Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    ILASPP 2026 Resmi Dimulai di Manado

    April 30, 2026

    Aris Suharyanta Siap Angkat Taekwondo DIY Kembali ke Puncak Kejayaan

    April 30, 2026

    Tak Lagi Kesulitan Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan IPA Portabel PAM Jaya

    April 29, 2026

    Kegiatan Donor Darah Disambut Antusias, Bank Jakarta Satukan Kepedulian Bersama PWI Jaya dan PMI DKI

    April 29, 2026

    Anggota DPR RI, Esti Wijayanti Sebut Penerapan Pasal Berlapis Bagi Para Tersangka Daycare

    April 29, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026

      Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi

      April 18, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Budaya»Mengenang RM Jodjana, Tokoh Tari dari Jawa yang Mendunia, Walau Kini Tak Banyak Dikenal
    Budaya

    Mengenang RM Jodjana, Tokoh Tari dari Jawa yang Mendunia, Walau Kini Tak Banyak Dikenal

    Deny HermawanBy Deny HermawanApril 29, 2026No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Diskusi tentang maestro tari RM Jodjana - (foto: Deny Hermawan)
    Diskusi tentang maestro tari RM Jodjana - (foto: Deny Hermawan)
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dalam rangka hari tari sedunia, Museum Ullen Sentalu Yogyakarta menggelar diskusi terkait penari asal Jawa, Raden Mas Jodjana, yang termasyhur di Eropa di awal abad ke-20. Sejumlah pakar dihadirkan untuk membedah sosok yang dulu sangat berpengaruh namun kini tak terlalu banyak dikenal itu.

    Pembicara pertama, sejarawan UGM Dr. Sri Margana memaparkan, Jodjana adalah putra seorang Patih di Kepatihan Jogja. Sementara ibu Jodjana adalah seorang penyelenggara upacara di Keraton Jogja. Atas desakan kepala sekolah dasar, Jodjana bersekolah di sekolah orang Eropa. Ia lalu mengikuti program pelatihan untuk pegawai negeri sipil pribumi di Magelang, hingga lulus tahun 1910.

    Jodjana lalu diangkat ke administrasi kolonial Departemen Dalam Negeri Hindia Belanda, dan di Batavia belajar Sekolah Pelatihan Ahli Hukum Pribumi. Di bidang seni, Jodjana pernah menerima pelatihan tari dari Pangeran Soerjodiningrat, saudara Sultan HB VII di akademi tari Krida Bekas Wirama.

    Pada tahun 1914, Jodjana berangkat ke Belanda untuk belajar ekonomi bersama RM Soedjadi yang kelak menjadi Sri Sultan HB VIII. Ini yang lalu mengubah jalur hidupnya.

    “Dia datang ke Belanda itu disekolahkan di sekolah dagang, tapi kenyataannya akan lain, sekolahnya dilakukan, tapi lebih suka njoged (menari),” katanya dalam acara diskusi, Rabu (29/4/2026).

    Perubahan ini dimulai tahun 1916 ketika di Jawa terjadi banjir besar. Di Belanda lalu dilakukan penggalangan dana lewat pentas seni, melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari Jawa yang ada di Belanda. Ini adalah pertunjukan seni yang spektakuler, karena ditonton keluarga kerajaan Belanda.

    “Spektakuler, walaupun dengan kostum terbatas, dengan alat musik terbatas,” kata Margana.

    Waktu itu, Jodjana menari Tari Klono (Kelana), yang penuh kegagahan. Penampilannya menjadi geger di media Belanda, karena diulas salah satu kritikus seni terkenal Belanda. Ini menjadi titik balik dari karier RM Jodjana sebagai penari.

    “Setelah itu dia mendapat banyak sekali undangan [tampil menari] di berbagai acara,” ungkapnya.

    Situasi ini lalu membuat Jodjana menjadi kreatif untuk membuat kostum sendiri, dengan bahan seadanya, namun tetap meniru pola klasik Jawa. Yang unik, iringan tarinya di Eropa tidak memakai gamelan, namun memakai piano. Karena itu ia lalu bereksperimen menciptakan gaya tarinya sendiri, akarnya Jawa, tapi memakai iringan musik barat. Ia pun mengembangkan tariannya sendiri dengan tema yang lebih abstrak.

    “Jadi dia benar-benar bereksperimen,” ujarnya.

    Margana meneruskan, Jodjana lalu menjadi terkenal di berbagai negara Eropa. Ia lalu berkawan dengan pelukis kondang Belanda Isaac Israëls, yang banyak melukis Jodjana ketika sedang menari. Perkenalan ini yang membuat Jodjana lalu juga berkembang menjadi seorang pelukis.

    Baca juga: Keraton Yogyakarta Pentaskan Dua Tari di Tulungagung

    Tahun 1923, RM Jodjana menikah dengan perempuan Belanda, Elizabeth Pop, yang menjadi seperti penerjemah makna tari-tarinya. Setelah itu 1936 ia pindah ke Perancis, karena seni kontemporer lebih banyak berkembang , walaupun kemudian kembali ke Belanda.

    “Di Belanda ia mendirikan sekolah bersama isterinya, sekolah tari, sekolah musik,” jelas Margana.

    Tahun 1972 Jodjana meninggal. Arsip-arsipnya lalu diserahkan ke Theatermuseum in Amsterdam. Karena museum itu bangkrut, arsip lalu dipindah ke tempat penyimpanan arsip di University of Amsterdam. Total arsipnya sejumlah 15 kontainer, yang berisi dokumen dan foto, termasuk kostum, alat musik, dan alat make-up.

    “Saya menemukan arsip suara RM.Jodjana ketika nembang dhandanggula di Universitas Humboldt Berlin,” paparnya.

    Pembicara lain Prof Matthew Isaac Cohen menjelaskan, Jodjana adalah sosok sangat menarik, karena unsur estetikanya yang kontemporer, tidak hanya berbasis tari Jawa, tapi juga mengadopsi gaya tari Eropa dan India. Kiprahnya di Eropa sebagai penari Jawa modern dianggap sangat penting dalam sejarah tari dunia. Seiring berkiprah, Jodjana pun lalu menemukan karakter tarinya sendiri yang khas.

    “Bukan tari murni, tapi tari teater,” kata Matthew Cohen. (den)

     

     

     

     

     

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Deny Hermawan

      Related Posts

      Kakansar Palu Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026

      April 21, 2026

      Berani Bersama Kartini, Perempuan Sulteng Menuju Indonesia Emas

      April 21, 2026

      Menyalakan Mimpi Masa Kecil di “Sehari Boleh Gila” 2026

      April 15, 2026

      Doa Bersama Lintas Keyakinan di Pesanggrahan Ambarketawang demi Kedamaian Bangsa

      March 30, 2026

      ARTJOG 2026 Angkat Ars Longa: Generatio

      March 23, 2026

      Jogja Çaka Fest 2026 di Pura Jagatnata Banguntapan Dipadati Banyak Pengunjung

      March 18, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Global Home Carnival Louvre Furnishings Group Semakin Diminati, Memadukan Perdagangan, Budaya, dan Promosi Liburan

      April 29, 2026

      CGO IceKredit, Kong Chinang, bergabung dalam GrabX & AI Forward Summit di Jakarta, Mendorong Kolaborasi Tripartit untuk AI yang Bertanggung Jawab di ASEAN

      April 28, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      ILASPP 2026 Resmi Dimulai di Manado

      April 30, 2026

      Aris Suharyanta Siap Angkat Taekwondo DIY Kembali ke Puncak Kejayaan

      April 30, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.