YOGYAKARTA, HarianBernas.com — Pengelolaan sampah sejak dari sumbernya di Kota Yogyakarta baru mencapai sekitar dua persen atau masih di bawah rata-rata nasional di tahun 2016 ini, Rabu (3/8).
“Di Yogyakarta, sampah yang dikelola sejak dari sumbernya masih kecil. Baru dua persen atau jauh dibanding rata-rata nasional sekitar 3,5 persen,” jelas Suyana, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta di pertemuan dengan fasilitator pengelolaan sampah mandiri di Yogyakarta, Rabu.
Jumlah sampah yang dikelola dari sumbernya, harapannya bisa terus ditingkatkan dari waktu ke waktu dengan bantuan dukungan dari fasilitator pengelolaan sampah karena fasilitator pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta terbentuk sejak 2008 dan 2009.
Pada tahun 2020, BLH Kota Yogyakarta menargetkan jumlah sampah yang dapat dikelola sejak dari sumbernya bisa meningkat sampai 10 persen. Secara nasional, pada 2020 Indonesia harus bebas sampah dengan seluruh sampah sudah dikelola sejak dari sumbernya.
Untuk itu, fasilitator perlu terus bekerja keras untuk mendorog masyarakat bisa mengelola sampah rumah tangga dengan memilih dan memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomis sehingga bisa dikelola melalui bank sampah.
Masyarakat yang modern adalah masyarakat yang bisa mengelola dan memilah sampah yang mereka hasilkan sejak dari rumah.
“Ini perlu terus disosialisasikan ke masyarakat,” imbuhnya.
Selain terus menguatkan fasilitator pengelolaan sampah, BLH akan bekerjasama dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk edukasi kepada pelajar tentang cara mengelola sampah dengan baik.
Salah satu cara sederhana untuk menekan volume sampah adalah tidak menggunakan plastik saat berbelanja, tetapi menggunakan kantong belanja yang dapat dipakai berulang-ulang. Program kantong plastik berbayar sudah cukup baik dan efektif, tapi perlu diperluas ke seluruh toko dan pasar tradisional.
