YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum menemukan kasus COVID-19 varian Omicron. Menurut Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, tujuh sampel kasus dari Jogja yang dites dengan Whole Genome Sequencing (WGS) juga belum ada hasilnya.
“Omicron salah satu cirinya kalau ada sebaran kontak erat cepat dan banyak. Tapi sejauh ini tidak ada kontak erat dengan sebaran cepat, belum ditemukan di jogja sebagaimana ciri-ciri Omicron,” kata Heroe, Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Omicron Lebih Mudah Menginfeksi Ulang Penyintas Covid-19
Namun, meski belum ada temuan Omicron, Heroe mengatakan ada potensi meningkatnya kasus COVID-19 di Jogja. Tingginya mobilitas warga di Jogja menjadi salah satu penyebabnya. Dari data sejauh ini, kasus COVID-19 terbanyak di Jogja berasal dari skrining Rumah Sakit (RS) pada pasien yang hendak menjalani penanganan medis. Setelah itu kasus terbanyak berasal dari skrining peserta didik yang menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Skrining sekolah ada beberapa yang positif, tapi tidak sebanyak skrining bulan Desember lalu. Kami skrining 10 persen dari total peserta didik dan guru, ada 2.000 sekian, dan beberapa positif. Satu sekolah yang positif hanya satu, satu. Tapi kami tidak menemukan hasil positif dari kontak erat di kelasnya serta keluarganya,” kata dia.
Baca juga: Wawali Pastikan Omicron Belum Terdeteksi di Kota Yogyakarta
Guna mengantisipasi meningkatnya kasus COVID-19, Pemkot Jogja menyiagakan shelter pasien COVID-19 di Bener, Tegalrejo. Kondisi saat ini masih kosong. Selain itu, ada juga koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki bed pasien, termasuk Kodim untuk menyiapkannya. Persiapan juga di RS yang tersebar di Jogja. Apabila ada kenaikan kasus, maka 30 persen kapasitas bed untuk pasien COVID-19.
“Sudah kami koordinasi dua minggu lalu. Dari sisi lain kami sudah siap dibanding tahun lalu,” tandasnya. (den)