GUNUNG KIDUL, HarianBernas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Yogyakarta targetkan pembebasan lahan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sepanjang 50 kilometer selesai tahun 2017, Minggu (25/9/16).
“Untuk itu, Pemerintah DIY saat ini fokus menyelesaikan pembebasan lahan sisanya. Targetnya, tahun depan selesai pembebasan lahan,” terang Edy, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunung Kidul.
Total panjang JJLS di Gunung Kidul mencapai 80 km dan yang sudah dibangun sekitar 30 km. Beberapa sudah mulai pembebasan dari Girisekar-Legundi-Duwet-Jerukwudel (Parcimantoro) dan Jerukwudel-Planjan (Baron). Lokasi tersebut dalam proses pembayaran ganti rugi. Sebagian lainnya, dalam proses pematokan tanah dan dalam proses ijin pembebasan lahan (IPL).
“Nantinya, harga tanah yang dibeli berdasarkan tim aprisal dengan harga transaksi akhir harga lahan sekitar, bukan berdasar nilai jual objek pajak (NJOP),” imbuhnya.
Pihaknya belum bisa memprediksi dimulainya pengerjaan fisik tergantung dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). “Untuk pengerjaan tergantung pusat, tapi karena ada pemotongan anggaran, kemungkinan akan ada peminjaman Bank Pembangunan Asia. Kemarin, sudah disurvei,” katanya.
Dengan pembangunan JJLS, harapannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kunjungan wisata karena kendaraan bisa lancar karena lebar jalan yang cukup lebar, misal dari rute jalan Pracimantoro – Baron dengan lebar badan jalan capai 40 meter.
“Ke depan juga mudahkan jalur ke bandara baru di Kulon Progo dan memudahkan untuk ke Gunung Kidul,” imbuh Edy.
Sementara itu, Eli Martono, Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Wisata Disbudpar Gunung Kidul menyebut dengan adanya JJLS, kemungkinan kunjungan wisata ke Gunung Kidul akan meningkat untuk itu diperlukan pengelolaan potensi yang baik.
