Bernas.id – Muncul anggapan di kalangan awam bahwa Teknik Pertanian memberikan ilmu tentang tata cara bertani. Anggapan tersebut terlampau sederhana karena sebenarnya hal-hal yang dipelajari di jurusan Teknik Pertanian lebih kompleks. Teknik Pertanian atau Agricultural Engineering adalah cabang ilmu pengetahuan yang condong pada aspek teknik atau mesin dalam pertanian. Aspek teknik tersebut meliputi cara optimalisasi dan efisiensi pertanian, identifikasi dan pemecahan masalah pertanian serta pembuatan alat-alat pertanian yang efektif.
Keberadaan Teknik Pertanian bertujuan untuk meningkatkan tingkat efisiensi usaha pertanian sehingga produktivitas, mutu, dan keberlanjutan produk pertanian dapat dimaksimalkan. Sesuai nama jurusannya, mata kuliah Teknik Pertanian mengandung unsur teknik dan pertanian, seperti Ilmu Lingkungan, Perbengkelan, Energi dan Mesin Pertanian, Sistem Pertanian Industri, Ekonomi Teknik, Gambar Teknik, dan Mekanisasi Pertanian. Di Indonesia, Teknik Pertanian diajarkan di beberapa kampus dengan kualitas terbaik.
Baca juga: Jurusan Teknik Pertambangan di Kampus Terbaik dan Prospek Kerjanya
Daftar Isi :
Teknik Pertanian di Kampus Terbaik

Institut Pertanian Bogor
Sejak tahun 2010, jurusan Teknik Pertanian IPB berganti nama menjadi Teknik Mesin dan Biosistem dan berada di bawah Fakultas Teknologi Pertanian. Berkomitmen untuk mengembangkan ilmu keteknikan dan aplikasinya untuk model, mesin dan proses yang berhubungan dengan sistem biologik berkelanjutan di bidang pertanian dan pangan, Teknik Mesin dan Biosistem berhasil meraih akreditasi A dari BAN-PT dan IABEE serta sertifikat akreditasi luar negeri dari Japan Accreditation Board for Engineering Education dan Sucofindo ISO 9001.
Peminatan Teknik Mesin dan Biosistem
Dalam rangka membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan tambahan di bidang Teknik Pertanian, jurusan Teknik Mesin dan Biosistem menyediakan 4 peminatan, yaitu:
- Teknik Mesin dan Otomasi. Mahasiswa yang berminat mempelajari Teknik Mesin dan Otomasi akan akrab dengan mesin-mesin pertanian, seperti traktor dan alat pemupuk karena peminatan ini berkaitan dengan teknik merancang mesin-mesin pertanian.
- Teknik Bioinformatika. Pada peminatan ini, mahasiswa cenderung mendalami sistem informasi untuk aplikasi di bidang pertanian atau biologi.
- Teknik Biosistem. Menekankan penerapan ilmu atau perangkat untuk memeriksa interaksi biologis, seperti mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia, serta lingkungan. Penerapan tersebut dapat berupa cara atau teknik pengelolaan pertanian.
- Teknik Energi Terbarukan. Peminatan ini mendalami cara optimalisasi manfaat hasil pertanian sebagai sumber energi terbarukan.
Baca juga: Inilah Jurusan Teknik Kimia, Mata Kuliah, dan Prospek Kerjanya
Universitas Gadjah Mada
Di UGM, Teknik Pertanian dipelajari di jurusan atau departemen Teknik Pertanian dan Biosistem yang berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Pertanian. Menjadi salah satu kampus terbaik, Teknik Pertanian dan Biosistem UGM telah terakreditasi A oleh BAN-PT serta tersertifikasi pula oleh Asean University Network, AUN-QA, IABEE, ISO 9001, dan SGS ISO 9001.
Peminatan Teknik Pertanian dan Biosistem
Perkuliahan Teknik Pertanian dan Biosistem dikembangkan dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi, prinsip-prinsip ekonom dan manajemen serta kebutuhan global. Oleh karena itu, tersedia 4 Kelompok Bidang Keilmuan sebagai unit yang mengakomodir pengembangan ilmu di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem, yaitu:
- Teknik Mesin Biosistem. Mahasiswa biasanya mendalami tentang teknik mesin bioproduksi, teknik bioenergi, teknik biosensing dan robotika, serta sistem manajemen bioinformatika.
- Teknik Sumber Daya Lahan dan Air. Isi perkuliahan membahas hal-hal yang berhubungan dengan teknik konservasi tanah dan air, manajemen lahan dan air di bidang pertanian, serta teknik dan manajemen irigasi.
- Teknik Pangan, Pascapanen, dan Bioproses. Bidang peminatan ini memfasilitasi mahasiswa dalam mempelajari teknik pangan, teknik pasca panen, dan bioproses dalam pertanian.
- Teknik Pengendalian Lingkungan Hayati. Bidang yang dipelajari berupa teknik pengendalian lingkungan budidaya massa hayati, teknik bangunan pertanian, manajemen pengelolaan limbah pertanian, teknik proses pengolahan limbah pertanian, dan biomaterial process engineering.
Baca juga: Mengenal Jurusan Teknik Lingkungan, Kampus, dan Prospek Kerjanya
Universitas Brawijaya
Perkuliahan Teknik Pertanian di UB diselenggarakan oleh program studi Teknik Pertanian dan Biosistem di bawah Fakultas Teknologi Pertanian. Tujuan program menitikberatkan pada penerapan teknologi produksi hasil pertanian dan pemanfaatan bahan serta tenaga alam yang berorientasi pada lingkungan, sistem pertanian, dan pengolahan hasil pertanian.
Menurut penilaian BAN-PT, Teknik Pertanian dan Biosistem UB telah terakreditasi A. Di samping itu, prodi juga aktif bekerjasama dengan berbagai lembaga dan industri, seperti Bulog, Kutai Timber Indonesia, Pertamina, Great Giant Food, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Baca juga: Jurusan Teknik Mesin: Kampus Terbaik di Indonesia dan Prospek Kerjanya
Prospek Kerja Teknik Pertanian

Konsultan Pertanian
Ilmu bidang Teknik Pertanian yang dipelajari oleh Lulusan Teknik Pertanian dapat digunakan untuk merintis karir sebagai Konsultan Pertanian. Hasil pemikiran dan solusi pemecahan masalah dapat membantu meningkatkan kemajuan sektor pertanian. Profesi Konsultan Pertanian dapat dijalankan secara mandiri maupun bekerja di bawah perusahaan atau instansi.
Berkiprah di Industri Pangan
Cakupan Teknik Pertanian ternyata meluas hingga industri pangan. Lulusan Teknik Pertanian dapat berkontribusi di industri pangan melalui penciptaan dan pengembangan produksi pangan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar.
Baca juga: Mengenal Jurusan Teknik Elektro, Kegiatan Pembelajaran, dan Prospek Kerjanya
Pengelola Pertanian
Kondisi Indonesia yang agraris turut menambah peluang karir di bidang pertanian. Optimalisasi ilmu yang didapatkan selama berkuliah di Teknik Pertanian dapat dijadikan modal awal untuk mengelola pertanian secara nyata. Menjadi Pengelola Pertanian berpeluang memperoleh keuntungan finansial dan ikut serta dalam memajukan pertanian.
Pegawai Bank
Dilihat secara sekilas, profesi Pegawai Bank sangat berbeda dengan Teknik Pertanian. Namun, perbedaan ini lah yang mampu diisi oleh lulusan Teknik Pertanian. Selain berfokus pada keuangan, kini bank juga bergerak dalam bidang pemberian modal untuk sektor pertanian. Keberadaan lulusan Teknik Pertanian berperan dalam meningkatkan ketepatan sasaran modal.
Peneliti
Sektor pertanian dan ilmu yang membahasnya terus berkembang dan beradaptasi. Perkembangan ilmu pengetahuan di sektor pertanian memerlukan dukungan penelitian dari berbagai pihak, salah satunya lulusan Teknik Pertanian. Peneliti dapat bekerja secara mandiri atau bernaung di bawah perusahaan atau instansi riset.
Baca juga: Ragam Jurusan Teknik di Perguruan Tinggi dan Prospek Kerjanya
