YOGYAKARTA, HarianBernas.com — Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X meminta para orangtua dan masyarakat memantau games Pokemon Go yang saat ini begitu populer, Senin (18/7).
“Orangtua mengapresiasi juga, artinya jangan dilarang. Cuma ya tahu diri aja,” jelas KGPAA Paku Alam X di Gunung Kidul, Senin.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, diharapkan tidak setiap saat bermain karena tidak hanya dilakukan saat beraktivitas. Permainan aplikasi ini bukan harus dihindari, tapi bisa berbarengan dengan permainan tradisional.
KGPAA Paku Alam X berharap permainan tradisional tidak ditinggalkan anak-anak meski marak permainan modern. Saya lebih kepada “fifty fifty”, tradisional juga harus dan wajib. Kemajuan tidak bisa dihindari karena saya juga mengerti permainan makanya saya cerita.
Bupati Gunung Kidul Badingah berharap permainan mencari pokemon di sejumlah lokasi harus memperhatikan etika, misal harus berhati-hati bila ada di kamar dinas bupati.
?Saya tidak atnti-pati, para pemain harus berhati-hati,”katanya.
Meski ramai permainan aplikasi, pihaknya mendorong anak-anak untuk bermain permainan tradisional. Kami sudah mulai mengembangkan di tingkat desa, dan sekolah, mulai dari benthik, gobag sodor, dan tali.
