HarianBernas.com – Ryan Gondokusumo kini menekuni bidang profesi sebagai digital marketing dan startup. Bidang yang digeluti ini merupakan passion-nya selama 5 tahun ini. Ia telah mendirikan dua perusahaan internet (startup), yaitu Sribulancer.com dan Sribu.com. Dengan dua produk startup-nya itu, ia ingin membantu orang dahulu agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan sesuai dengan motto Zig Ziglar, yaitu ?Anda akan mendapatkan apa yang diinginkan apabila Anda membantu orang lain terlebih dahulu.?
?Sekarang, saya ingin membuat perusahaan internet pertama dari Indonesia yang dapat go global. Melalui dua produk kami, yaitu Sribu sebagai situs jasa desain online, klien bisa mendapatkan ratusan desain berkualitas dalam beberapa jam dengan cepat dan efisien, serta Sribulancer merupakan trend setter situs cari kerja yang akan mengubah cara bisnis/pengusaha melakukan rekrutmen dari offline ke online dan menawarkan kemudahan, proses seleksi yang cepat, aman, dengan biaya yang efisien dan dapat dipercaya. Langkah awal adalah dengan mendapatkan 10.000 klien dahulu untuk Sribu dan Sribulancer sebelum mulai ekspansi ke luar negeri,? ungkapnya ke Harian Bernas (23/12).
Ryan menyebut sampai hari ini Sribu.com telah membantu kebutuhan desain 5.000+ klien dan Sribulancer.com telah membantu kebutuhan jasa marketing, penulisan, pembuatan website 4.000+ klien. ?Beberapa klien lokal kami seperti Jasa Marga, Gojek, Pertamina dan luar negeri seperti Baidu, Google, Survey Monkey,? imbuhnya.
Alumnus Universitas Purdue ini pun menceritakan pengalaman unik yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini.?Pengalaman paling unik adalah ide awal ketika mendirikan Sribu. Idenya berawal ketika saya masih kerja di perusahaan lama, sebuah travel agent, di mana kami membutuhkan desain poster untuk marketing campaign high season. Hasil yang kami dapatkan lewat inhouse desainer kurang memuaskan, jadinya saya coba buat sebuah kontes di Kaskus dan dalam 5 hari saya mendapatkan 300 desain! Kami ingin nama yang mudah diucapkan dan dalam 5 menit, kami temukan nama Sribu,? ucap ceritanya tentang mendirikan dan menemukan nama Sribu.com.
Pengagum Jeff Bezos, CEO Amazon ini membagikan pengalaman uniknya di pekerjaan saat ini. ?Pengalaman unik di pekerjaan adalah ketika saya memulai usaha. Tiga bulan pertama sejak launching Sribu.com, kami baru memiliki satu klien, tapi jumlah desainer yang register lebih dari 2.000 desainer. Mendapatkan klien merupakan hal susah untuk bisnis baru karena brand dan trust level belum terbentuk dan terlebih untuk Sribu karena konsep crowdsourcing masih sangat baru di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, kita mulai menawarkan produk kami ke teman dekat dahulu sambil membuat testimonial yang kuat. Setelah itu, klien lain akan menyusul,? paparnya.
Peraih SparxUp Awards dari Djarum pada tahun 2011 ini bercerita tentang permasalahan yang paling sering dihadapi di bidang pekerjaannya. ?Satu tahun pertama ketika mendirikan Sribu adalah momen yang terberat secara fisik dan mental bagi first time entrerpeneur dan itu yang saya rasakan juga. Banyak keraguan di dalam hati dan juga dari sekeliling kita. Muncul banyak pertanyaan seperti berapa lama akan sukses, apakah produk kita dapat diterima market dan lainnya, sampai pertanyaan apakah memulai startup adalah keputusan yang tepat. Karena waktu adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli kembali dan banyak orang menyesal karena memulai startup. Bagi saya, membuat startup adalah passion dan juga keputusan yang saya ambil dan saya menyukai apa yang saya kerjakan,? bebernya.
Penerima INAICTA 2014 Awards ini menjelaskan tentang bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Di jaman sekarang ini, perkembangan aktivitas dunia maya dan kepercayaan orang akan transaksi di dunia maya dari awalnya hanya sebagai alat komunikasi jarak jauh, berkembang menjadi sarana mengekspresikan diri dan memperluas jaringan, hingga transaksi jual beli dan promosi marketing. Ke depannya, media digital juga akan menjadi sarana yang efektif dalam kegiatan recruitment. Disinilah Sribu dan Sribulancer masuk sebagai sarana tersebut. Sribu dan Sribulancer mengakomodasi tren pertumbuhan pekerja freelance di Indonesia yang diprediksi akan semakin meningkat melalui penciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi para pekerja freelance,?jelasnya.
Entrepreneur ini pun mengungkapkan kebiasaan khusus untuk mendukung bidang pekerjaannya. ?Habit saya adalah memikirkan dan ambil keputusan dengan critical thinking, selesaikan pekerjaan satu-satu dengan tekun, dan stay positive dan motivated,? katanya.
Pengagum Neil Patel sebagai pakar online marketing dunia sini pun membagikan inspirasi dan saran kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Memulai bisnis tidak mudah, tapi mencoba adalah setengah dari keberhasilan. Ketika sudah terjun membuka usaha sendiri, pastikan memberikan komitmen penuh dan work smart. Untuk saran, komitmen dan berdedikasi untuk setiap hal yang Anda kerjakan untuk mencapai hasil yang maksimal dan diharapkan,? terangnya memberikan pandangannya.
Atas apa yang dicapainya saat ini, sebagai pengagum sosok Ayah, ia tak melupakan peran orangtua, terutama peran Ayah karena memberikan arahan dan dukungan dalam karirnya dan ketika ia mulai berwirausaha. Lingkungan juga menjadi bagian yang sangat penting, terutama keluarga saya, teman-teman dekat, dan juga teman-teman yang berada dalam industri pekerjaan yang sama. ?Mereka yang menjadi motivasi saya,?tambahnya.
Wirausahawan muda ini memaparkan impian dan projectnya dalam waktu dekat ini.? Saya ingin terus melanjutkan impian saya sekarang ini untuk menjadi perusahaan internet pertama dari Indonesia yang dapat go global melalui Sribu dan Sribulancer. Saya ingin dapat membantu kebutuhan 100.000+ klien dan membuka lapangan pekerjaan online bagi 1.000.000+ freelancer di dunia. Untuk project terdekat, saya ingin terus mengembangkan produk Sribu dan Sribulancer dan membantu lebih banyak klien dan freelancer yang ada di dunia,?paparnya.
