HarianBernas.com – Selain sebagai HRD (Human Resources Develoment) di sebuah perusahaan, Tizar Rahmawan saat ini, juga menekuni dunia terapist dengan menggunakan teknik hipnoterapi, NLP, dan SEFT.
Dalam menjalani pekerjaannya, selama manusia masih berusaha, kata gagal belum tercatat. Namun, sekali berhenti disitulah kata gagal sudah lahir. Terus berusaha dan jangan lupa berdoa, serta tersenyum. ?Selain itu, juga berkegiatan di dunia training dan pelatihan, terutama pelatihan tentang motivasi, kepemimpinan dan hipnoterapi,? ungkapnya ke Harian Bernas, (Jumat, 30/12).
Ketika ditanya tentang alasan menekuni beragam bidang pekerjaan saat ini, ia menjawab bahwa ia memang tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan manusia dan pengembangannya. ?Bagaimana membantu seseorang atau sebuah organisasi untuk menjadi lebih baik menjadi passion saya sejak kuliah sampai sekarang,?imbuhnya.
Co-Founder Human Capital For Us (HC4US) ini menceritakan pengalaman unik di bidang pekerjaan saat ini. ?Pangalaman yang paling menarik adalah ketika dapat membantu karyawan yang performancenya sedang menurun sampai-sampai harus dimutasi ke bagian pekerjaan yang lebih ringan. Pada saat itu, saya diminta oleh salah satu kepala bagian di perusahaan untuk melakukan konseling kepada karyawan tersebut. Pada saat dilakukan sesi konseling ditemukan bahwa karyawan tersebut memiliki masalah psikosomatis (gangguang psikologis yang berdampak pada fisik karyawan tersebut). Setelah dilakukan konseling lebih dalam, ditemukan bahwa karyawan tersebut memiliki rasa bersalah yang berat terhadap dirinya sendiri. Setelah selesai sesi konseling, dilakukan sesi terapi menggunakan teknik hipnoterapi. Amazing! Setelah dilakukan terapi ternyata keluhannya sembuh dan sekarang sudah bisa bekerja normal kembali serta performance-nya seperti dulu lagi,?bebernya.
Sejak kejadian, ia berkomitmen untuk mendalami teknik-teknik terapi sehingga dapat membantu orang lain. Selain itu, ia juga tetap memperdalam ilmu SDM sebagai tanggung jawabnya. Ia pun menceritakan tentang permasalahan yang sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya. ?Masalah yang sering saya hadapi sekarang ini adalah bagaimana memaksimalkan potensi dan kesempatan yang ada untuk menghasilkan yang lebih baik. Dalam hal ini, mampu meningkatkan performance karyawan dan organisasi,? paparnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan masalah yang lain, yaitu semakin banyaknya masyarakat yang menghadapi masalah psikologis seperti stress, phobia, kecemasan, dll yang perlu dibantu untuk menghilangkannya. Dalam pikirannya, setiap masalah yang muncul tidaklah selalu menjadi masalah. Terkadang hanya kurang pas dalam pengelolaannya. ?Selalu positif thinking dulu dan menjaga kewaspadaan menjadi kunci dalam setiap menghadapi maslaah yang ada,? tambahnya.
Pria kelahiran Mojokerto ini pun juga menyebut tantangan yang akan dihadapinya ke depan. ?Bagaimana meningkatkan daya saing karyawan untuk perusahaan. Selain itu, bagaimana masyarakat lebih tahan dengan perubahan yang terjadi karena tantangan semakin besar,?ucapnya.
Penyuka hobi membaca ini menjelaskan tentang apakah bidang yang digelutinya penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Karena semakin hari, perubahan jaman semakin tidak bisa ditebak sehingga mengakibatkan semakin tingginya tekanan yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman tentang manusia dan bagaimana menjaga agar tetap balance menjadi penting untuk diketahui dan diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat,? terangnya.
Ia pun membagikan inspirasi kepada orang yang membaca kisah ini. ?Jangan lupa menolong orang lain dan tersenyumlah karena saat kita menolong, kita akan ditolong, entah siapa yang akan menolong kita. Namun, yakinlah kita akan ditolong oleh Allah SWT. Selain itu, jangan lupa untuk tersenyum agar dunia juga tersenyum kepada kita,? tuturnya.
Ia pun membangun habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya, yaitu memperbanyak baca buku, silaturahim, serta menolong orang lain. Untuk lingkungan yang memengaruhinya sampai menjadi seperti sekarang, ia menjelaskan bahwa lingkungan menjadi salah satu kunci dalam perjalanan karirnya. ?Oleh karena itu, saya berusaha untuk mencari lingkungan yang dapat membantu dalam mencapai cita-cita saya,? ucap tegasnya.
Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menjawabnya ketika bisa membantu orang menghilangkan masalah yang sedang dihadapinya. ?Entah itu trauma, phobia, dan lain sebagaianya. Di situlah rasa bahagia yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata. Di sanalah, saya melihat kebahagiaan orang yang bisa lepas dari permasalahan yang selama ini menghambat kehidupan dia,? terangnya.
Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ia melakukan beberapa teknik terapi terutama SEFT (metode penyembuhan berbagai penyakit fisik dan psikis yang telah teruji secara klinis) dan self hipnosis sehingga ketika down tidak terlalu lama dan bisa kembali lebih semangat.
Untuk yang paling berperan dalam kehidupannya, ia menyebut kedua orang tuanya karena mengajari kesabaran dan terus berusaha meskipun dalam keadaan tidak menyenangkan.? ?Pengalaman yang paling berkesan di mana saat suatu malam, saya mendengar cerita dari ibu saya bagaimana jerih payah ibu dan bapak dalam meyekolahkan saya sampai sarjana. Di mana saat itu, ibu harus menjual sawah untuk membiayai kuliah dan bapak harus bekerja lebih keras lagi. Jadi, sejak saat itu saya berjanji untuk tidak membebani orang tua lagi,? katanya mengenang.
Pengagum Tung Desem Waringin ini menceritakan rencana atau projectnya dalam waktu dekat ini. ?Tahun ini, saya memiliki project ?Creating Peace Inside Out?, yaitu bagaimana membantu orang untuk mendapatkan kedamaian dalam hatinya sehingga kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Target saya ada 1000 orang yang bisa saya bantu tahun ini. Semoga terkabulkan, amin!? tukasnya.
Untuk impian terbesar ke depannya, pengagum Pak Faiz founder SEFT ini menyebut bahwa impian terbesarnya adalah membangun yayasan pendidikan untuk anak yatim piatu. Saya berkeinginan untuk membantu kehidupan anak yatim piatu agar nantinya bisa lebih mandiri,?pungkasnya.
