HarianBernas.com ? Wings Gaming jadi pemenang di kompetisi e-sports Dota 2 dan berhasil membawa uang dengan jumlah yang sangat fantastis yakni Rp119 miliar. Tim yang berasal dari Tiongkok ini tiba-tiba menjadi miliarder karena berhasil menghabisi tim lain dalam pertandingan e-sports dengan skala dunia tersebut.
DOTA 2 The International 2016 sendiri merupakan kompetisi e-sports dengan skala internasional yang diadakan oleh Valve dengan total hadiah senilai USD 20,7 juta (sekitar Rp 271 miliar). Jumlah hadiah ini sedikit lebih besar dari kompetisi sebelumnya yang diselenggarakan oleh Valve tahun lalu yakni USD 18,4 juta (sekitar Rp 241 miliar).
Tim Wings Gaming yang beranggotakan lima orang itu melawan tim yang cukup berat bernama Digital Chaos Head ketika memasuki babak final. Dota 2 International 2016 memang banyak digandrungi oleh gamers di seluruh dunia. Maka menjadi sebuah kebanggaan yang tak terkira ketika Wings Gaming mampu menggondol hadiah utama.
Dengan permainan yang sangat lihai, tim DotA 2 asal Negeri Tirai Bambu ini mampu menumbangkan tim e-Sport Amerika Utara, Digital Chaos dengan skor 3-1.
Baca juga Ayo Ikut Menebak Pemenang JKT48 Janken Competition Prediction Game
Hadiah yang fantastis yakni uang sebesar USD 9,1 juta atau sekitar Rp 119 miliar jika dibawa pulang oleh Wings Gaming dan dibagi rata oleh semua anggotanya, maka setiap anggota tim akan mendapatkan uang sebesar Rp 23,8 miliar. Untuk Digital Chaos Head yang sukses menjadi juara kedua membawa pulang uang senilai USD 3,4 juta atau sekitar Rp 44 miliar.
Sebenarnya untuk Wings Gaming ataupun Digital Chaos Head bisa dibilang masih tergolong baru untuk bermain di dunia e-sports, sehingga tahun ini bisa dibilang sangatlah mengejutkan ketika kedua tim tersebut menjadi juara di kompetisi dengan skala internasional itu. Popularitas kedua tim ini telah kalah jauh jika dibandingkan dengan tim semacam Natus Vincere (Navi) atau Evil Geniuses.
Wings Gaming telah didirikan tidak lama setelah TI4 2014 selesai atau lebih tepatnya pada bulan Agustus 2014. Namun Wings Gaming sendiri masih belum mendapatkan lineup personil yang cocok sehingga pada tahun 2015 memiliki personil inti yang terdiri dari Chu 'Shadow' Zeyu (19), mid Zhou 'bLink' Yang (24), Li 'IceIce' Peng (21), Zhang 'Faith_bian' Ruida (18), serta sang kapten Zhang 'Innocence' Yiping (18).
Baca juga Resmi! 8 Agustus adalah Hari Game Indonesia
Walaupun telah mempunyai formasi yang lengkap, kiprah Wings Gaming di tahun 2015 bisa dibilang masi lemah. Tim ini malah sempat terjerembab di posisi terbawah dalam pertandingan Dota Asia Championships 2015 yang menjadi pertandingan kali pertama terbesarnya.
Kiprah Wings Gaming mulai terlihat di tahun 2016, pertama kali berhasil untuk mengalahkan runner up Shanghai Major, Team Liquid dengan skor 3-0 dalam partai final ESL One Manila 2016, 24 April 2016 yang lalu. Karena kemenangannya tersebut tim ini telah membawa pulang USD 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar. Dari situlah, Wings Gaming seperti mempunyai kepercayaan diri yang sangat kuat dalam bertanding. Bahkan tim ini mengaku tak gentar menghadapi tim manapun.
Saat ini setelah menjuarai TI6, pamor Wings Gaming pun lantas melesat naik. Oleh karena itu, bukan hal yang mustahil jika nantinya banyak vendor yang ingin dapat mensponsori Wings Gaming seperti layaknyabanyak tim e-Sport terkenal lainnya
