HarianBernas.com – Pernah dengar istilah, bikin usaha sekedar “cukup untuk makan”? Itulah istilah yang saya hindari, sejak 20 tahun silam, ketika memulai bisnis pertama saya, laundry pakaian dari kos-kosan, yang saya mulai dari semester pertama kuliah di jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.
Sama sekali, tidak berhubugan dengan jurusan bisnis, tetapi saya memang sudah mengambil pilihan sebagai Entrepreneur, memulai bisnis saya sendiri, sebelum lulus dari kuliah saya.
Sepanjang pengamatan saya, dengan kaca mata awam saya sebagai entrepreneur pemula, setidaknya ada tiga macam bisnis berdasarkan motif dari bisnis itu didirikan oleh pendiri atau pemiliknya.
1. Bisnis yang dibangun bukan untuk tujuan profit
Bisnis seperti ini bisa jadi dibangun untuk kepentingan sosial, hobby, amal, melayani komunitas, dan lain sebagainya. Bisnis ini, tidak secara langsung melekat dengan keuntungan yang diterima oleh para pendiri awalnya. Jika bisnis ini berkembang, maka manfaat sebesar-besarnya haruslah untuk komunitas dimana bisnis ini diperuntukkan.
Banyak juga bisnis kategori ini menjadi besar, karena kontribusi komunitas atau anggotanya. Misal yayasan gereja, rumah sakit, atau pendidikan banyak yang masuk kategori ini. Tentu, kesuksesan dari yayasan ini, bisa memberi dampak atau bahkan tidak sama sekali secara finansial bagi para pendirinya. Jika Anda entrepreneur pemula, maka mungkin bisnis kategori ini, bukanlah yang ideal untuk Anda.
2. Bisnis yang didirikan dengan mimpi skala kecil
Bisnis yang dibangun untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Dirancang lebih kepada bertahan dan asalkan mampu memenuhi kebutuhan keluarga ketimbang dikembangkan menjadi perusahaan skala korporasi.
Secara modal bisnis ini biasanya berasal dari tabungan pribadi atau keluarga dengan tambahan pinjaman bank secukupnya. Pembukuan juga tidak disajikan dengan baik selayaknya standar akuntansi. Begitu juga kewajiban pajak, seringkali dilaporkan dengan tidak memenuhi kaidah-kaidah perpajakan yang baik.
3. Bisnis yang sejak awal dirancang untuk bertumbuh, dari kecil hingga menjadi skala korporasi
Bisa juga, bisnis kategori ketiga ini, adalah peralihan dari bisnis kategori ketiga yang menemukan Visi Besar di dalam Perjalananannya. Salah satu ciri yang menonjol dari perusahaan kategori ini adalah profesionalisme. Ciri lain adalah berbagai aspek dari bisnis ini disiapkan sistem yang baik.
Sistem finansial, marketing, HRM, Operation dirancang dengan baik dan terus diperbaharui. Perusahaan jenis ini, umumnya memiliki Benchmark, perusahaan sejenis dalam industri yang memiliki skala kurang lebih sama atau sedikit di atasnya.
Nah…
Ada 3 kategori bisnis, jika dikelompokkan dari Visi dan tujuan akhir yang ingin dicapai oleh para pendirinya. Lalu, perusahaan Anda termasuk yang mana?
Salam Hebat
Putu Putrayasa
Business Mentor, Coach & CEO
Master Practitioner and Trainer of NLP license by co-founder of NLP, Dr. Richard Bandler and Society of NLP, USA
