YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Operasi Pasar (OP) Minyak Goreng di DIY diharapkan dapat mulai digelar dalam pekan ini. Penyelenggaraan OP ini diharapkan juga dapat menstabilkan harga Minyak Goreng yang masih tinggi sampai saat ini.
“Saat ini Disperindag DIY masih menunggu tindak lanjut [penyaluran untuk OP] dari Kementerian Perdagangan dalam hal ini Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Masih dalam proses, kalau tidak ada halangan, Minggu-Minggu ini, namun pastinya kami masih menunggu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, Senin (17/1/2022).
Ia mengatakan Disperindag DIY telah mengajukan sebanyak 24 ton ke Kementerian. Namun ia belum bisa memastikan, apakah dari jumlah tersebut akan disetujui seluruhnya atau tidak.
“Kami masih menunggu, kemungkinan bertahap,” ujar Yanto.
Baca juga: Minyak Goreng Subsidi Bakal Didistribusikan di Semua Pasar
Sementara itu, saat ini harga Minyak Goreng di pasaran untuk wilayah DIY masih stabil tinggi di harga Rp18.333/liter – Rp19.333/liter. Untuk ketersediaan saat ini, menurut pantauan dari Disperindag DIY masih mencukupi.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan harga Minyak Goreng OP nantinya dibanderol Rp14.000/liter dalam kemasan sederhana akan disalurkan ke pasar tradisional dan toko ritel modern.
Baca juga: Operasi Pasar Minyak Goreng Siap Digelar di Jogja, Harganya Rp14 Ribu per Liter
Lutfi mengatakan, bahwa akuntabilitas dalam penyaluran minyak goreng bersubsidi perlu dipastikan, karena anggaran dan volume yang besar. Kemendag juga mengantisipasi potensi praktik pengumpulan minyak goreng bersubsidi untuk kemudian diekspor.
“Kami tidak mau kemasan sederhana ini nanti dipotong, dikumpulkan, terus dijual untuk ekspor. Kami mau ini untuk rakyat dari rakyat Indonesia,” katanya beberapa hari lalu. (den)