HarianBernas.com – Anda sering punya ide bagus tetapi mati begitu saja? Waspadailah 5 pembunuh ide ini. Karena untuk sukses, kita memerlukan ide yang bagus, kreatif dan Inovatif. Jangan biarkan ide-ide itu mati begitu saja, karena Anda kurang waspada.
Pembunuh ide pertama adalah pesimisme. Pesimis atau bahkan skeptis terhadap ide sendiri, adalah pembunuh pertama yang harus Anda waspadai. Pesimisme seringkali muncul karena kegagalan dan trauma masa lalu. Ingatlah penemu bola Lampu listrik, Thomas Alva Edison, bagaimana ia gagal ribuan kali, sebelum benar-benar menemukan bola lampu, yang bisa menerangi dunia abad ini. Pembunuh ide nomor satu, ternyata bukan dari luar diri sendiri, melainkan datang dari dalam diri sendiri. Waspadalah, kecuali Anda ingin gagal dengan ide-ide besar Anda.
Pembunuh ide kedua adalah salah bacaan dan salah tontonan. Terlalu sering membaca atau menonton berita buruk, sama dengan tanah yang tandus bagi ide-ide Anda. Bacaan serta tontonan yang membuktikan betapa harga daging sangat sulit diturunkan, betapa konflik politik nyaris tidak pernah berakhir, korupsi nyaris tidak bisa ditangani dan diselesaikan. Atau status-status galau di socmed, menyindir bahkan memaki juga bisa memancing emosi. Membaca hal-hal tidak penting seperti itu, hanya menyiapkan lahan tandus, bagi ide-ide kreatif dan bermanfaat yang bisa Anda hasilkan.
Pembunuh ide ketiga adalah salah bergaul. Bergaul dengan orang-orang yang kurang menghargai ide-ide baru, akan menjadi tempat buruk untuk menumbuh suburkan gagasan-gagasan bagus dalam diri Anda. Orang-orang negatif, akan sinis dan mencibir dengan ide-ide Anda. Seringkali ide bagus belum sempat diaplikasikan, Anda akan mengurungkan niat Anda, turut bersama-sama membunuh ide tersebut, karena berpikir ide bagus Anda adalah ide buruk. Lingkungan yang buruk, mempercepat pembunuhan ide-ide Anda.
Untuk mengantisipasi 3 pembunuh ide tersebut, bergabunglah dalam komunitas baik online maupun offline yang yang positif. Bergabung dengan mereka yang rajin melakukan terobosan dan inovasi perubahan yang bermanfaat. Bergabunglah dengan para penemu dan inovator, bukan orang yang hanya asal bicara. Bergabunglah dengan mereka, yang berhasil melakukan perbaikan, menyelesaikan konflik, serta membangkitkan semangat mereka yang telah kehilangan harapan.
Gantilah bacaan dan tontonan Anda. Batasilah waktu, membaca, mendengar atau menonton hal-hal yang memuat berita buruk dan pada akhirnya membuat Anda khawatir, cemas, takut, tak berdaya, marah, serta berbagai emosi lainnya yang menurunkan semangat Anda. Bacalah buku-buku yang membuat adrenalin Anda terpacu menjadi pemenang. Tontonlah video dan musik yang memotivasi.
Hadirilah seminar, yang memotivasi bahkan training yang memberi Anda keahlian baru. Bertumbuhlah, berkembang bersama orang-orang sukses yang ada di sekitar Anda.
Rajinlah berdialog dengan diri Anda. Apakah itu dalam meditasi, atau kontemplasi usai doa-doa Anda. Tuliskanlah hasil renungan Anda. Bisa dalam bentuk tulisan, atau mindmap. Kreatifitas akan muncul, ketika Anda berpikir sembari menuliskannya. Saya banyak sekali menemukan ide-ide besar, sembari saya membuat mindmap atau membuat bahan presentasi untuk seminar atau training saya. Semoga ini juga akan terjadi dengan Anda.
Selamat membangun kebiasaan, menghasilkan ide-ide baru.
Salam Hebat
Putu Putrayasa
CEO Of Hebat Group
Master Practitioner and Trainer of NLP license by co-founder of NLP, Dr. Richard Bandler and Society of NLP, USA
