Yogyakarta, HarianBernas.com – Menurut Suhardjo, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan data bahwa sampai saat ini setidaknya 285 juta orang di dunia mengalami kebutaan, Rabu (2/11).
Menurut dokter spesialis mata ini, sekitar 80 persen dari kasus tersebut sebetulnya dapat dihindari jika masyarakat mememperoleh layanan mata yang komprehensif.
“Menurut Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan, 80 persen kasus dapat dihindari jika mendapatkan layanan mata yang komprehensif,” tutur Suhardjo di acara Hari Kesehatan Nasional ke-52, di Hotel Neo Yogyakarta.
Katarak merupakan penyakit mata yang terjadi karena kekeruhan pada lensa mata. Katarak menjadi penyebab terbanyak untuk kebutaan di banyak negara berkembang.
Ia juga menyebut banyak faktor penyebab katarak, seperti genetik, merokok, paparan ultraviolet, usia, diabetes, dan penggunaan stereoid.
Bagi dokter mata ini, sejumlah besar penderita katarak di Indonesia belum melakukan operasi mata karena ketidaktahuan tentang penyakit buta katarak yang dapat dioperasi.
Selain itu, para penderita katarak belum operasi karena tidak mampu membiayai dan tidak berani. “Mahal dan kurang edukasi yang menjadikan masyarakat takut,” jelas Suhardjo.
