JAKARTA, HarianBernas.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengutamakan pembiayaan proyek infrastruktur yang menarik bagi swasta melalui kerja sama, Selasa (7/6).
“Pesannya (Presiden Jokowi), supaya dibahas dan dipelajari proyek infrastruktur yang menarik untuk swasta supaya ditawarkan kalau ada swasta yang mau. Itu diutamakan,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa.
Menteri Darmin menjelaskan bahwa kalau ada proyek yang menarik buat swasta agar mendahulukan proyek yang dibiayai. Selain itu, untuk proyek infrastruktur, Presiden Jokowi meminta agar pendanaan dan pembiayaan dipercepat dan diperjelas.
Saat ini, Pemerintah mengutamakan biaya proyek infrastruktur untuk ditawarkan kepada swasta melalui kerja sama pemerintah-swasta atau skema lainnya. Kita tidak membahas tahun 2016 ini ada berapa proyek, tapi prinsipnya seperti itu. Situasi pembiayaan akan didorong agar 'clear' atau jelas supaya kalau swasta akan masuk, bisa segera masuk, tambah Darmin.
Beberapa proyek yang menarik didanai swasta: pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan rel kereta api.
Sebelumnya, pada Rapat Terbatas Evaluasi Proyek Strategis di Kantor Kepresidenan, Senin (6/6), Darmin menyebut dari 225 proyek strategis, 86 proyek telah berjalan, sedangkan 139 proyek masih perencanaan.
Proyek strategis itu yaitu13 pelabuhan, 10 air bersih, 60 bendungan, 52 proyek rel/ jalur kereta api, 19 proyek rangkaian kereta api, 17 bandara, 25 kawasan dan lain-lainnya.
Dari 225 proyek itu, Sulawesi: 28 proyek, Maluku-Papua: 13 proyek, Kalimantan: 24 proyek, Sumatera: 46 proyek, Jawa: 89 proyek, Bali-Nusa Tenggara: 16 proyek, dan 10 proyek di sejumlah provinsi.
