan barang dan jasa sehingga meningkatkan perekonomian. (jat)
