Australia, Bernas.id – Menilai potensi ekspor dan permintaan ganja di pasar Eropa tinggi, melalui dua perusahaan obat ganja, Australia mempercepat rencana pembangunan kebun ganja di Queensland.
Diperkirakan kebun ganja terbesar Australia ini mampu memproduksi mampu mencapai 500 ton ganja setiap tahun. Nilai ekonomi industri ganja Australia diperkirakan senilai Rp14,5 Triliun (1 Milyar Dollar AS).
Untuk mencapai rencana ekspor, negara kanguru ini menggandeng dua perusahaan obat yakni Asterion Cannabis Inc dan Grup Obat Alami Australia (ANTG). Keduanya berencana memajukan pembangunan kebun ganja dua tahun lebih awal.
Baca juga: Wow, Ladang Ganja Hidroponik Senilai Rp5,2 Milyar Ditemukan di Australia.
Selain itu pembangunan kebun ganja terbesar ini juga memiliki faktor pendukung internal seperti kondisi politik, infrastruktur, dan masyarakat sekitar. Inilah yang menjadikan daya ungkit Australia mampu bekerjasama untuk mengekspor produk obat berbahan ganja.
Daerah Konservatif yang Menerima Kebun Ganja
Toowoomba menjadi wilayah pilihan sebagai tempat pertanian tanaman ganja yang strategis di Australia. Hal ini juga dimudahkan dengan adanya dukungan partai liberal yang berpusat di sana dan komunitas politik yang berpandangan konservatif.
Paul Antonio,Walikota Dewan Daerah Toowoomba, juga sangat mendukung pembangunan kebun ganja. Ia berpendapat bahwa saat ini manfaat ganja sudah diakui tanpa perlu lagi mempertimbangkan pandangan politik.
Tidak kurang 1.000 orang pekerja akan turut bekerja di kebun ganja. Paul menilai investasi ini menjadi potensi besar bagi Toowoomba. Ia memperkirakan bahwa 30 tahun ke depan industri ganja juga akan mendorong terciptanya usaha-usaha baru di sektor perdagangan Toowoomba.
Ia menambahkan bahwa akan ada investasi Rp180 juta Dollar AS siap menanti dari perusahaan Australia Medibis untuk mendukung pembangunan fasilitas industri ganja di dekat Toowoomba.
Terjadi Penikatan Pemintaan Ganja dalam Negeri
Pada bulan Februari lalu, Administrasi Obat Terapeutik mengeluarkan aturan baru dimana obat ganja berdosis rendah dapat diperjualbelikan di apotek tanpa membutuhkan resep dokter.
Ketua Pelaksana ANTG, Cantelo, menyatakan bahwa ia telah menerima izin berupa surat TGA sehingga produk ganja dapat beredar melalui skema khusus.
Dengan skema tersebut memungkinkan dokter untuk mengajukan permintaan kepada TGA agar memberikan produk obat ganja kepada para pasien.
Di samping itu, menilik kompas.com, TGA telah memberikan izin sebanyak 10.000 izin dengan skemat tersebut bulan lalu. Cantelo juga menegaskan bahwa jumlah izin ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.500 izin.
Cantelo menambahkan bahwa terjadi permintaan produk ganja 10-20 persen setiap bulan di Australia. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini ANTG berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan harus mengalihkan permintaan pasar ke kebun ganja di Daerah Toowoomba.
Baca juga: Dokter Australia Selatan Perbolehkan Resep Ganja untuk Obat.
Pembangunan kebun ini akan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan jumlah permintaan pasar. Pada tahap pertama, ia berencana memproduksi 25 persen dari kapasitas yang direncanakan.
Potensi Ekspor ke Negera-negara Eropa
Investasi dengan nilai Rp4,5 Triliun atau setara 400 juta Dollar Australia ini dikhususkan untuk penanaman, produksi, dan penelitian obat-obatan berbahan ganja.
Pembangunan fasilitas itu pun berada di dekat Bandara Wellcamp, Toowoomba. Dengan lokasi yang strategis ini akan memudahkan Australia melakukan ekspor ke luar negeri.
Selain itu, perusahaan Kanada, Asterion, telah memperoleh izin dari Badan Pengendalian Obat Australia untuk melakukan aktivitas penelitian dan produksi ganja. Pemerintah Australia sendiri menyebut investasi industri ganja ini sebagai ‘status proyek terbesar’ di tahun 2019.
CEO ANTG, Stephen Van Deventer mengemukakan bahwa peleburan antara ANTG dan Asterion bersesuaian dengan tujuan dua perusahaan itu baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
Sementara itu, ANTG telah mempunyai jalur distribusi dan fasilitas pendukung di wilayah pedalaman South Wales dan akses pemasaran ke pasar ekspor di Eropa.
Baca juga: Begini Suburnya Ladang Ganja Terbesar di Jepang.
Tidak hanya itu, ANTG juga telah melakukan penandatanganan perjanjian dengan periode kontrak sembilan tahun dengan salah satu perusahaan farmasi di Jerman, Cannamedical Pharma dengan nilai 92 juta dollar. Kontrak perdagangan ini diperuntukkan bagi Australia untuk mengekspor produk obat ganja ke Eropa.
