Palu, Bernas id – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tengah menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah kebijakan nasional lainnya.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam IMM membawa berbagai tuntutan saat berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sulawesi Tengah. Massa aksi menilai sejumlah program pemerintah belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai perlu dievaluasi dari aspek perencanaan dan pelaksanaannya. Massa juga meminta pemerintah melakukan perbaikan terhadap berbagai kebijakan yang dianggap berdampak langsung pada masyarakat.
Selain evaluasi Program MBG, mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi pengembalian TNI ke barak, stabilisasi harga BBM dan bahan pokok, menjaga stabilitas nilai rupiah, menghentikan pemborosan APBN, mengevaluasi Program MBG dan Koperasi Merah Putih, meninjau kebijakan perpajakan, mengevaluasi sistem pendidikan nasional, menghentikan tindakan represif terhadap mahasiswa dan masyarakat, mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta meminta pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.
Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah Arnila Hi. Moh. Ali bersama sejumlah anggota DPRD. Salah satu legislator yang hadir, Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulawesi Tengah, H. Musliman, menyatakan apresiasi atas penyampaian aspirasi tersebut.
Menurut Musliman, sebagian besar poin yang disampaikan mahasiswa merupakan isu yang juga menjadi perhatian DPRD. Namun, ia menjelaskan bahwa sejumlah tuntutan berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat sehingga memerlukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut.
DPRD Sulawesi Tengah, kata dia, berkomitmen mengawal serta meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat agar menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan perwakilan DPRD Sulawesi Tengah, massa aksi membubarkan diri secara damai.
