HaarianBernas.com – Kegagalan… Bukan hanya monopoli, mereka yang disebut sebagai orang yang gagal di komunitas mereka. Gagal juga menjadi sahabat mereka yang kita anggap orang yang sangat sukses seperti Soichiro Honda, Edison, Steve Job, dan tokoh-tokoh kaliber lainnya.
Saya pribadi, berkali-kali jatuh bangun dalam bisnis saya. Sebagai contoh, saya gagal di Bisnis Properti saya di tahun 2005. Rugi ratusan juta ketika itu sungguh sangat berarti, karena justru bisnis komputer saya yang selama ini jadi Cash Cow, justru sedang sekarat di titik Nadir, dengan hutang beberapa Milyard Rupiah. Di sisi lain, kampus yang dibangun sejak tahun 2001 dan beroperasi sejak 2002, AKMI BATURAJA, baru belajar menghidupi dirinya sendiri.
Lalu bagaimana saya memulai bisnis properti saya di 2011 lalu akhirnya berhasil? Saya belajar ke banyak guru properti, lalu mulai mengunci beberapa resiko yang sudah saya ketahui. Lalu mempelajari bagaimana mengunci resiko-resiko yang muncul di tengah perjalanan.
Mengunci Resiko…
Membuat Bisnis yang di Atas kertas menguntungkan, tetap menguntungkan sesuai rencana.
Ilmu mengunci resiko inilah saya kira salah satu ilmu terpenting yang saya dapatkan dari banyak guru dan mentor bisnis saya.
Apakah Anda berada dalam kesulitan hari ini?
Bangkitlah kembali dan belajar mengunci resiko-resiko yang akan Anda hadapi di masa depan. Terus bertekun dalam menemukan cara, membangun massive income dan passive income Anda dengan resiko terkunci.
Selamat berpetualang kembali…
Salam Hebat
Putu Putrayasa
www.PuriPermataku.com
