Bantul, HarianBernas.com- Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi meminta perajin ataupun pendesain batik di Yogyakarta untuk menggambarkan sebuah cerita melalui desain batik pada kain, meski ceritanya sangat simpel dan singkat.
“Kami ajak para perajin batik atau pendesain batik tak hanya sekadar mendesain batik dengan indahnya warnanya, tapi bagaimana sebuah lembaran batik itu mempunyai cerita,” tuturnya di Kabupaten Bantul kepada perajin batik Desa Srigading yang menghasilkan produk batik bertema Yogya Istimewa saat meluncurkan Gerakan Cinta Batik untuk mendukung Yogya Kota Batik Dunia, Sabtu (7/1).
Dengan batik yang bercerita, menurut GKR Mangkubumi, seseorang akan menjadi bangga karena mengenakan pakaian batik yang berdesain cerita itu.
Jaman dulu para tokoh masyarakat, termasuk pihak Keraton kalau akan melakukan negosiasi dengan pejabat, memakai batik yang motifnya sendiri-sendiri. Selain itu, motif yang berbeda juga dipakai dalam 'midodareni' di tradisi jawa.
“Kalau sekarang ini batik tidak hanya digunakan untuk kain dalam acara tradisional atau upacara tradisi, tetapi bagaimana dalam keseharian, sebuah kain batik punya cerita dan makna,” katanya.
