Saat ini, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lebih banyak memilih untuk melakukan transformasi digital. Langkah digitalisasi bisnis ini termasuk salah satu strategi penting untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa transformasi digital UMKM juga punya masalah dasar yang perlu segera dipecahkan.
Berinvestasi dalam teknologi digital memang terlihat seperti melakukan pengorbanan besar-besaran. Padahal, anggaran cukup terbatas sedangkan manfaat masuk ke dunia online baru terasa di masa depan. Belum lagi ditambah dengan kondisi pasar yang masih kempang-kempis. Oleh karena itu, berikut ini 5 langkah yang dapat diambil UMKM untuk memulai perjalanan go digital:
1. Luangkan Waktu Untuk Menentukan Visi dan Tujuan
Sering kali, pemilik usaha kecil berpikir mereka tidak punya waktu untuk fokus pada strategi atau perencanaan. Padahal, sangat krusial untuk menetapkan tujuan yang realistis dan memulai dari yang kecil. Dengan begitu, pelaku UMKM masih tetap bisa menjangkau hal-hal yang memberi proteksi atau menjalankan rencana cadangan saat terjadi kegagalan.
Sebagai contoh, sisihkan waktu untuk mengidentifikasi kesenjangan pemahaman digital di antara karyawan. Kemudian, carilah jenis teknologi apa yang dapat mengurangi permasalahan yang dihadapi karyawan dan pelanggan. Dengan memberi solusi digital bagi karyawan dan pelanggan, alur komunikasi serta pengalaman berinteraksi antar keduanya akan lebih positif.
2. Temukan Mitra Digital untuk Membantu Anda
Untuk bisnis yang memiliki sedikit karyawan, akan jauh lebih baik mengandalkan keahlian perusahaan teknologi terpercaya daripada menjalankan transformasi digital sendiri. Go digital bukan hanya tentang update media sosial atau update e-commerce saja.
Baca juga: 4 Tren Digital Marketing 2022 yang Perlu Diketahui Pelaku UMKM
Menjalankan bisnis online bagi UMKM berarti mendedikasikan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk menemukan dan menerapkan aplikasi, platform, dan perangkat lunak yang tepat. Adanya mitra saat go digital akan menyingkat waktu untuk menemukan platform digital yang tepat, aplikasi yang sesuai, berbagi visi yang berfokus pada pelanggan, dan memahami kebutuhan lain dalam transisi go digital.

Ilustrasi UMKM yang siap go digital. Sumber: Unsplash
3. Awasi Pelanggan dan Kompetitor Anda
Usaha kecil harus mencermati jejak digital dan aktivitas online pelanggan dan kompetitor. Kedua hal tersebut dapat memberikan wawasan berharga tentang sektor mana saja yang perlu merasakan langsung transisi digital.
Poin penting dari aktivitas memantau konsumen dan kompetitor adalah mencari tahu di mana posisi mereka, apa yang mereka lakukan secara online, dan bagaimana cara menggunakan teknologi digital untuk menghadapi mereka.
Sebagai contoh, jika target pasar Anda ada di platform media sosial, maka Facebook for Business bisa membantu membuat pemantauan pesaing dan pelanggan secara relatif sederhana. Anda juga dapat menjadikan Google Alerts sebagai alat untuk melacak kata kunci/topik tertentu yang relevan untuk Anda.
Mempelajari apa yang ditawarkan dan bagaimana kompetitor bisnis berkomunikasi dengan pelanggan, dapat membantu Anda memberi gambaran harus mulai dari mana. Walau begitu, bukan berarti Anda harus meniru 100% strategi kompetitor. Terapkan apa yang masuk akal dan cocok dengan kondisi bisnis Anda.
Baca juga: Cara Daftar UMKM Online Dengan Mudah
4. Manfaatkan Kelincahan Bisnis
UMKM punya keunggulan vital dibandingkan perusahaan besar di dunia bisnis online yang mudah berubah dengan cepat. Keunggulan itu adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat, mudah, dan hemat biaya. Keunggulan-keunggulan UMKM di platform digital sudah dibuktikan secara gamblang sepanjang tahun 2020-2021 di era pandemi Covid-19.
Perusahaan besar sering terhambat oleh skala operasi mereka, jalur distribusi, layanan pelanggan, dan biaya penerapan teknologi digital. Sedangkan, bisnis UMKM dapat mengidentifikasi tren pasar dan harapan pelanggan hampir secara real-time dan tanpa perlu pengorbanan besar.
Karenanya, untuk bisa memanfaatkan kelincahan ini secara maksimal, UMKM harus mampu menyesuaikan strategi, implementasi, tren pasar, serta umpan balik dari pelanggan secara cepat dan terukur.
5. Bersiaplah untuk Terus Berkembang
Pemilik UMKM perlu secara konsisten meninjau dan merevisi kemajuan transformasi digital bisnis berdasarkan tujuan awal. Dengan begitu, owner bisnis bisa menentukan apakah akan ada penyesuaian atau perubahan tujuan.
Karena teknologi digital berkembang pesat, maka transisi ke platform online harus dilihat sebagai perjalanan berkelanjutan daripada sesuatu yang punya garis finish di depan. Banyak pelaku UMKM percaya bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam tiga tahun ke depan. Satu hal yang pasti, para pelaku bisnis kecil yang menganggap transformasi digital tidak relevan punya kemungkinan untuk tidak kompetitif dan tertinggal.