SLEMAN, BERNAS.ID – Kabupaten Sleman melalui PDAM Tirta Sembada menyelenggarakan semiloka untuk penyusunan rencana pengamanan terkait sistem penyediaan air minum masyarakat ke depan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendengarkan berbagai masukan, saran, dan hal-hal dari stakeholder dan masyarakat pengguna layanan air minum.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berkesempatan hadir untuk membuka Semiloka Rencana Pengamanan Air Minum Tahun 2021-2025. Ia pun mengapresiasi kegiatan semiloka tersebut.
Dwi Nurwata, Kepala PDAM Sleman mengatakan, tindaklanjut dari semiloka tersebut nanti akan disusun rencana pengamanan air minum di Kabupaten Sleman. “Kita akan menyusun pengamanan yang meliputi dari hulu sampai hilir, artinya dari instalasi air baku, lalu instalasi produksi, kemudian instalasi jaringan transmisi distribusinya, sambungan kepada rumah masyarakat pelanggan,” tuturnya, Jumat (11/2/2022).
“Sistem pengamanan untuk terlindungi K4nya, yaitu Kualitas, Kontinuitas, Kuantitas, dan Keterjangkauan masyarakat tidak berat untuk memberikan,” imbuhnya.
Baca Juga Walikota Dorong PDAM Tirtamarta Susun Rencana Pengamanan Air Minum
Lanjut tambahnya, pengamanan air PAM ini sudah dimulai tahun 2021 dengan membuat dokumen. “Kita akan mengacu kepada Jastrada, kebijakan strategis daerah Kabupaten Sleman dengan sistem penyediaan air minum. Tentu kita juga butuh masukan dan saran dari berbagai pihak untuk membantu memperbaiki rencana pengamanan air minum,” ucapnya.
Ia mengatakan, saat ini ada 41 ribu lebih pelanggan sehingga pihaknya berkomitmen agar ada antisipasi meski saat ini, pelayanan sudah terlaksana dengan baik. “Kalau tidak dari awal-awal menyiapkan rencana pengamanan, nanti bisa repot. Target 2022 bisa selesai semua, kita akan evaluasi,” ujarnya.
“Penyelesaian program ini tentunya juga berkaitan dengan pendanaan dari kita sendiri atau pemerintah daerah. Kami berharap 1-2 tahun selesai,” imbuhnya.
Baca Juga Strategi Bupati Sleman Amankan Pipa Air Bersih dari Banjir Lahar Susulan
Sekali lagi, ia menyampaikan rencana pengamanan air minum menjadi penting karena siapa tahu nanti ada bencana, pencemaran, atau ada pembangunan di lokasi sumber mata air. “Sebagian sumber air baku kita dekat dengan pemukiman. Sangat mungkin terjadi pencemaran, tapi kita antisipasi agar tidak konflik dengan masyarakat,” ucapnya.
“Kita ada upaya menyiapkan instalasi pengolahan yang lengkap sehingga ketika ada daerah sumber air baku dekat dengan pemukiman, bisa kita netralisir potensi pencemaran,” tutupnya. (jat)
