SLEMAN, HarianBernas.com — Bupati Sleman, Yogyakarta, Sri Purnomo menyebut belum memiliki niat untuk membentuk badan usaha milik daerah di bidang transportasi khususnya angkutan perdesaan, Rabu (3/8).
“Kami pesimis dapat mengembalikan kejayaan angkutan perdesaan (angkudes) meski dikelola badan usaha milik daerah (BUMD),” jelas Sri Purnomo di Sleman.
Semakin berkurangnya angkudes, telah menjadi hukum alam karena minat masyarakat untuk memakai angkutan umum terus menurun daripada tahun-tahun sebelumnya. Jadi, sangat sulit menggairahkan angkudes kembali karena peminatnya berkurang
“Saat ini kendaraan pribadi semakin meningkat dan cara mendapatkannya cukup mudah,” imbuhnya.
Butuh kajian untuk membangun kembali sarana transportasi perdesaan apalagi bila harus membentuk BUMD di bidang transportasi karena tujuan membentuk BUMD harus bisa memberikan pemasukan bagi pemerintah daerah.
?Bila badan usaha selalu merugi, tentu akan berdampak buruk pada beban anggaran daerah. Bila BUMD merugi, harus terus disubsidi,” jelasnya.
Sri Purnomo menuturkan pihaknya terus menunggu perkembangan angkutan umum “Transjogja”. Bila ke depan bisa terus dikembangkan dan menjangkau di titik-titik strategis di Sleman maka akan didukung.
Poerwanto Djohar Riyadi, Ketua Umum Koperasi Pemuda Sleman yang membawahi pengusaha angkudes Sleman, menyatakan butuh campur tangan dari pemerintah daerah untuk menggerakkan angkudes kembali.
“Campur tangan pemerintah bisa berupa pemberian subsidi maupun pengambilalihan operaisonal pelayanan angkutan umum dengan membentuk BUMD,” jelasnya.
Subsidi diberikan dari sisi pengadaan dan peremajaan armada ataupun operasionalnya.
Pola pemberian subsidi sudah diterapkan pada beberapa jenis angkutan reguler seperti TransJogja ataupun TransJakarta dan terbukti mampu mendorong 'survival' pelayanan angkutan.
