Yogyakarta, HarianBernas.com – Mahasiswa dituntut mampu memanfaatkan media sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, Selasa (25/10).
“Kita bisa menggunakan media sosial untuk menciptakan kotak amal virtual atau penggalangan dana. Jika kita mampu, bisa memberikan manfaat bagi orang,” jelas Muhamad Junaedi, Koordinator Kampus kitabisa.com dalam seminar 'Socio Technology Future Leader, Online Fundraising For Campus Issues,' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Selain dipakai secara positif, Junaedi menuntut mahasiswa dapat memberikan perubahan bagi masyarakat. Baginya, Indonesia mempunyai banyak orang baik, tapi masih sedikit situs yang menjembatani orang-orang baik itu untuk membantu masyarakat.
Untuk penggalangan dana via media online, harus melalui pesan pribadi, bukan via “broadcast”. Jika melalui “broadcast”, bisa disalahgunakan orang lain.
Sedangkan bagi Irvandias Sanjaya, pendiri Hipwee Komunitas Yogyakarta menuturkan bahwa melalui ide dengan pemanfaatan media sosial adalah kekuatan pemuda untuk mengubah masyarakat.
“Dalam merealisasikan ide sebagai gerakan nyata maka diperlukan jaringan, waktu, idealisme, dan uang. Uang ini menjadi salah satu hambatan dalam merealisasikan ide. Kita bisa mencari bantuan melalui galangan dana untuk merealisasikan ide, yang tentunya memberikan manfaat kepada orang lain,” bebernya.
