YOGYAKARTA, HarianBernas.com-Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Yogyakarta terus memerlukan pendampingan teknis pemasaran produk secara jaringan atau “online” untuk menaikan penjualan, Rabu (27/7).
“Pelaku UMKM yang mengenali pemasaran online sudah banyak, tetapi yang memanfaatkan sebagai sarana promosi sedikit,” jelas Prasetyo Atmosutidjo, Ketua Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) DIY, di Yogyakarta.
Dari 600.000 pelaku UMKM DIY dengan bermacam usahanya, baru mencapai 50% yang telah memanfaatkan media sosial atau sarana pemasaran online untuk sektor usaha kecil, baru 5 persen.
Padahal, produk olahan karya pelaku usaha lokal DIY cukup potensial jika dipasarkan melalui cara online, misal kerajinan tangan dari kayu, kulit, dan kertas dari DIY.
Kemampuan teknis pemasaran secara online belum banyak dimiliki pelaku UMKM di DIY, misal pembuatan uraian yang menarik, pemilihan serta pengunggahan gambar produk, dan pembuatan jejaring di dunia maya.
“Jangan sampai karena teknik pengambilan gambar tidak sempurna, produk yang dipasarkan terkesan tidak menarik,” kata dia.
Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan dapat memfasilitasi pelatihan pemasaran secara memadai, misal menunjuk pihak ketiga untuk memberikan pelatihan kepada komunitas pelaku usaha.
Sementara itu, Agus Mulyono, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM DIY berharap pelaku usaha meningkatkan kunjungan ke Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk mengonsultasikan masalah pemasaran usaha di lapangan.
PLUT di lingkungan Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY telah memberikan beragam layanan UMKM meliputi konsultasi bisnis, pengembangan SDM, pendampingan bisnis, hingga pemasaran produk UMKM.
Dari ratusan ribu pelaku UMKM di DIY, baru 1.000 UMKM yang datang berkonsultasi di PLUT DIY sejak 2014.
