GUNUNG KIDUL, HarianBernas.com – Nelayan Gunung Kidul, Yogyakarta, menolak bantuan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena kapal dinilai terlalu besar dan tidak cocok dengan daerahnya, Kamis (16/6).
Perwakilan nelayan Pantai Baron Sumardi di Gunung Kidul menyebut ada lima nelayan yang diundang di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), yaitu Ketua Nelayan Pantai Nampu, Ngrenehan, Baron, Gesing, Drini, dan Pantai Siung. Kami menolak bantuan kapal di atas tiga gross ton. Kalau kapal di atas tiga gross ton kami tidak sanggup, ucap Sumardi.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunung Kidul, Rujimanto mengkonfirmasi penolakan pemberian bantuan kapal dari Pemerintah Pusat. Penolakan terkait dengan kualitas kapal,misal dari penuturan nelayan, bahan kapal dari fiberglass membuat nelayan khawatir karena rentan kecelakaan. Perairan pantai selatan kurang mendukung jika menggunakan kapal fiber, terang Rujimanto.
Kepala DKP Gunung Kidul, Agus Priyanto, keterangan nelayan itu akan menjadi bahan dalam kegiatan rakor dengan DKP DIY. Pihaknya tidak tidak bisa berbuat banyak terkait penolakan karena kapal di atas tiga grosston itu, nelayan harus siap melaut lebih lama dan berhari-hari.
Selain itu, penolakan berkaitan dengan kebiasaan nelayan yang biasa mengoperasikan kapal ukuran di bawah lima grosston sehingga butuh proses pembelajaran dan pelatihan jika akan memakai kapal bantuan itu.
Nelayan menginginkan bantuan kapal berukuran tiga groston saja. Program bantuan kapal ukuran 10 grosston diharapan bisa menyejahterakan nelayan, tapi kami tidak bisa berbuat banyak, kalau memang ditolak. Kapal besar sebetulnya memiliki yang jangkau yang lebih luas dan jenis ikan tangkapannya pun beragam: tongkol, tuna, cakalang, dan lain-lain.
