HarianBernas.com – Perubahan iklim, khususnya banjir sering diabaikan oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mereka sering menerima saja kondisi banjir yang merusak usaha mereka. Oleh sebab itu HIPMI bersama PPM School of Management menghadirkan Eka Jatnika Sundana dan Ade Reno Sudiarno membahas hal itu. Acara dimoderatori oleh Yanuar Andrianto core faculty PPM.
Eka Jatnika yang sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Griffith University Australia memaparkan penelitian disertasinya. Eka menggambarkan seorang pedagang rendang pernah mengalami kerugian lima juta perhari saat banjir tiba. Bahkan ada pelaku UMKM lainnya mengalami kebangkrutan saat banjir tiba. Eka menggambarkan masih banyak pelaku UMKM masih belum memahami dan bahkan tidak peduli pengaruh banjir terhadap usaha yang mereka lakukan. Padahal 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM
Setelah meneliti 307 UMKM Eka menemukan 54% menyatakan banjir mengganggu usaha mereka. 74% menyatakan pentingnya mengelola perubahan iklim. Tetapi faktanya 47% tidak melakukan apa-apa saat banjir terjadi dan hanya 8% yang melakukan inovasi untuk mengelola kondisi yang ada. Eka menyimpulkan agar UMKM tangguh harus melakukan pendekatan Business Continuity Plan, juga Eka menekankan pentingnya peran asosiasi usaha untuk mendukung UMKM agar mampu mengelola bisnisnya menghadapi saat hadirnya banjir.
Ade Reno menyatakan UMKM tangguh harus berada dalam kondisi siaga bencana, mampu bertahan dan beradaptasi saat bencana hadir, dan bisa pulih cepat untuk melakukan usaha dengan lebih baik lagi. Ade merupakan penggiat dari OXFAM yang bisa melakukan pendampingan UMKM yang terkena bencana untuk pulih kembali. Ade menekankan pentingnya kerjasama berbagai pihak untuk membantu UMKM pulih dari bencana.
Anggawira ketua BPP HIPMI menyambut baik kolaborasi dengan PPM ini. Anggawira melihat perlunya banyak pihak bersinergi untuk mengembangkan UMKM agar kesenjangan sosial terus bisa diperkecil. Acara ini dikelola oleh Pinpin Bhaktiar bersinergi dengan berbagai komunitas dan asosiasi yang mengembangkan UMKM di Indonesia seperti TDA, IMA DKI, AMA DKI, GIJ, APWI, ECI, EXCELLENT, GIMB, dan Harian BERNAS
