YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Yogyakarta mulai masuk musim hujan meski belum merata, Selasa (4/10/16).
Joko Budiono, Koordinator Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta menuturkan awal musim hujan tampak dari curah hujan saat ini yang mencapai 50 milimeter lebih per dasarian.
“Awal Oktober 2016, curah hujan rata-rata di atas 50 milimeter, indikasi masuk musim hujan,” jelasnya.
Menurut BMKG, musim hujan akan berlangsung secara bertahap dari Kabupaten Sleman Utara, lalu menyusul daerah lain sampai paling akhir Gunung Kidul Selatan. Puncaknya Januari sampai Februari 2017.
Musim hujan tahun 2016 ini, masih diiringi fenomena La Nina yang berkategori sedang. Saat ini, berpijak dari analisis kondisi atmosfer di Yogyakarta terpantau indikasi potensi cuaca ekstrem. Tanda-tandanya, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
BMKG memperingatkan masyarakat untuk waspada dan hati-hati. Potensi bencana alam yang muncul bisa berupa genangan, tanah licin, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Selain itu, nelayan dan masyarakat yang beraktivitas wisata di pesisir Pantai Selatan Jogja juga harus waspada terkait potensi gelombang tinggi sekitar 2,5 sampai 4 meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana tanah longsor dari cuaca ekstrem di musim hujan ini.
“Khususnya masyarakat di kawasan perbukitan. Waspadai potensi longsor atau tanah bergerak,” jelas Wahyu Pristiawan, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY.
Peta zona rawan longsor atau pergerakan tanah dari BPBD Jogja setidaknya terdapat 22 desa dari 6 kecamatan di Kulon Progo yang pernah mengalami longsor, yaitu Desa Sidoharjo, Banjarsari, Banjararum, Purwoharjo, Giripurwo, Hargotirto, Hargowilis, Hargomulyo, Hargorejo, Pengasih, Kedung sari, Karangsari, Ngargosari, Pagerharjo, Gerbosari, Banjaroyo, Purwosari dan Kalirejo.
Di Gunung Kidul, terdapat 13 desa dari 5 kecamatan rawan longsor, yaitu Tegalrejo, Jurangjero, Rejosari, Nglegi, Hargomulyo, Pilangrejo, Umbulrejo, Sawahan, Sidorejo, Putat, dan Gedang Sari, Srimartini, Wukir Harjo, Sampang, Watugajah,.
Untuk Bantul, terdapat 12 desa rawan longsor, yakni Desa Argorejo, Muntur, Mangunan, Sriharjo, Selopamiro, Sitimulyo, Bawuran, Wonolelo, Wukirsari, , Girijati dan Jatimulyo.
Di Sleman terdapat dua desa rawan longsor, yaitu Gayamharjo dan Kronggahan. Di Kota Yogyakarta ada dua kelurahan rawan longsor, yaitu Pandean dan Giwangan.
