Seorang lulusan S2 membawa berkas lamaran ke sebuah rumah sakit besar di Yogyakarta, yang sedang membuka lowongan sebagai satpam. Dengan penuh semangat, bersama-sama dengan ratusan pelamar, lulusan S2 tersebut mengambil formulir dan mulai mengisi satu persatu dengan lengkap. Setelah diisi ternyata mendapatkan nomor urutan 97, antrian untuk walk interview. Rumah sakit ini memiliki reputasi yang cukup baik sehingga bisa terlihat dari wajah semua pelamar, tampak tidak gampang menyerah meski antrian sampai dengan nomor urut 171. Dengan metode walk interview sebenarnya perusahaan diuntungkan karena bisa melihat secara langsung kegigihan dan semangat calon pegawai, selain itu dari sisi branding akan menggambarkan nilai, karena seberapa banyak pelamar, itulah cerminan keberhasilan branding yang dilakukan.
Setelah menunggu sekian lama sampai akhir nya nomer antrian 97 ini maju kedepan dan mulai masuk ruangan interview, dan ketika dibuka berkas-berkas lamaran terlihat kerutan dahi dan raut muka manajer personalia yang melakukan interview berbeda karena yang melamar ini ternyata S2. “Apa Anda tidak salah melamar sebagai satpam di perusahaan ini ?” kata manajer personalia tersebut. Jawaban pelamar tersebut sangat mengejutkan, “Tidak, karena saya yakin suatu saat nanti perusahaan ini pasti akan buka lowongan untuk lulusan S2, sehingga paling tidak jika saya bisa diterima sekarang walaupun sebagai seorang satpam mugkin saya bisa belajar lebih banyak dari pada lulusan S2 di luar sana yang belum pernah kerja di sini sebelum nya,” ujar pelamar dengan yakin. Keyakinan masa depan yang cerah dari pelamar nomer urut 97 ini cukup kuat sehingga mudah semua pertanyaan dari manajer personalia tersebut dijawab. Hari berikutnya, hasil seleksi diumumkan, dan pelamar yang lulusan S2 tersebut diterima.
Sebulan kemudian jadilah lulusan 2 tersebut, menjadi seorang satpam di Rumah Sakit terkenal di Yogyakarta tersebut. Layaknya seorang satpam yang bertugas, sudah terbiasa berdiri di depan pintu gerbang Rumah sakit, dengan segala keramahannya, beberapa kali terlihat tersenyum sambil meminta pengunjung menunjukan surat besuk sebelum memasuki area lobi rumah sakit. Hari demi hari di lewati sampai dengan 6 tahun dan dengan kepiawaiannya, serta karena tidak gampang menyerah dalam bekerja, sampai tidak terasa 1 tahun terakhir ini dia sudah menjadi kepala satpam di perusahaan tersebut dengan membawahi 16 orang satpam. Sebagai kepala satpam tentunya manajemen memberikan hak untuk masuk ke ruangan ruangan tertentu sehingga dari situ dia bisa belajar banyak hal, mulai dari sejarah pendirian perusahaan, visi, misi, struktur organisasi, departemental, flow kerja dan semua details tentang perusahaan tersebut walau hanya sebatas kapasitas dia sebagai seorang kepala satpam.
Inilah saat yang dinanti oleh kepala satpam tersebut, tepatnya pada bulan januari 2014 rumah sakit membuka lowongan untuk mengisi kekosongan sebagai kepala bagian atau KABAG, dan salah satu syarat nya adalah lulusan S2 sehingga tanpa pikir panjang kepala satpam tersebut mengajukan lamaran kerja ke manajer personalia yang 6 tahun lalu menginterview dia pertama kali sebagai satpam. dengan semangat dan senyuman yang lebar kepala satpam ini sangat yakin bahwa dia akan di terima karena selain memiliki ijasah resmi S2 dari kampus ternama di Yogyakarta dia juga sudah banyak, mengetahui tentang rumah sakit dan perusahaan ini. Sebagai perusahaan yang sangat menjunjung tinggi nilai profesionalisme maka proses interview tetap dijalankan dan kepala satpam ini tetap kembali seperti 6 tahun yang lalu harus menunggu antrian untuk interview oleh pimpinan umum dan beberapa jajaran direksi di perusahaan tersebut. Karena kegigihan dan tidak gampang menyerah maka kepala satpam tersebut diterima sebagai kepala bagian di perusahaan tersebut dan harus membawahi 45 orang pegawai di bawah kepemimpinan nya.
Kita bisa banyak belajar dari cerita kepala satpam ini bahwa
1. Memiliki keyakinan yang kuat untuk melihat masa depan yang lebih baik.
Mungkin saat ini Anda merasa bahwa Anda bukan orang sukses, hanya karena posisi anda saat ini di bawah atau sedang terpuruk, tidak bekerja atau bangkrut, akan tetapi Anda bisa belajar dari kisah satpam ini bagaimana dia menjawab pertanyaan manajer peronalia saat proses interview pada saat pertama kali hendak masuk sebagai satpam
2. Tidak gampang menyerah
Usaha keras yang dikisahkan di atas merupakan bagian kecil dari kesuksesan satpam ini, ketahanan menunggu antrian yang sangat panjang dan mungkin haus dan lapar di alami selama menunggu. Sama hal nya dengan kita harus lebih memilih untuk bertahan dan jangan pernah mundur sampai kita bisa selesaikan apa yang memang harus kita selesaikan hari ini.
3. Tidak bosan untuk belajar walau sudah diterima bekerja
Banyak orang mulai bosan untuk belajar hanya karena sudah mempunyai pekerjaan, lain hal nya dengan kisah satpam rumah sakit di atas, terlihat jelas bahwa dia mendapatkan promosi menjadi kepala satpam dan terus menanjak karirnya hingga menduduki posisi KABAG. Bukan hal yang mudah untuk menduduki jabatan KABAG di sebuah rumah sakit, dan juga tidak mudah sebagai seorang satpam untuk belajar karena tugas pokok dari satpam adalah konsentrasi menjaga keamanan, tentunya dia harus mencari waktu tambahan di rumah atau di tempat lain untuk terus belajar.
Demikian kisak sukses seorang satpam yang tidak mudah menyerah, bagaimana dengan Anda ?
“Keyakinan dan Impian memang sangat di butuhkan oleh kita semua, karena kita tidak akan pernah bisa sampai kepada apa yang kita Impikan tanpa tinggi nya keyakinan dalam diri kita, kita harus terus menjaga tingkat keyakinan kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan”
Alit Nurwanto
General Manager – Hotel Grand Zuri Malioboro Yogyakarta
