HarianBernas.com – Pengalaman 9 tahun di bidang kecantikan, menjadikannya Nia Kurnia sebagai Pakar Sulam alis No 1 di jogja. Awal mula, salon didirikannya di kota Wates, Kulon Progo. Salon pertamanya tersebut saat ini masih berjalan lancar dan di-handle saudaranya yang tinggal di sana.
?Wates dipilih karena terbatasnya modal pada waktu itu. Setelah 2 tahun berjalan, saya pun akhirnya bisa membuka salon kedua di tengah kota Jogja dengan modal yang saya peroleh dari keuntungan selama 2 tahun usaha salon pertama,? ungkapnya ke Harian Bernas (17/2).
Setahun pertama di Jogja, salon kecantikannya masih dalam tahap penyesuaian, namun ia tetap bersemangat karena memang sudah menjadi passionnya di bidang seni kecantikan. ?Ternyata usaha di kota Jogja nggak semudah waktu pertama kali usaha di wates. Selama saya usaha di Wates sama sekali belum pernah melakukan promosi, itu saja sudah kewalahan dengan antrian klien. Namun, ketika memulai bisnis di Jogja, tidak cukup hanya bermodal skill, akhirnya selain mempelajari dan menguasai bidang kecantikan, mau nggak mau, saya harus banyak belajar dunia bisnis. Bagaimana berinovasi dalam bisnis, mengelola manajemen, ilmu marketing, sampai pengelolaan SDM pun saya pelajari. Inilah yang menjadi titik balik saya ketika berproses atas apa yang saya capai saat ini,? tutur ceritanya.
Berkat kerja keras dan kemampuan yang ulet dalam menangani kecantikan para klien, akhirnya banyak klien yang datang merekomendasikan keindahan sulam alisnya secara mulut ke mulut. Klien-klien Lovelynia pun tidak hanya dari Jogja saja, tapi dari luar kota, luar pulau jawa bahkan luar negeri.
Hasil-hasil sulam alisnya bisa di lihat di www.sulamalisjogja.com. ?Di sela kesibukan jadwal sulam yang telah diatur oleh salah satu staff saya, saya menyempatkan untuk mengajar peserta kursus sulam alis. Kursus tersebut adalah bagian dari dedikasi saya terhadap ilmu kecantikan yang saya miliki, bagi saya ilmu itu tidak ada habisnya. Semakin kita giat dalam belajar, disiplin dalam berlatih maka kreatifitas juga terus berkembang,? imbuhnya.
Ia pun bercerita tentang pengalaman unik dari pekerjaan di bidang kecantikan. ?Kami bertemu dan menangani banyak orang dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dari luar negeri yang rata-rata jauh-jauh datang hanya mengkhususkan untuk bertemu dengan Nia Pakarnya sulam alis no. 1 di Jogja, dan sebagian lagi orang datang sekalian berlibur di jogja,? bebernya.
Ia pun mengungkapkan tentang permasalahan yang sering dihadapi dalam bisnis ini. ?Permasalahannya adalah ketika orang belum paham mengenai apa itu sulam alis dan perbedaan antara sulam alis dengan tattoo. Sulam alis itu jauh berbeda dengan tattoo. Sulam alis hanya bertahan kurang lebih 2 tahun dengan melakukan perawatan khusus, sedangkan tattoo bertahan seumur hidup. Kami, Lovelynia tim selalu mengedukasi tentang hal hal ini secara detail kepada pelanggan. Orang yang datang ke Lovelynia dapat berkonsultasi terlebih dahulu,? jelasnya.
Ia pun memiliki kebiasaan khusus yang di bangun selama ini untuk mendukung bisnis kecantikannya, yaitu dengan konsistensi dalam berkarya dan professional dalam bekerja. ?Bisnis kecantikan saat ini, mengharuskan para pelaku bisnis salon untuk berinovasi. Selain menjalankan bisnis ini, saya juga mengajar peserta kursus sulam alis, yang di mana program ini tidak hanya mengajarkan skill dalam menyulam alis, tapi juga bagaimana dalam berbisnis sulam alis itu sendiri. Mengapa sulam alis menjadi peluang bisnis yang bagus dalam bidang kecantikan? Jawabannya tidak lepas pada alis itu sendiri.
Alis merupakan bingkai wajah yang menjadi kebutuhan pokok dalam merias wajah wanita masa kini. Sulam alis berbeda dengan tatto yang hanya satu kali seumur hidup dalam pengerjaannya. Sulam alis memerlukan perawatan secara berkala, yakni dengan cara melakukan retouch atau penyempurnaan pada bentuk dan warnanya, disinilah peluang bisnis tersebut karena klien akan datang kembali untuk melakukan perawatan alisnya,? paparnya.
Pioner sulam alis ini pun membagikan inspirasinya kepada orang yang membaca artikel ini. ?Kecantikan seorang wanita terlihat bagaimana dia pandai merawat dirinya dan kecantikan hatinya. Saya melakukan revolusi membantu setiap wanita menjadi mandiri, dapat memancarkan aura positif dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang mumpuni sehingga berdampak positif pada lingkungan sekitarnya,? katanya.
