BERNAS.ID – Nama Allison Backer mungkin cukup familiar bagi pengemar klub sepak bola The Reds, Liverpool. Sejak kedatanggannya menyusul Mohammed Salah dari AS Roma pada 2018 itu kini ia menjadi salah satu sosok andalan di bawah mistar Liverpool dalam mengarungi kompetisi.
Pemilik nama lengkap Allison Ramses Becker ini lahir dari keluarga menengah pada 2 Oktober 1992 di Rio Grande Do Sul, Brasil. Ia dilahirkan dari pasangan Jose Agostinho Becker dan Magali Rilo De Souza. Ayahnya merupakan seorang pengusaha property sukes, sementara sang ibu fokus mengurus rumah tangga.
Baca juga: Takumi Minamino, Gelandang Serang Liverpool Pertama Asal Jepang
Allison kecil tumbuh bersama kakak laki-lakinya, bernama Muriel Backer. Sejak kecil, Allison Backer sudah menunjukkan minatnya terhadap sepakbola. Minat sang anak rupanya didengar oleh kedua orang tuanya.
Hingga akhirnya ia mendaftarkan Allison ke akademi sepak bola di negaranya bernama Internacional kala usianya 10 tahun. Orang tua Allison pun beranggapan bahwa akademi klub Internacional adalah tempat terbaik untuk mengawali karir sebagai pesepak bola bagi anak mereka.
Daftar Isi :
- Tentang Allison Backer
- Membangun Mimpi di Akademi Internacional
- Memulai Perjalanan ke Olimpico Roma
- Sempat Jadi Kiper Termaha
- Jadi Kiper Terbaik Copa America 2019
- Catatan Karir dan Prestasi Allison Backer
Tentang Allison Backer
Nama Lengkap : Allison Ramses Becker
Tempat Kelahiran : Rio Grande Do Sul, Brasil
Tanggal Lahir : 2 Oktober 1992
Nama Pasangan : Natalia Loewe
Kebangsaan : Brasil
Agama : Kristen
Nama Orang Tua : Jose Agostinho Becker (Ayah) dan Magali Rilo De Souza (Ibu)
Klub Saat Ini: Liverpool
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 1 Kiper
Tinggi Badan : 191 cm
Nama Instagram: @allison.baker
Baca juga: Divock Origi, Talenta Supersub yang Kini Jadi Andalan Liverpool
Membangun Mimpi di Akademi Internacional
Baik Allison maupun kakaknya, Muriel Backer yang lebih tua enam tahun darinya adalah produk akademi Internacional selama empat tahun pada awal 2000-an, menjadi seorang kiper sejak awal karirnya. Setelah berkembang bersama akademi Internacional, Allison tampil secara regular masuk di tim u-23 Internacional. Tak jarang, Ia kerap bersaing dengan kakaknya, Muriel yang juga bermain di klub yang sama.
Seorang kiper hebat seperti Alisson Becker membutuhkan pelatihan dan sertifikasi untuk mencapai level tertinggi. Begitu pula di dunia kerja! Dengan mengikuti Sertifikasi Manajer SDM, bisa meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan pengelolaan tim. Segera daftar sekarang!
Hingga pada 2008 saat sang kakak dilanda cedera, Allison menggantikan perannya sebagai kiper utama tim muda Internacional. Penampilannya pun cukup menjanjikan di bawah mistar, bahkan hingga membuat sang kakak harus rela berpindah klub lain dengan status pinjaman pada tahun 2009.
Karir apik Allison terus menunjukkan trafik yang bagus, hingga kemudian ia dipromosikan masuk skuad utama Internacional dan melakukan debut di 17 Februari 2013, saat meraih hasil imbang 1-1 melawan Cruzeiro di ajang Campeonato Gaúcho.
Baca juga: Jordan Henderson, Karir Panjang hingga Menjadi Sang Kapten Liverpool
Di sana ia tak langsung mendapat banyak menit bermain. Bukan hal yang mudah bersaing merebut hati pelatih untuk bermain reguler di tim utama ketika mengawal karirnya. Pasalnya, Allison muda harus bersaing secara serius dengan kiper legendaris Brasil, Nelson Dida.
Hingga akhirnya ketika Dida gantung sepatu pada akhir musim 2014/15, nama Alisson mulai mendapat kepercayaan mengawal gawang internacional. Allison pun lalu menjadi kiper utama Internasional pada musim selanjutnya dan mengemas 57 pertandingan dalam seluruh ajang pada musim 2015/16.
Penampilan gemilangnya itu akhirnya menarik minat AS Roma untuk menjadikannya kipper di stadion Olimpico Roma. Hingga akhirnya pada April 2016, Allison resmi menandatangani kesepakatan untuk bermain bersama AS Roma di musim mendatang.
Selama empat tahun bersama tim senior Internacional, Alisson tampil pada lebih dari 100 penampilan di semua kompetisi. Ia pun sukses memenangkan gelar Campeonato Gaúcho di setiap musim bersama timnya.
Baca juga: Roberto Firmino, Karir Striker Tajam ‘Skill No Look Goals’
Memulai Perjalanan ke Olimpico Roma
Pada Juli 2016, Alisson resmi menyelesaikan kepindahannya ke AS Roma dengan biaya transfer 7 juta euro atau sekitar Rp 110 Miliar. Namun sayangnya, pada musim pertamanya, Allison harus rela menjadi kiper cadangan, ia berada di bawah bayang-bayang Wojciech Szczęsny.
Akhirnya kiper berbakat asal Brasil ini hanya tampil sebanyak 15 penampilan di semua kompetisi. Pada musim itu, Allison hanya diberi kesempatan untuk turun sebagai starting eleven dipertandingan Liga Champions dan Copa Italia.
Kegemilangan Wojciech Szczęsny membuat AS Roma merelakan Szczesny pergi ke Juventus. Kepergian Szczesny itu punmenjadi angin segar Allison untuk menjajaki panggung utama di AS Roma. Ia kemudian ia diplot menjadi kiper inti AS Roma baik di Serie-A maupun Liga Champions.
Allison kemudian membuat penampilan pertamanya di Derby della Capitale atas rival sekota Lazio pada 18 November saat menang 2-1. Di musim yang sama, Allison juag tampil mengila di Liga Champions, bersama Francesco Totti dan kawan kawan membawa AS Roma melaju hingga ke babak semifinal.
Selama membela serigala ibu kota, Allison tampil sebanyak 49 laga dan membuat total 22 clean sheet di musim tersebut. Tak ayal ia juga terpilih sebagai kiper terbaik Serie A musim itu.
Baca juga: Inilah Catatan Karir David De Gea, Sang Kiper Berbakat Man United
Allison Backer Sempat Jadi Kiper Termahal
Berkat kepiawaiannya di bawah mistar, membuat manager Liverpool, Jurgen Koop berniat memboyong Allison ke Anfeid. Pada 19 Juli 2018, Liverpool secara resmi mengonfirmasi kesepakatan nilai kontrak Alisson dengan biaya 72,5 juta euro atau sekitar Rp 1,1 Triliun.
Nilai tersebut menjadikannya penjaga gawang termahal sepanjang masa, melampaui transfer kiper Manchester City Ederson Moraes musim itu. Namun rekor tersebut hanya sementara setelah Chelsea berhasil memboyong Kepa Arrizabalaga dengan biaya 80 juta euro dari Athletic Bilbao.
Bersama The Reds, Allison melakukan debut pada 12 agustus melawan West Ham United dalam kemenangan 4-0. Di awal musim penampilannya telah menuai banyak pujian. Liverpool menjalankan 20 pertandingan tak terkalahkan di liga primer sejak awal musim.
Pada akhir musim itu, Alisson mempertahankan total 21 clean sheet di Liga Premier, dan mendapat penghargaan sebagai kiper terbaik. Allison juga berperan penting menapaki puncak kejayaan kala Liverpool berhasil meraih gelar juara Liga Champions 2018-2019 dan juara Liga Inggris 2019-2020. Sementara pada paruh musim ini, Alisson telah melakoni 24 penampilan dengan total 11 clean sheet di Liga Premier dan Champions.
Kehebatan Alisson Becker tak hanya soal fisik, tetapi juga kecerdasannya membaca situasi. Begitu pula dengan bisnis digital, yang butuh AI Powered SEO untuk membaca tren dan meningkatkan visibilitas kunjungan di mesin pencari.
Baca juga: Kiprah Luke Shaw hingga Menjadi Bek Tangguh Man United
Jadi Kiper Terbaik Copa America 2019
Di ajang level negara, Allison mencatat debut bersama tim nasional Brasil U-17 pada tahun 2009. Kemudian kiprahnya pun berlanjut untuk memperkuat Brasil U-21. Bersama tim senior, Allison melakukan pertandingan pertama melawan Venezuela di ajang kualifikasi piala dunia pada 13 oktober 2015, yang mana tim samba menang 3-1.
Puncak prestasi Allison bersama skuad samba terjadi di Copa America 2019, ia membantu tim merengkuh trofi, dirinya juga dinobatkan sebagai kiper terbaik turnamen. Sejauh ini, Allison telah mengoleksi 42 penampilan bersama Tim Samba.
Baca juga: Masih Tajam, Begini Prestasi Edinson Cavani hingga Dipercaya The Red Devils
Catatan Karir dan Prestasi Allison Backer
Karier Klub:
– Internacional – 2008/ 11
– AS Roma – Pinjaman 2016/ 2017
– Liverpool 2018 – Sekarang
Prestasi Allion Backer:
– Liga Champions – 2018/ 19
– Copa America – 2018/ 19
– Liga Inggris – 2019/ 20
– Piala Dunia Antarklub – 2020
– UEFA Supercup – 2019/ 20
Baca juga: Menilik Catatan Karir Cristiano hingga Kembali ke The Red Devils
Program Studi yang Relevan dengan Karier Terkini
Kehebatan Alisson tak lepas dari analisis strategi yang matang. Begitu pula dengan lulusan S1 Sistem Informasi Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), yang dibekali kemampuan teknologi dan manajemen data untuk menghadapi tantangan industri digital. Segera daftar dan raih masa depan gemilang!
Setiap talenta hebat perlu dukungan, seperti beasiswa bagi mahasiswa unggul. Dengan Beasiswa PBL, Anda bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa khawatir biaya.
Seperti klub besar yang mencari pemain berbakat, UNMAHA mencari mahasiswa berpotensi untuk berkembang. Jangan lewatkan kesempatan bergabung dengan kampus inovatif ini! Daftar sekarang di PMB UNMAHA atau hubungi WhatsApp PMB untuk info lebih lanjut.
Peluang Bisnis Menguntungkan dari Adolo
Menjadi reseller Adolo seperti menjadi kiper andal—membutuhkan strategi dan ketahanan. Dengan bergabung di Adolo, Anda bisa meraih keuntungan dari produk berkualitas dan sistem bisnis yang mudah dijalankan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk sukses bersama Adolo! Daftar sekarang dan mulai perjalanan bisnis Anda sebagai reseller tepercaya dengan dukungan pemasaran terbaik. Ayo bergabung dengan Adolo hari ini!
