HarianBernas.com – Kukuh Tripamungkas Wicaksono mengakui bahwa mencari nafkah untuk mencukupi kehidupannya dengan coding. Dunia coding dipilih ketika memutuskan untuk alih profesi yang tadinya berencana menjadi arsitek bangunan beralih ke arsitek software.
“Dipilih untuk meyakinkan diri sendiri jalan yang lebih cocok adalah fokus menjadi programmer/arsitek software. Saat itu ada penyesalan mengenai biaya yang sudah dikeluarkan untuk menjadi arsitek sehingga sayang kalau harus dropout di tahun awal kuliah. Akhirnya diputuskan untuk tetap kuliah seadanya dengan target lulus dan tetap coding sebagai hobi. Kuliah di arsitek akhirnya selesai walau harus berjuang 7,5 tahun,” ungkapnya mengakui bahwa coding awalnya sebagai hobi.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Dengan hobinya di dunia coding, pria kelahiran Jakarta ini kini menekuni berbagai bidang profesi di dunia IT seperti sebagai CTO, programmer, founder Lokal/Blogger PPC AdNetwork, dan blogger/Influencer Platform. “Juga kadang sebagai technical/coding consultant freelancer untuk pekerjaan seputar digital marketing dan pembuatan platform apps web dan mobile. Saat ini sedang interest untuk explorasi chatbot,” ungkapnya kepada Harian Bernas, Rabu (5/10).
Untuk menekuni banyak bidang pekerjaannya di dunia IT, ia tak menyangkal tentang banyak peran orang di sekelilingnya. “Yang paling berperan, orang tua, saudara-saudara, teman-teman online, dan offline. Peran yang diberikan adalah trust dan moral support. Juga istri dan anak mendukung. Kadang-kadang saya berpikir, bisa tetap survive sampai saat ini saja sudah merupakan pencapaian yang membanggakan di samping menang kompetisi, mendapatkan bantuan dana, berpenghasilan cukup, memiliki orang tua, saudara, keluarga yang sehat,” jelasnya.
Dukungan lain yang mendukung pekerjaannya, Kukuh mengakui bahwa lingkungan saat ini sangat mendukung. “(1) Akses internet tersedia, (2) Tinggal di indonesia bisa hidup damai tidak dalam keadaan perang, (3) Iklim demokratis, boleh berpendapat dan berkreasi apa saja selama tidak melanggar UU, (4) Pertumbuhan perekonomian indonesia cukup baik, negara tidak dalam keadaan krisis, (5) Populasi kelas menengah yang semakin kuat sehingga ada demand dan permintaan yang cukup di industri digital advertising dan marketing,” tuturnya.
Pengalaman unik dari pemilik cita-cita ingin menjadi pemain musik ketika SMA ini, ketika kuliah tahun pertama, ia baru sadar tidak suka gambar sketsa arsitek, tapi lebih suka coding. Nilai kuliahnya mayoritas dapet D atau E. “Hopeless banget dulu ketika jaman kuliah. Keputusan sendiri untuk tetap belajar dan coding sambil kuliah,” ucapnya terus komitmen untuk kuliah.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Pengagum Einstein ini juga menceritakan pengalaman uniknya sebagai programmer. “Pertama, dari berbagai macam tipe klien, ternyata setiap orang membutuhkan apps/software. Tidak hanya corporate/businessmen yang membutuhkan apps. Kedua, individu/personal membutuhkan software yang lebih simpel dan mudah digunakan dan dapat dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang IT. Dari fakta tersebut, jadi sadar peluang untuk membuat apps/software yang cocok untuk individu,” paparnya tentang hal unik di bidang pekerjaannya.
Penyuka tokoh Newton dengan teori kecepatan cahayanya ini mengungkapkan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang ini. Bidang programming coding memang suka dari awal. Ada yang membayar untuk passion coding ini dan kebetulan cukup mengerti tentang dunia coding. What Do Well, kebetulan mengerti tenang teknis programming. What We Want To Do, coding sesuatu yang saya disukai sejak kecil. What We Can Be Paid To Do, dunia bisnis/industri memerlukan skill coding,” urainya.
Ketika ditanya tentang persoalan sebagai programmer, lulusan arsitektur FTSP Universitas Trisakti ini menjawab, yaitu tentang trend yang cepat berubah sehingga apps dan coding harus perlu dimodifikasi, diperbaiki, diganti total, ataupun tidak bisa digunakan lagi karena kebutuhan berubah. “Cara untuk menyikapinya, harus terus mengikuti perkembangan yang sedang akan terjadi di depannya,” jelasnya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Tantangan menjadi programmer bagi konsultan freelance teknis coding ini adalah mengerti bagaimana bisnis dijalankan dan bagaimana coding membantu bisnis agar terbantu. “Ada banyak masalah terkait integrasi problem bisnis ke dalam domain teknologi, antara lain: (1) Business cepat berubah, (2) Adaptasi teknologi baru menggantikan teknologi lama dalam bisnis, (3) Teknologi yang semakin murah sehingga menjadikan investasi teknologi lama sebelumnya menjadi sunk cost (4). Teknologi yang ternyata tidak bisa diimplementasikan ke dalam solusi bisnis. Cara menyikapinya, (1) Harus belajar terus dan bisa melakukan analisa, serta action to solving problem,”bebernya.
Lulusan S2 Universitas Bina Nusantara di bidang manajemen sistem informasi ini menyebut bahwa yang bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. “Alasannya, coding saat ini justru lagi booming. Sedang banyak diperlukan di hampir semua industri. Startup baru bermunculan. Penggunaan internet semakin meluas dan setiap orang memerlukan,” ucapnya menjelaskan.
Founder dan CTO idblognetwork.com ini membangun habit khusus untuk mendukung bidang profesi sebagai programmer. “(1) Mengamati suatu peristiwa dan mereka-reka, proses apa yang membentuk terjadinya peristiwa ini. (2) Memahami alur, mekanisme suatu benda, sistem dapat berjalan. (3) Melakukan eksperimen apabila mengubah, mengganti, menambahkan, menghilangkan suatu komponen dalam sistem, apa yang akan terjadi, misal kasus ketika menunggu lift, coba amati bagaimana lift dapat naik dan turun. Mekanisme apa yang menyebabkan lift bisa naik dan turun? Bagaimana lift dapat berhenti di lantai 8 apabila ada orang yang meminta? Bagaimana lift dapat melewati lantai 8 tanpa berhenti ketika sedang naik atau turun. Pikirkan bagaimana membuat apps software untuk berjalan dan bekerjanya sebuah lift. Bagaimana bila lift dibuat horizontal bukan vertikal. Peristiwa sederhana sebenarnya, tapi akan banyak memberikan inspirasi atau peluang apabila kita bersedia meluangkan waktu untuk mengamati apa yang terjadi di sekitar kita,” terangnya panjang lebar.
Baca juga: Inilah 10 Sekolah Penerbangan Terbaik yang Ada di Indonesia
Pemilik website Kukuhtw.com ini pun membagikan inspirasi untuk orang atau yang sedang bercita-cita menjadi programmer. “Menjadi programmer sebaiknya bukan berasal dari suatu keinginan, tapi suatu kebutuhan untuk mencari tahu jawaban bagaimana sesuatu bekerja. Dimulai dari mengamati hal-hal kecil di sekitar. Bagaimana mobil motor bisa bergerak dengan hanya menginjak pedal dan menggerakkan tangan? Bagaimana pesawat terbang bisa terangkat ke atas? Bagaimana mobile phone bisa memindahkan data ke laptop dan sebagainya? Bagaimana apps atau coding bisa mematikan atau menyalakan lampu?
Bagi orang lain, itu merupakan hal sangat biasa, tapi bagi seorang calon programmer hal-hal tersebut adalah hal yang tidak biasa dan menarik untuk diamati. Proses cara kerjanya. Dengan habit seperti itu akan memberikan pemahaman utuh, terbiasa berpikir sistematis, runut, logis sehingga pastinya akan terbuka jalan untuk menjadi programmer. Memang sih tidak ada jaminan bisa sejahtera atau kaya menjadi programmer atau coder karena justru ada banyak programmer yang menggratiskan aplikasinya secara gratis dan tidak berpikir untuk mendapatkan uang banyak dari hasil kreasinya,” ungkapnya tentang inspirasinya.
Ketika disinggung tentang rencana dalam waktu dekat ini dan impiannya ke depan, penyuka hobi baca buku dan coding ini menjawab, yaitu mempelajari chatbot apps agar dapat dioptimalkan untuk kepentingan bisnis. ”Impian terbesar sejak dulu dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal sehingga pekerjaan dan aktivitas dapat selesai dengan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih murah. Membuat platform teknologi tersebut agar dapat digunakan oleh banyak orang,” katanya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
