JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan pandemi virus corona (Covid-19) masih terkendali sehingga memberangkatkan secara perdana 419 jemaah umrah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2022). Kemenag pun mengklaim punya cara mitigasi sendiri untuk mencegah varian Omicron.
Kemenag menyampaikan sebelumnya Pemerintah memiliki rencana awal dengan pemberangkatan umrah pada tanggal 13 Desember 2021 lalu, tapi Kemenag menahan dan membatalkan rencana tersebut berdasarkan kondisi pandemi Covid-19 akhir tahun 2021.
Baca Juga Berangkatkan Rombongan Umroh 84 Orang, Asosiasi Kena Teguran Keras Kemenag
Namun, situasinya, Pemerintah Saudi masih mengizinkan dan Pemerintah Indonesia tak melarang. “Situasi saat ini terkendali sehingga Kemenag memiliki tugas untuk memitigasi dampaknya dengan penerapan protokol yang ketat,” tutur Direktur Jendral Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kemenag, Hilman Latief.
“Kita lihat bulan Januari apa yang akan terjadi, ternyata pemerintah Saudi masih menerima. Umrah masih ratusan ribu di sana,” ujarnya.
Hilman pun mengaku Pemerintah cemas karena varian omicron tengah merebak di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa Kemenag akan memitigasi dengan prosedur protokol kesehatan ketat, salah satunya penerapan kebijakan one gate policy atau kebijakan umrah satu pintu dengan berangkat dan pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta.
“Kita melakukan PCR jelas dari lembaga yang direkomendasikan. Mereka juga begitu mendarat akan dikarantina maksimal. Di sana peraturan Saudi sudah ketat. Pulangnya ada screening. Ada karantina lagi, PCR berkali-kali dan itu mitigasi,” katanya.
Baca Juga Pemerintah Terus Berupaya Membuka Pintu Ibadah Umroh bagi Jemaah Indonesia
Di samping itu, Hilman mengatakan Kemenag akan memberangkatkan sekitar 500 calon jemaah di tahap awal dan masih ada 59 ribu orang yang mengantre. “Jadi ini umrah istimewa. Umrah rasa haji dan umrah kebangsaan,” kata dia.
Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mencabut larangan terbang atau suspend penerbangan dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021. Ini menjadi penerbangan perdana usai penerbangan umrah dari Indonesia ditutup pada Februari 2021 lalu akibat penyebaran virus Covid-19. (jat)
