HarianBernas.com – Sahabat Dahsyat, pernahkah Anda mendengarkan suatu ungkapan “You Are What You Think?” Ungkapan ini sangat tepat dan relevan bagi kehidupan kita. Apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda? Apakah Anda berpikir Anda biasa saja?
Maka Anda menjadi orang yang biasa selamanya. Apakah Anda berpikir Anda luar biasa? Tentu Anda akan menjadi orang yang luar biasa. Cara berpikir ini pun sangat erat hubungannya dengan keinginan atau tujuan Anda dalam hidup ini, misalnya cita-cita Anda. Anda yang bercita-cita atau berkeinginan sebagai polisi jika Anda percaya Anda mampu maka bukan tidak mungkin cita-cita Anda akan terpenuhi..
Namun cara berpikir ini akan sangat sulit Anda lakukan jika Anda sendiri tidak memiliki dan mengerti fondasi lainnya yang turut melengkapi hal tersebut.
Apa saja fondasi tersebut? Saya berikan fondasinya yang saya kutip dari seorang filosofi china yaitu Lao Tzu berikut ini:
1. Watch Your Thoughts, They Become WORDS
Jaga pikiran Anda! Apa yang Anda pikirkan akan menjadi perkataan bagi Anda. Jika Anda berpikir saya adalah orang jahat, makaAanda mengeluarkan kata-kata bahwa saya adalah orang jahat dan Anda akan terus mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan bahwa saya adalah orang seperti yang Anda pikirkan. Tetapi sebaliknya jika Anda berpikir saya adalah orang baik, maka kemanapun Anda pergi dan dengan siapapun Anda bertemu maka akan selalu mengatakan hal baik tentang saya dan Anda akan menunjukkan saya adalah orang seperti yang Anda pikirkan. So, be careful with your thoughts, because it will become words!
2. Watch Your Words, They Become ACTION
Jaga Perkataan Anda! Apa yang Anda katakan akan menjadi tindakan. Sebagai contoh, Anda mengidolakan seseorang dan Anda berkata, “Wahhh, hebat sekali dia, saya ingin menjadi seperti dia.” Dimulai dari perkataan Anda tersebut, maka Anda akan melakukan tindakan untuk sebisa mungkin bisa menjadi orang yang Anda idolakan. Tetapi jika Anda sedang merasa marah dan benci terhadap seseorang dan Anda berkata, “lihat saja nanti, tunggu pembalasanku!” Maka tentu Anda akan melakukan tindakan untuk membalaskan dendam Anda terhadap orang tersebut. Mulai saat ini berhati hatilah anda dalam berbicara, karena apa yang Anda bicarakan akan menjadi sebuah tindakan.
3. Watch Your Action, They Become HABITS
Jaga perilaku Anda! Perilaku Anda bisa menjadi sebuah kebiasaan. Kembali akan saya berikan contoh, seorang pencuri untuk pertama kalinya mencuri sebuah barang, ketika si pencuri merasa perilaku atau tindakan mencurinya membawa hasil yang menurutnya baik maka si pencuri tersebut akan terus menjadi pencuri. Inilah yang saya maksudnya dengan perilaku bisa menjadi sebuah kebiasaan. Perilaku baik akan menghasilkan kebiasaan yg baik, sebaliknya perilaku buruk akan menghasilkan kebiasaan buruk. Jadi Anda ingin berperilaku baik atau Anda ingin berperilaku buruk?
4. Watch Your Habits, They Become CHARACTER
Setelah Anda menentukan apa perilaku Anda, maka kebiasaan yang Anda dapatkan dari perilaku Anda akan menjadi sebuah karakter. Contoh, seorang pemain sinetron diberikan tugas untuk menjadi seseorang yang baik dan bijaksana, maka perilakunya pun akan menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang baik dan bijaksana. Nah, baik dan bijaksana inilah yang disebut karakter. Ketika Anda misalnya sering berbuat amal, berbagi dengan sesama, sering mengunjungi panti asuhan dan lain sebagainya, maka Anda tentu akan dicap sebagai seseorang yang mempunyai karakter dermawan atau bersosial tinggi. Jadi perhatikan kebiasaan kebiasaan Anda selama ini, karena kebiasaan Anda akan menjadi karakter Anda.
5. Watch Your Character, They Become DESTINY
Sebuah karakter yang Anda ciptakan untuk diri Anda akan menjadi sebuah nasib Anda. Anda yang memiliki karakter yang dermawan dan bersosial tinggi akan memiliki nasib yang baik, memiliki rejeki yang berlimpah karena Anda senang memberi untuk sesama. Lalu apa bedanya destiny (nasib) dengan fate (takdir)? Terkadang ada yang menganggap kedua hal tersebut sama, tetapi sesungguhnya mereka serupa tapi tak sama. Destiny adalah sesuatu yang kita pilih, kita tentukan sendiri dan segalanya berada di tangan kita. Sedangkan fate (takdir) adalah sesuatu yang terjadi kepada kita yang sudah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Nasib bisa Anda rubah, tetapi takdir tidak dapat Anda rubah. Nasib tidak akan berubah jika seseorang tidak mau merubah nasib dirinya sendiri.
Kelima fondasi diatas wajib Anda miliki jika Anda ingin mencapai apa yang Anda pikirkan. Ingat you are what you think. Ubahlah diri Anda dalam berpikir dan bertindak, maka kehidupan Anda pasti akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Salam Spirit & Be Positive
Joy Hero Chandra
The Spirit Motivator. Untuk mengundang penulis dalam memberikan motivasi & Training silahkan hubungi via email: thespiritmotivator@yahoo.com
