BERNAS.ID – Inavoice.com didirikan pada 1 September 2020, dengan alasan yang melatarbelakangi pendirian Inavoice sendiri, yaitu melihat masifnya pertumbuhan industri voice over di Indonesia dan belum adanya standarisasi di industri tersebut.
Luasnya diferensiasi kualitas hasil voice over yang diproduksi menjadi celah bagi calon pengguna jasa voice over. Untuk itu, Inavoice hadir menawarkan pengalaman kami dalam industri produksi audio dan jaminan hasil kualitas terbaik dengan konsistensi yang tetap terjaga.
Di umur yang terbilang cukup muda, selain mengembangkan jasa produksi voice over melalui Digital Voice Over Agensinya. Inavoice juga mengembangkan Inavoice Audio Marketplace, sebuah 'pasar background musik' di mana setiap kontributor musik terpilih dapat menjual musiknya melalui platform Inavoice.
Baca Juga : Selama Pandemi, 72% Keluarga Indonesia Lebih Banyak Menggunakan Layanan Pesan Antar Makanan
Inavoice Audio Marketplace didirikan atas dasar rasa prihatin terhadap tingginya tingkat kesulitan content creator audio visual ketika mencari atau membeli background musik berlisensi khusus. Karena kesulitan yang cukup tinggi inilah, banyak content creator yang mungkin mencari free copyright music, yang mungkin tidak sesuai dengan bayangan musik yang diinginkan.
Seperti apa cara kerjanya?
Cara kerja kami cukup simple, Inavoice mengupayakan optimisasi google index (baik on page maupun off page) untuk menarik calon client dan customer backround music yang akan menggunakan jasa kami. Tentunya optimasi ini harus diimbangi dengan Content Marketing melalui channel distribusi Inavoice, baik melalui Blog, Instagram, LinkedIn, Facebook, dan Youtube.
Bagi klien dan kostumer yang ingin menggunakan jasa Inavoice, bisa langsung menghubungi admin Inavoice melalui page ‘contact us’ yang ada di website kami. Voice over talent dan musik kontributor yang bergabung bersama kami semuanya adalah freelancer yang mana tidak ada kontrak terikat untuk terus berada dalam agensi kami. Pun nampaknya, dengan cara seperti ini, Inavoucr menawarkan win-win solution bagi mereka karena mereka dapat dengan bebas mendistribusikan karya-karya mereka pada agency dan marketplace lain yang ada di seluruh dunia.
Inavoice selalu membuka bagi kesempatan bagi mereka yang ingin bergabung bersama kami. Namun tentunya, untuk menjaga kualitas dari produk yang kami tawarkan pada client ada proses seleksi yang kami lakukan, proses seleksi tersebut antara lain:
How To Joining Voice Over Roster:
1. Sent us your best high quality Voice sample
2. Sent us your recording equipment list
3. Sent us your voice over portofolio
How To Joining Inavoice Audio Marketplace Music Contributor:
1. Sent us your best high quality music sample
2. Sent us your Digital Audio Workstation peripheral and equipment list
Seperti apa model bisnis dan strategi monetisasinya?
Inavoice memiliki 2 jenis bisnis dalam 1 perusahaan, yaitu Digital Voice Over Agency, dan Audio Marketplace. Dalam 2 jenis bisnis ini, Inavoice juga membuat 2 model bisnis yang berbeda, yaitu B2B untuk Digital Voice Over Agency kami, dan B2C untuk Audio Marketplace kami.
B2B dengan harapan bahwa klien Inavoice akan menggunakan jasa kami, dan B2C dengan harapan bahwa setiap customer memiliki akses mudah untuk membeli lagu berlisensi untuk setiap konten digital yang mereka produksi.
Berapa jumlah user, talent dan klien Inavoice hingga saat ini?
Untuk traffic website Inavoice sendiri belum cukup tinggi dikarenakan umur kami yang masih sangat muda. Namun dalam 4 bulan kami berdiri, setidaknya kami telah memiliki 200 Voice Over talent dari 30 negara berbeda di dunia, 6 Music Contributor yang tersebar dari 4 Negara berbeda di Dunia, dan juga telah memiliki 20 client yang telah menggunakan jasa kami, baik jasa pembuatan voice over, ataupun produksi musik.
Seperti apa pandemi mempengaruhi bisnis Inavoice?
Pandemi tentunya memberi dampak bagi bisnis kami, ataupun bagi bisnis kebanyakan orang lain. Perubahan behaviour target market, perubahan gaya produksi voice over dari client visit session menjadi remote recording system tentunya sangat mempengaruhi bagaimana Inavoice melangkah dan menentukan bisnis plan. Namun kami juga sadar betul bahwa pandemi merupakan starting poin baru bagi setiap orang, sehingga bagi bisnis yang terus konsisten dan survive melewati kondisi new normal, bisa menjadi leader baru dalam market persaingan, untuk ini, khususnya industri voice over dan audio marketplace
Apa target Inavoice saat ini? Apakah ada rencana penggalangan dana?
Inavoice sama sekali tidak berupaya untuk mencari founding, penggalangan dana, atau apapun. Yang sedang kami upayakan adalah memaksimalkan distribution channel kami agar bisa menambah jumlah traffic dan memaksimalkan kemungkinan converting melalui hal tersebut. Mengingat bahwa Inavoice merupakan Start-up digital voice over agency dan audio marketplace pertama di Indonesia berbasis Self Founding, dengan kondisi pasar yang sedang kurang baik dikarenakan pandemi, proses bootstraping jadi berjalan sedikit lambat.
Adapun target Inavoice adalah, memaksimalkan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Inavoice di bidang audio untuk menjadi ‘win-win solution’, baik bagi talent dan music contributor dan juga client yang nantinya akan menggunakan jasa kami. Tentunya Inavoice menjamin klien dengan 10 hal, yaitu:
a. 24 Hours Service
b. Fast Response Service
c. Professional Localization Team
d. All-Star Production Team
e. Remote Recording System
f. Maximizing Client User Experience
g. 200 Voice Talents in 30 Different Language
h. Broadcast Standard Licensed Audio Equipment
i. Quality Consistency
j. 100% Moneyback Guarantee. (jat)
