Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Pansus: Pembangunan Daerah di DIY Belum Sepenuhnya Optimal dan Inklusif

    May 13, 2026

    Aplikasi Simetris Berbasis AI Siap Cegah Kasus Keracunan MBG di Yogyakarta

    May 13, 2026

    Pengadilan Negeri Sleman Gelar Sidang di Kalurahan Condongcatur

    May 13, 2026

    Pasang Baru PDAM Sleman Hanya Rp750 Ribu

    May 13, 2026

    Hantavirus Masuk Jakarta, Desie Minta Pencegahan Jangan Setengah-Setengah

    May 13, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Daerah»Pansus: Pembangunan Daerah di DIY Belum Sepenuhnya Optimal dan Inklusif
    Daerah

    Pansus: Pembangunan Daerah di DIY Belum Sepenuhnya Optimal dan Inklusif

    Deny HermawanBy Deny HermawanMay 13, 2026No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DIY Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna, Rabu (13/5/2026) - (foto: ist)
    Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DIY Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna, Rabu (13/5/2026) - (foto: ist)
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Panitia Khusus (Pansus) Bahan Acara Nomor 4 Tahun 2026 DPRD DIY menyampaikan sejumlah catatan strategis terhadap pelaksanaan pembangunan daerah dalam laporan hasil kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DIY Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna, Rabu (13/5/2026). Catatan tersebut mencakup persoalan kemiskinan, ketimpangan wilayah, tata kelola pendidikan, pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, hingga pengelolaan sampah dan industri kreatif.

    Dalam laporannya, Sigit Nursyam Priyanto selaku Wakil Ketua Pansus BA 4, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DIY atas sejumlah capaian positif sepanjang tahun 2025, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) keenam belas kali secara berturut-turut, perolehan 44 penghargaan nasional, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Capaian Indikator Kinerja Utama daerah yang baru mencapai 40 persen, belum terpenuhinya target pada Indeks Pertumbuhan Inklusif, Indeks Kebahagiaan, dan Indeks Williamson, serta masih tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah menunjukkan bahwa pembangunan daerah belum sepenuhnya optimal dan inklusif,” ujar Sigit dalam rapat paripurna.

    Meski demikian, Pansus menilai pembangunan daerah belum sepenuhnya optimal dan inklusif. Hal itu terlihat dari capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah yang baru mencapai 40 persen, belum tercapainya target Indeks Pertumbuhan Inklusif, Indeks Kebahagiaan, dan Indeks Williamson, serta masih adanya persoalan kemiskinan dan ketimpangan wilayah.

    Selain itu, Pansus juga menyoroti pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD DIY Tahun 2026 yang dinilai masih terkendala sistem pemilihan program yang kurang transparan dan belum memiliki batasan kuota yang jelas.

    Baca juga: Seminar Nasional BPD: Peran Strategis BPD di Tengah Penurunan Dana Transfer ke Daerah

    Karena itu, Pansus merekomendasikan pemerintah daerah segera mengambil langkah percepatan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 agar usulan Pokir yang telah terinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dapat segera direalisasikan.

    “Usulan Pokok-Pokok Pikiran yang telah terinput dalam SIPD perlu segera dilaksanakan mengingat urgensi aspirasi masyarakat yang mempertaruhkan kredibilitas pelayanan publik jika terus tertunda,” kata Sigit.

    Pada sektor pendidikan, Pansus mendorong pemerintah daerah memperkuat pengawasan dan tata kelola pembiayaan pendidikan guna mencegah praktik pungutan liar di lingkungan satuan pendidikan. Upaya tersebut dinilai perlu didukung dengan peningkatan transparansi pembiayaan sekolah, penguatan mekanisme pengaduan masyarakat, serta penegakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

    Pansus juga merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus Pengawasan Tindak Lanjut Rekomendasi LKPJ guna memastikan implementasi rekomendasi DPRD berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, Pansus turut mendorong pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Kejahatan Jalanan dan tawuran pelajar dengan melibatkan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait.

    Di bidang lingkungan hidup, pemerintah daerah diminta mengambil langkah strategis dalam penanganan sampah melalui pemberian insentif berkelanjutan bagi bank sampah dan komunitas pemilah, serta menjamin kepastian offtaker bagi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Piyungan sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

    Sementara itu, dalam aspek pembangunan ekonomi, Pansus menilai Indeks Pertumbuhan Inklusif DIY masih belum sesuai harapan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah didorong melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada kawasan tertinggal seperti Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul melalui pengembangan sektor usaha yang mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar.

    Menanggapi rekomendasi tersebut, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan apresiasi atas kerja Pansus DPRD DIY dalam melakukan pembahasan dan pendalaman substansi LKPJ Gubernur DIY Tahun 2025.

    “Kami yakin bahwa catatan dan rekomendasi tersebut adalah wujud kepedulian dan kontribusi nyata dari DPRD DIY atas upaya perbaikan berkelanjutan terhadap kinerja Pemda DIY dari waktu ke waktu,” ujar Paku Alam X.

    Ia menegaskan rekomendasi DPRD akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan dijadikan bagian dari evaluasi dokumen strategis perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah juga menyadari masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang harus diselesaikan, terutama terkait kemiskinan, ketimpangan wilayah, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

    “Catatan dan rekomendasi DPRD merupakan inspirasi sekaligus tuntutan bagi Pemda DIY untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. (den)

     

     

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Deny Hermawan

      Related Posts

      Pasang Baru PDAM Sleman Hanya Rp750 Ribu

      May 13, 2026

      Hantavirus Masuk Jakarta, Desie Minta Pencegahan Jangan Setengah-Setengah

      May 13, 2026

      Kejati Sulteng Hentikan Kasus Pencurian Lewat Restorative Justice

      May 13, 2026

      Pelajar di Palu Jadi Korban Begal Modus Tunjuk Jalan

      May 13, 2026

      Sleman Anggarkan Rp108 miliar untuk Perbaikan Infrastruktur, Terutama Jalan

      May 13, 2026

      Imigrasi dan Penghulu Bersinergi Awasi Kawin Kontrak WNA di Sulteng

      May 12, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Persona AI Bekerja Sama dengan Under Armour untuk Mengkaji Berbagai Material Berkinerja Tinggi untuk Robotika Humanoid

      May 13, 2026

      CGTN: Mengapa dunia menyoroti KTT Tiongkok-AS yang akan datang?

      May 12, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Pansus: Pembangunan Daerah di DIY Belum Sepenuhnya Optimal dan Inklusif

      May 13, 2026

      Pasang Baru PDAM Sleman Hanya Rp750 Ribu

      May 13, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.