BERNAS. ID- Pemain yang berposisi sebagai winger milik Manchester City, Riyad Mahrez jadi salah satu pemain yang menunjukkan permainan cemerlang musim ini.
Ya, pemain kelahiran Prancis 21 Februari 1991 dengan nama lengkap Riyad Karim Mahrez, sejauh ini telah membukukan 45 penampilan di semua kompetisi bersama Manchester City besutan pelatih Pep Guardiola.
Lantas bagaimana sepak terjang dan perjalanan karir seorang Riyad Mahrez sampai bisa sukses jadi andalan The Citizen. Inilah perjalanan karir sepak bola profesionalnya!
Baca juga: Profil Diogo Jota, Punggawa Andalan The Red di Rumput Hijau
Daftar Isi :
- Tentang Riyad Mahrez
- Masa Kecil Riyad Mahrez
- Meniti Karir di Akademi
- Moncer Bersama Leicester City
- Direkrut Manchester City 1 Triliun
Tentang Riyad Mahrez
Nama Lengkap : Riyad Karim Mahrez
Tempat Lahir : Sarcelles, Perancis
Tanggal Lahir : 21 Februari 1991
Nama Pasangan : Rita Johal Taylor Ward
Kebangsaan : Aljazair
Agama : Islam
Nama Orang Tua : Ahmed Mahrez (Ayah) dan Halima Mahrez (Ibu)
Klub Saat Ini: Manchester City
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 26 Winger
Tinggi Badan : 179 cm
Nama Instagram: @riyadmahrez26.7
Baca juga: Menilik Kisah Paul Pogba yang Pernah Tidak Dianggap Man United
Masa Kecil Riyad Mahrez
Lahir pada 21 Februari 1991 di Sarcelles, sebuah daerah di pinggiran utara kota Paris, Prancis. Mahrez terlahir dari keluarga Aljazair yang sederhana. Ia dilahirkan dari pasangan Ahmed Mahrez dan Halima Mahrez.
Ayahnya adalah seorang dari Kota Beni Snous, yang terletak di Provinsi dan Distrik Tlemcen. Sementara sang ibu adalah orang Aljazair namun masih memiliki darah keturunan Maroko.
Kecintaan Mahrez terhadap sepak bola tak lain karena sang ayah juga merupakan pesepakbola yang pernah membela tim nasional Aljazair.
Masa kecil Mahrez tumbuh di Sarcelles yang terkenal dengan lingkungan yang keras. Mulai dari perdagangan narkoba, komunitas imigran dan pengangguran yang merajalela.
Namun di Sarceles juga banyak melahirkan banyak pemain bertalenta, contohnya adalah eks pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane.
Baca juga: Sempat Tersisih oleh Ronaldo, Begini Prestasi Mason Greenwood di MU
Meniti Karir di Akademi Sepak Bola
Akademi AAS Sarcelles pada usia 13 tahun adalah awal Riyad Mahrez memulai karir sebagai pesepak bola. Bersama akademi AAS Sarcelles, ia banyak diremehkan karena tak yakin dengan kondisi fisiknya yang kecil. Namun kritikan itu mampu ditumpaskan dengan skill yang tunjukkan.
Kemudian, secara perlahan Mahrez diangkat masuk ke tim utama AAS Sarcelles U-19. Di sana ia mulai menjawab satu persatu kritikan yang dulu pernah ditujukan padanya, dengan potensi besarnya. Kemampuannya mencetak gol dari tendangan bebas membuatnya mulai diminati klub di luar akademi.
Akhirnya Mahrez menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub kecil di devisi ketujuh Liga Prancis, Quimper. Selepas meniti karir di Quimper, Karirnya berlanjut bersama Le Havre pada 2010.
Bermain di Le Havre, Mahrez menjalani debutnya setelah hampir 2 bulan menjadi pemain cadangan. Perkembangan permainan Mahrez selama kurang lebih tiga musim di Le Havre yang berlaga di Liga 2 akhirnya membuahkan hasil.
Potensi yang dimiliki Mahrez membuat pemandu bakat Leicester City, Steve Walsh yang kala itu sedang sedang memantau rekan setimnya, Ryan Mendes, justru terkesan dengan penampilannya.
Baca juga: Fabinho, Si Pemain Lini Belakang Serba Bisa Liverpool
Moncer Bersama Leicester City
Akhirnya Mahrez resmi menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah tahun di Leicester City pada 11 Januari 2014, untuk bermain di Championship atau liga dua Inggris. Debutnya di Leicester City ia buka pada 25 Januari 2014, sebagai pemain cadangan menggantikan Lloyd Dyer, dalam kemenangan 2-0 melawan Middlesbrough.
Kemampuan Mahrez cukup membantu mendongkrak performa tim Leicester City, hingga klub berjuluk The Foxes promosi ke Primer League pada musim 2014/ 15. Mahrez menutup musim kompetisi musim tersebut dengan catatan empat gol dan tiga assist dari 30 penampilan di Championship.
Semusim promosi di Premier League Mahrez lagi lagi Mahrez menjadi salah satu sosok penting Leicester saat mengejutkan dunia dengan meraih trofi Premier League. Pada musim itu, Mahrez tampil gemilang bersama beberapa pemain lain seperti Harry Maguire, Jamie Vardy, hingga N’golo Kante.
Performa apik yang ditunjukkan mendapat apresiasi sebagai pemain terbaik liga primer. Mahrez menorehkan 18 gol di semua kompetisi pada musim saat membawa The Foxes menjuarai Premier League.
Namun musim 2017/18 akhirnya menjadi masa terakhir Mahrez di King Power Stadium, catatan 13 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi menjadi persembahan terakhir sebelum akhirnya Man City merekrutnya pada musim panas 2018.
Baca juga: Virgil Bek Terbaik Liverpool, Begini Kiprahnya hingga Menjadi Pemain Terbaik Eropa
Riyad Mahrez Direkrut Manchester City Rp 1 Triliun
Riyad Mahrez ditebus dengan biaya 60 juta poundsterling atau sekitar Rp 1 triliun lebih, hal itu menjadikannya sebagai pemain termahal Afrika kala itu.
Bersama Manchester City, Mahrez mengawali debutnya sebagai starter saat The Citizens menumbangkan Chelsea 2-0 pada 5 Agustus untuk memenangkan Community Shield 2018.
Mahrez mengakhiri musim pertamanya itu dengan mencetak 12 gol dan 15 assist dari 44 pertandingan. Masih di musim yang sama, ia meraih treble winner pertamanya yakni juara Premier League, Juara Community Shield dan Juara FA Cup.
Hingga kini Mahrez telah jadi sosok penting permainan skema taktik pelatih Pep Guardiola. Mahrez total telah memainkan sebanyak 156 pertandingan dengan kalkulasi 51 gol dan 26 assist.
Prestasinya di Manchester City bersama pemain kelas dunia seperti Gabriel Jesus, Raheem Sterling, dan Kevin De Bruyne antara lain tiga trofi Premier League, tiga trofi Community Shield, satu trofi piala FA.
Baca juga: Mo Salah Dulu Bukan Striker, Inilah Perjalanan Karir sang Raja Gol Liverpool
Karir Level International
Di pentas Internasional, meskipun lahir di Prancis, Mahrez lebih memilih untuk membela Aljazair. Debutnya di timnas ia mulai pada 31 Mei 2014 melawan saat Aljazair kontra Armenia.
Puncak prestasinya bersama tim nasional terjadi pada tahun 2019, saat ia dan kawan-kawannya mampu merengkuh trofi piala afrika setelah mengalahkan Senegal 1-0. Sejauh ini kapten tim nasional Aljazair itu telah membuat 19 gol, 33 assist dari 53 pertandingan.
Baca juga: Perjalanan Sadio Mane, sang Anak Imam Masjid Sukses Menapaki Kerasnya Eropa
